
Mansion utama Sky
Ditengah ruang tamu mendominasi berwarna putih, Barisan para orang tua menatap tajam kearah Sky dan seolah-olah meng intimidasi laki-laki tersebut atas kejadian yang tidak terduga pagi ini.
Laki-laki itu hanya bisa menelan salivanya, kemudian dia menatap ke arah gadis di sisi kanan nya Tersebut.
Dominic terlihat melipat kedua belah tangannya ke depan dadanya, dia menatap tajam kearah Sky, menunggu apa yang akan di ucapkan laki-laki tersebut.
Tidak peduli apa yang terjadi sebenarnya, bagi Dominic laki-laki itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Seorang laki-laki yang mengurung anak gadis orang dan membawa nya menginap semalaman jelas harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Suka tidak suka, mau tidak mau dan rela tidak rela laki-laki itu harus menjadi gentleman dan mau mengakui perbuatannya dihadapan para tetua.
Dibalik ada dendam dengan dirinya atau tidak dia tidak peduli soal itu semua.
"Kau bisa meluruskan persoalan kita dimasa lalu bersama dengan diriku tanpa melibatkan orang lain"
"Itu adalah sikap sesungguhnya seorang laki-laki"
"One by One tanpa melibatkan orang-orang yang tidak bersalah"
__ADS_1
Ucap Dominic sambil terus menatap tajam kearah Sky.
"Jangan berfikir untuk lari dari tanggung jawab, Sebab orang yang Lari dari kenyataan merupakan tanda bahwa seseorang memiliki disonansi kognitif alias Gangguan mental dan inj cenderung mengubah fakta di dalam otak menjadi negatif"
"Semua orang pernah membuat kesalahan, sebab tidak ada manusia yang sempurna. Yang membedakan adalah, respons setelah membuat kesalahan itu; apakah mau mengaku salah atau malah tidak mengakuinya, sehingga lari dari tanggung jawab."
"Jika seseorang memiliki konstitusi psikologi yang lemah, itu tandanya, mengaku salah merupakan hal yang “membahayakan” dan bisa mengancam egonya. Bahkan, ia merasa tidak bisa mentolerirnya."
"Selain itu, menerima fakta bahwa ia membuat kesalahan, bisa menghancurkan kondisi psikologisnya. Orang-orang dengan gangguan mental ini cenderung lari dari tanggung jawab dan mengubah fakta-fakta di dalam otak mereka, untuk merasa tidak bersalah."
Mendengar ucapan Dominic, sky terlihat diam sejenak.
"Ini benar-benar...'"
Dia ingin bicara tapi lagi-lagi Dominic berkata.
"Selesai kan urusan kamu dengan adik ku, nikahi dia dan lakukan kewajiban mu sebagai seorang laki-laki, selanjutnya mari bertemu untuk membahas soal masa lalu bersama ku"
Lanjut Dominic lagi.
"Kamu tidak melihat arti air mata nya? dia bahkan sejak tadi tidak berani bicara,membela diri atau berkata tidak, karena dia tidak memiliki pembelaan diri, kami terpaksa meminta kamu untuk bertanggung jawab dengan semua hal yang terjadi semalam"
__ADS_1
Sky langsung menoleh ke arah jeslyn, dia kembali menelan Saliva nya.
Rasanya dia benar-benar kehilangan kata-kata saat ini, dia tidak punya cara lagi untuk membela diri.
"Mungkin kamu tidak akan percaya ini, tapi.. maafkan aku"
Hanya itu yang bisa Sky ucapkan pada jeslyn, dia menatap dalam bola mata gadis itu yang terlihat menatap nya dengan penuh kemarahan dan bercampur kesedihan.
"Persiapkan semua pernikahan nya, nenek akan bicara pada seluruh keluarga besar Georgetown dan Skyworth'
Nenek nya tiba-tiba bicara cepat.
"Kau tahu? jangan menanam karma pada orang lain untuk kesalahan yang telah kamu perbuat"
Mendengar ucapan nenek nya, sky hanya bisa diam seribu bahasa.
"Diam berarti setuju bukan?"
Daddy nya kali ini bicara.
Sky pada akhirnya hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1