
Mansion utama Faith yildiz
Ditengah kebahagiaan menyelimuti keluarga
soal Berita besar kehamilan Zeline
Ujian ke dua
Ketika kehamilan Zeline telah diketahui oleh banyak orang, tiga keluarga besar jelas merasa begitu bahagia luar biasa mendengar berita tersebut.
Tidak pernah terbayangkan hubungan yang sempat diragukan awal nya kemarin, kini berkembang begitu pesat.
Bahkan Mommy Ailee dan Daddy Aland yang meragukan hubungan mereka, dimana mereka merasa kecewa setengah mati ketika melihat sebuah Surat perjanjian yang Dominic buat jelas menjadi tidak percaya dengan apa yang mereka dengar soal kehamilan menantu kesayangan Mereka.
Dan Bayangkan bagaimana semua keluarga merespon berita soal cucu penerus Faith yildiz tersebut.
Itu adalah cucu ke dua yang begitu di nantikan oleh semua orang setelah kelahiran cucu pertama dari Ayaz putra pertama Faith yildiz.
Bisa dilihat Mansion bertingkat dengan ukuran besar tersebut menampung begitu banyak keluarga besar dari Faith yildiz, Al Jaber, Abimanyu, Hillatop bahkan
"Sayang jangan berkerja terlalu berat"
Mommy Ailee berkata sambil menyentuh lembut wajah Zeline.
Sejenak Zeline menggeleng.
"Jangan khawatir Mom, aku tidak pernah melakukan nya Mom, bahkan Dom tidak pernah memperbolehkan aku bekerja sama sekali"
Zeline menjawab sambil mengembang kan senyuman nya.
Mendapat kan jawaban seperti itu membuat Mommy Ailee terlihat puas.
Wanita itu fikir anak nya memperlakukan menantu nya dengan sangat baik.
"Apakah ada yang membuat tidak nyaman nak?"
Wanita itu kembali bertanya sedikit khawatir.
"Dulu saat hamil Dominic, anak itu membuat Mommy cukup kewalahan, apalagi ada beberapa hal yang Mommy inginkan di waktu tengah malam"
__ADS_1
Saat wanita itu bercerita, seketika Zeline membulatkan bola matanya.
"Benarkah?"
Perempuan itu bertanya cepat, ekspresi nya terlihat begitu antusias. ini kali pertama Zeline mendengar cerita soal suaminya dari Mommy mertuanya.
"Tentu saja"
Kali ini terdengar suara Untie Aishe dari Arah sisi kiri Zeline.
Itu adalah Mommy Jeslyn, istri Dari Uncle Murat Al Jaber.
"Kamu tahu Sayang? Mommy mu ketika di trimester pertama kehamilan Dominic cukup kesulitan untuk menelan makanan, sedikit berbeda dengan kehamilan Ayaz, dulu saat kehamilan Ayaz Apapun di makan Bahkan tiap kali kami berkumpul yah Mommy Ailee mu pasti makan"
Wanita itu bicara sambil mencoba mengingat moment kehamilan di masa muda mertuanya.
"Jadi jika kamu cukup kesulitan untuk makan di kehamilan trisemester pertama untie Fikir sedikit wajar"
Goda wanita itu sambil menyentuh lembut perut Zeline yang belum membesar.
Mendengar cerita wanita tersebut membuat Zeline mengangguk-anggukan kepalanya.
"Aku fikir memang cukup sulit menerima makanan dalam beberapa hari ini"
Masih agak malu karena diperhatikan oleh banyak orang, apalagi beberapa orang terlihat begitu bahagia dan antusias mendengar kabar berita soal kehamilan nya.
Rasanya begitu aneh dan membuat dia menjadi pusat perhatian tiba-tiba.
"Semua pasti baik-baik saja, rasa mual terkadang menyerang sebagian ibu hamil, anggaplah itu adalah anugerah"
Mama Zeline bicara sambil menggenggam erat telapak tangan putrinya tersebut.
"Itu betul, Setiap orang mendapatkan respon yang berbeda sayang, ad yang tidak, ada yang terkena efek mual di trimester pertama. Seperti untie sama sekali tidak mengalami nya"
Semua orang kemudian mulai berbagi,hingga akhirnya obrolan panjang terjadi di antara Semua orang.
Di satu sisi ketika para perempuan dan wanita saling berbagi cerita, disisi lain beberapa laki-laki terlihat berkumpul dan saling bercerita soal pekerjaan mereka.
Tidak ada hal yang bisa di Bicarakan oleh sesama laki-laki kecuali obrolan berat soal pekerjaan atau obrolan ringan soal hobi yang Mereka geluti.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya tiba-tiba satu kejadian tidak terduga memecah keadaan.
Seorang pelayan Berlarian cepat kearah dalam mansion, wajahnya terlihat begitu panik dan ketakutan.
Nafas perempuan itu terdengar tersengal-sengal.
"Nyonya, Tuan... gawat..."
Perempuan berusia sekitar 40 tahunan datang menyeruak masuk dengan wajah pucat.
Daddy Aland terlihat mengerutkan keningnya, beberapa orang jelas menoleh mendengar Perempuan tersebut tiba-tiba berkata gawat.
"Ada apa?"
Daddh Aland Bertanya masih dengan menggerut kan keningnya.
"Ada apa bi?"
Mommy Ailee buru-buru berdiri, berjalan mendekati sang pelayan tersebut.
"Polisi... mereka ada di depan"
Ucap Perempuan itu sambil menunjuk kearah depan.
"Ya?"
Mendengar kata polisi jelas membuat semua orang terkejut, bola mata semua orang jelaskan tertuju langsung ke arah pintu depan.
jika mereka melihat beberapa orang berseragam polisi berjalan masuk dengan cepat menuju ke arah dalam Mansion tersebut.
"Kami dari pihak kepolisian xxxxxxx dengan surat penangkapan, Saudara Dominic Faith yildiz, anda kami tahan atas tuduhan pemerkosaan dan penyiksaan terhadap anak di bawah umur"
Ketika salah satu petugas berkata sambil mengeluarkan sebuah surat perintah, bayangkan bagaimana ekspresi semua orang.
"Apa?"
Zeline jelas bertanya dengan ekspresi terkejut, wajah perempuan itu memucat dan tampak shock.
Bola mata Zeline secepat kilat mencari sosok Suami nya.
__ADS_1
Tidak mungkin.
Sembaris kata tersebut meluncur di balik hati nya.