
Dominic menggerakkan bibirnya secara perlahan, awalnya biasa-biasa saja hingga lama kelamaan menjadi sedikit menggebu dan memanas.
Jika saja Zeline tidak kehilangan Nafas nya dengan cepat, mungkin adegan ini akan terasa jauh' lebih lama.
Cukup lama bibir mereka saling bertaut, bahkan dengan nakalnya laki-laki itu membiarkan lidahnya menyeruak masuk kedalam rongga mulut sang istri nya.
hingga akhirnya Dominic melepas kan ciuman nya saat Zeline mencubit pelan lengan Dominic.
"Albi, aku tidak bisa bernafas"
Ucap Zeline kemudian setelah Dominic melepas kan tautan mereka, dia sedikit merengek kesal bercampur manja.
Dengan wajah memerah Zeline menyentuh bibirnya dengan perasaan malu-malu.
Laki-laki itu terkekeh geli melihat ekspresi istri nya tersebut, dia kemudian membenahi posisi kepalanya untuk beberapa waktu.
"Humaira"
Panggil Dominic pelan.
"Hmmm ada apa?"
Zeline bertanya sambil memutar tubuh nya, berjalan kearah depan lantas menaikkan kaki Dominic ke atas pahanya.
Dia mengeringkan kaki suaminya untuk beberapa waktu dengan sebuah handuk mendominasi berwarna putih yang ada di tangan nya tersebut.
Begitu teliti dan sangat hati-hati.
"Mari menghabiskan waktu besok untuk jalan-jalan berkeliling ke beberapa tempat unik di sini"
Ucap Dominic kemudian.
Zeline terlihat diam sejenak, dia seolah-olah sedang berfikir.
"Tidak merasa lelah?"
Tanya Zeline sambil mendongakkan kepalanya, dia menatap Dominic untuk beberapa waktu.
Dominic menggelengkan kepalanya secara perlahan.
__ADS_1
"Tidak"
Jawab laki-laki itu cepat.
"Baiklah, aku akan pergi selama suami ku menyukai nya"
Setelah berkata begitu Zeline langsung berdiri kemudian bergerak menuju ke kamar mandi.
Melihat istrinya Bergerak ke arah kamar mandi, seketika Dominic menaikkan ujung alisnya.
"Mau kemana?"
Tanya laki-laki itu cepat.
Dia berusaha berdiri dari sana lantas mengejar langkah Zeline.
"Ah?"
Istri nya jelas bingung saat melihat suaminya tiba-tiba mencoba menahan gerakan nya.
Laki-laki itu langsung memeluk pinggang Zeline, membuat perempuan itu kaget setengah mati dengan gerakan refleks yang dilakukan oleh sang suami nya tersebut.
"Akhhh Albi?"
Dia meringis pelan, menatap suaminya dengan penuh kebingungan.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku"
Protes Dominic kemudian.
Zeline mengerut kening nya.
"Soal ya mana?"
"Soal mau kemana?
Ucap Dominic kemudian.
Zeline tahu-tahu tertawa kecil melihat tingkah suami nya tersebut.
__ADS_1
"Tentu saja ke kamar mandi Albi, untuk mandi membersihkan diri"
Jawab Zeline Cepat.
"Ah... tidak membàwa serta diriku?"
Goda Dominic kemudian.
Mendengar godaan suaminya seketika wajah Zeline memerah.
"Bagaimana jika mandi berdua?"
Tanya laki-laki itu lagi.
"Sayang itu begitu memalukan, bagaimana jika kita melakukan nya secara bergantian?"
Ucap Zeline cepat.
Rasanya begitu aneh saat suami nya berfikir untuk melakukan mandi berdua.
"he em"
Alih-alih mendengar ucapan Zeline, laki-laki itu tiba-tiba sedikit menundukkan kepalanya dan tiba-tiba Dominic menggendong tubuh kecil sang istri nya.
"Akhhhhhh Albi..."
Zeline terpekik kecil karena terkejut.
Dominic tertawa kecil sambil dia membawa sang istri nya itu masuk kedalam kamar mandi.
Dia menduduki istri nya di atas walk in closet Secara perlahan.
"Aku akan mempersiapkan air nya di dalam bathtub 🛁 nya"
Lanjut Dominic lagi.
Kemudian laki-laki itu buru-buru bergetar ke arah kiri kamar mandi.
Laki-laki itu buru-buru mengisi air di dalam bathtub 🛁 mandi, kemudian setelah memastikan airnya mulai penuh, dia mencoba membuat Busa sabun didalam nya.
__ADS_1
Zeline terlihat mengulum senyuman nya, menatap punggung kokoh suaminya itu untuk beberapa waktu.