
Mansion utama Taj
07.00 AM
"Masih belum bangun?"
Laki-laki itu bertanya kepada beberapa pelayan yang ada didalam kamar dimana Eisha masih tertidur pulas.
"Belum Tuan"
Oh god.
Bolehkah Taj mengumpat?!.
Dia fikir otak kepalanya saat ini ingin pecah, sejak semalam dia berfikir kenapa dia mendengar kan ucapan Mandy.
Hanya demi cinta apa dia harus menculik gadis muda itu? menekan pernikahan Zeline agar menceraikan suami nya dengan menggunakan adik laki-laki tersebut.
Aku pasti sudah gila!.
"Jika dia bangun, tanyakan rumah nya dan biarkan dia pulang di antar oleh Supir dibawah"
Ucap Taj kemudian.
Ini adalah untuk ke tiga kali nya dia mengucapkan kalimat itu sejak pukul 5 pagi tadi.
Pulang?!!!!.
Eisha jelas mengerutkan keningnya.
No way.....!.
Begitu Taj keluar bersama kedua pelayan tersebut,buru-buru Eisha membuka bola matanya.
Tuhan aku tidak minta banyak, lancarkan urusan ku dalam mengejar jodoh ku,.pleaseee π½πΌπ»π»ππ.
Cari akal....cari akal....come Eisha biasa nya otak mu paling lancar kalau mendapatkan sebuah ide brilian.
__ADS_1
Sejak tadi Eisha terus bicara didalam hati nya, dia mencoba berfikir keras bagaimana cara nya agar tetap tinggal disana.
Dia fikir laki-laki itu terlalu baik jika setelah berniat menculik nya kini malah ingin membebaskan dirinya.
Eisha harus memutar otak nya saat ini juga, mencari cara agar dia tetap tinggal di sana dan tidak pulang kerumah.
Bukankah ini liburan panjang nya? jangan khawatir soal apapun, hubungan Mommy dan Daddy, bilang sedang menikmati liburan penuh kebahagiaan dan jangan terlalu mengkhawatirkan dirinya.
Dia tinggal dengan laki-laki pujaan nya, suami masa depan nya, sedikit bermain trik, menjerat nya kedalam pelukan nya.
"Ohhhh bukan kah itu sangat manis sekali?"
Ucap Eisha pelan.
Tapi..... tunggu dulu... bagaimana cara nya agar bisa bertahan disini?!.
Comeeee Eisha putar otak mu sekarang juga...!!!.
Sejenak gadis itu berfikir, mencoba mencari cara yang paling logis untuk dirinya, Jangan sampai Rencana nya menjadi gagal total.
Dia belum mau pulang ke kediaman Uncle Abigail sebelum dia menarik perhatian Paman kaki penekuk.
Hahahaha Eisha kau pasti sudah gila.
Gadis itu tertawa terbahak-bahak didalam hatinya.
Khayalan tingkat tinggi nya mulai bergerak di atas kepalanya.
Klekkkkk.
Tiba-tiba terdengar suara pintu di buka oleh seseorang.
Eisha secepat kilat kembali menghempas kan tubuhnya ke atas kasur.
Dia berusaha untuk kembali pura-pura tidur sebelum diusir oleh Paman kaki penekuk.
Detak jantung nya terus bergerak tidak beraturan, cukup takut jika ketahuan dia pura-pura tidur, bisa dia dengar suara derap langkah memenuhi kamar tersebut.
__ADS_1
Awalnya mendekat kemudian tahu-tahu menjauh.
Cukup lama tidak terdengar sedikit pun suara lagi disana, dia fikir mungkin orang itu telah pergi.
Hingga akhirnya secara perlahan Eisha mencoba membuka bola matanya.
Hahhhh..?!.
seketika gadis itu terkejut saat dia sadar sosok Paman kaki penekuk ada di hadapannya.
"Ommo..."
Bola mata mereka seketika saling beradu, mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
Taj duduk tepat disisi kanan ranjang, duduk di atas kursi sofa sambil menatap bola matanya dengan seksama.
Sepersekian detik kemudian Eisha buru-buru mencoba memejamkan kembali bola matanya.
"Berhenti lah pura-pura"
Tiba-tiba suara bariton itu mengejutkan dirinya.
"Bersihkan diri mu, makan kemudian tunjukkan pada ku dimana rumah mu bocah, aku akan mengantarmu pulang kerumah"
Apa? bocah?.
Seketika Eisha membuka bola matanya.
"Aku sudah dewasa, bahkan aku sudah bisa membuat anak jika Paman meniduri ku hari ini juga"
Oceh Eisha kemudian.
Eh...!?.
Seketika dia menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya, Eisha fikir dia tadi bicara apa?!.
"Apa?"
__ADS_1
Taj jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.