When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Menekan sejuta kemarahan


__ADS_3

Reihan terlihat tidak berani bicara saat sang tuan besar dan nyonya besar nya tahu-tahu datang dan menghakimi Dominic.


Laki-laki itu fikir persoalan ini semakin memperumit keadaan.


Dominic masih mematung, dia mencoba melihat Isi amplop coklat yang ada di tangan nya tersebut.


Begitu dia membuka amplop coklat itu seketika Dominic mengerut kan keningnya.


"Kau benar-benar mengecewakan kami"


Ucap daddy nya sambil menatap wajah Dominic penuh dengan kekecewaan.


Oh shi...t.


"Perjanjian pasca pernikahan? kau menganggap pernikahan dengan istri mu seperti sebuah permainan? menceraikan nya?"


Cecaran pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut laki-laki tersebut, bisa Dominic lihat betapa kecewanya kedua orang tuanya itu.


"Itu tidak seperti yang Daddy dan Mommy fikirkan"


Dominic bicara sambil berusaha menahan perasaan bersalah nya.


"Tidak seperti yang kami fikirkan?"


Daddy nya mendengus tidak percaya.


"Jika kamu tidak mencintai Zeline, seharusnya sejak awal kamu menolak nya, Daddy akan bicara dengan ayah mertua mu, mari kita akhiri pernikahan ini sebelum kamu semakin dalam menyakiti hati nya"


What!?.


Dominic jelas gelagapan.

__ADS_1


"No, Dad ini hanya kesalahpahaman saja, aku bisa jelaskan semuanya"


Laki-laki itu jelas gelagapan saat Daddy nya bicara begitu.


Dia Fikir bagaimana bisa surat perjanjian sialan itu bisa di dapatkan oleh Daddy dan Mommy nya.


Dominic fikir ini pasti ulah Mandy.


Oke dia mencoba menahan semua emosinya pada perempuan itu tadi, karena sebelumnya Zeline selalu memperingati dirinya.


"Dalam Islam tidak diajarkan berbuat kekerasan, bahkan kepada orang yang bersalah sekalipun terutama orang itu adalah perempuan."


"Meskipun dia menggoda suami kamu sendiri?"


Tanya Dominic kala itu.


"Yah, cukup jauhi, jangan beri celah dia masuk dan beri dia peringatan"


"Adab Laki-laki pada perempuan, dari zaman dulu hingga sekarang tidak di izinkan ada nya kekerasan."


"Bahkan ketika nabi Yusuf di tuduh dan di fitnah oleh Zulaikha, beliau sama sekali tidak membalasnya atau marah."


"Anggap saja itu sebagian dari pada ujian untuk kamu, sekuat apa diri kamu bertahan dengan sejuta godaan."


"Aku menunggu ke Istiqomah'an kamu untuk terus berada di samping ku dengan membuang sejuta keburukan di masa lalu kamu."


"Andai kamu kembali ke masa lalu, maka itu bertanda cinta mu pada ku hanya ke semuan belaka dan dipenuhi hawa naf.. su saja"


"Andai kamu tidak lagi menoleh ke masa lalu, maka itu tanda nya Allah telah benar menulis kan nama kita berdua di Lauhulmahfuz"


Istri nya selalu berkata begitu.

__ADS_1


Hati mu sebenarnya terbuat dari apa?!.


Itu yang selalu Dominic tanyakan pada dirinya sendiri soal istri nya.


Dia tidak pernah tahu bagaimana cara keluarga istri nya mendidik anak-anak mereka, tapi sejak dulu kisah keluarga Hillatop yang menikahi gadis Abimanyu yang menjadi mualaf selalu menjadi sejarah yang terus diperbincangkan di antara semua orang.


Dimana laki-laki Casanova breng. sek yang pada akhirnya benar-benar bertaubat dan berubah karena seorang gadis muslimah, terus berjalan lurus kedepan dengan ke Istiqomah'an nya meskipun di hantam jutaan ujian didalam penikahan mereka.


Sejarah mereka tercatat di ingatan semua orang hingga hari ini.


Karena itu Desas-desus berkata beberapa keluarga pengusaha Muslim dari dataran Eropa mencoba keberuntungan untuk bisa menikahi putri dan cucu keturunan keluarga Hillatop dan Abimanyu Karena keimanan mereka.


Lalu ketika Dominic menjadi salah satu laki-laki beruntung yang bisa menikah dengan salah satu keturunan mereka, seketika ketakutan menghantam Diri nya.


Dia fikir bagaimana jika dia sama sekali tidak bisa se Istiqomah laki-laki yang menikahi keluarga mereka?!.


Bagaimana jika dia tidak bisa bertahan dan tumbang di tengah jalan.


Bagi nya pernikahan seumur jagung mereka telah dihantam dengan berbagai macam ombak yang nyaris menyapu seluruh kesabaran nya.


Dia terus berusaha menekan emosionalisme nya untuk sebuah kata Sabar yang begitu mahal harganya.


"Awalnya aku berfikir begitu, aku tidak mencintai nya, tapi itu di awal pertemuan kami, kini demi Allah Dad aku benar-benar mencintai nya, aku telah memusnahkan surat perjanjian nya dan kami telah menghapus semua kekonyolan yang telah aku buat"


Dominic terus bicara sambil berusaha menyakinkan Daddy nya.


"Bahkan demi Allah aku tidak pernah berfikir untuk menceraikan Zeline hingga akhir"


Lanjut laki-laki itu lagi sambil mencoba menyakinkan Daddy dan Mommy nya.


"Ini hanya sebuah kesalahpahaman atas kebodohan ku di masa kemarin"

__ADS_1


__ADS_2