When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Masih dalam keadaan mencekam


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya


Rumah sakit xxxxxxx


Ruang VVIP ekslusif


Zeline terlihat mencoba menatap bocah kecil yang terbaring lemah tersebut dengan perasaan iba, tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya disiksa dengan tubuh kecil yang begitu ringkih.


Saat orang-orang yang belum memiliki keturunan berharap mendapat kan kepercayaan, bisa-bisa nya beberapa orang mencoba menelantarkan anak tersebut.


Zeline fikir bagaimana bisa ada manusia sekejam itu di dunia ini.


Perempuan itu sejenak menghela nafas nya, dia kemudian mulai menaikkan Selimut yang ada di ujung kaki gadis kecil tersebut, menarik nya secara perlahan dan mulai menutup tubuh kecil dan ringkih itu.


setelah itu Zeline terlihat diam, bola mata nya kembali menatap gadis kecil tersebut untuk beberapa waktu.


Perempuan itu sejenak memejamkan bola matanya dia berharap Reihan dan Theo bergerak dengan cepat menemukan apa yang mereka cari saat ini.


Saat ini gadis kecil itu hanya bisa menunggu kantong darah baru, bisa di lihat Azalea menerima darah yang tersisa sedikit dalam kantong darah yang kini mengalir ke urat nadinya.


Entah kapan semua orang kembali Zeline tidak tahu, tapi dia berharap apa yang direncanakan Theo berjalan sesuai dengan apa yang laki-laki itu harapkan.


Zeline mencoba berdiri dari duduknya, dia meraih teko minum yang ada di atas meja nakas dan mulai menuangkan air putih tersebut kedalam cangkir plastik yang ada di sana.


Perempuan itu secara perlahan mulai meneguk minuman tersebut secara perlahan.


Setelah itu Zeline meletakkan cangkir tersebut kembali keatas nakas.

__ADS_1


Ditengah kemelut hati yang menghantam Dirinya dan di antara rumit nya keadaan Nadine fikir mandi akan menjadi pilihan terbaik untuk nya saat ini.


Akhirnya Perempuan tersebut mencoba meletakkan handphone nya ke atas nakas, dia bergerak dengan cepat menuju ke kamar mandi.


******


Masih di sisi lain nya


Theo secepat kilat menyambar handphone nya, dia mencoba menghubungi Zeline yang di panggil nya kakak ipar tersebut secepat kilat.


Theo Fikir ini jelas ancaman.


melihat beberapa orang yang baru saja keluar dari rumah tua tersebut, felling nya berkata sesuatu pasti mengincar Azalea.


Laki-laki itu pasti menginginkan gadis kecil tersebut.


Dia berulang kali menghubungi Zeline tapi tidak tahu kenapa panggilan nya selalu berakhir sia-sia.


Come please...!.


Angkat panggilan mu kakak ipar.


Batin laki-laki itu.


Dia terus berusaha menghubungi perempuan tersebut di antara kepanikan nya.


Bola mata nya sejenak menatap kearah depan sana, dimana tiba-tiba sesuatu mengejutkan diri nya tiba-tiba salah satu dari orang-orang itu menatap kearah Dirinya.

__ADS_1


Theo seketika tercekat.


Apa? dia melihat mobil ini?"


Tanya Theo didalam hati nya.


Laki-laki itu jelas menelan salivanya saat dia sadar satu orang tersebut tiba-tiba melangkahkan kakinya menuju kearah Dirinya.


Dia fikir mobil ini berjarak begitu jauh, bersembunyi di antara pepohonan dan semak belukar, apakah orang-orang masih bisa melihat mobil mereka saat ini?!.


Semakin laki-laki itu melangkah mendekati kearah mobil yang dia naiki, semakin Theo gemetaran.


Oh god, aku fikir aku harus buang air kecil sekarang.


Laki-laki itu membatin sambil mencoba menahan tubuh dan tangan nya yang gemetaran.


Otak nya jelas sudah tidak bisa di ajak bekerjasama saat ini, sembari tangannya masih mencoba menghubungi Zeline, bola mata nya tidak lepas memandangi sosok didepannya yang semakin mendekat.


Rasanya dia ingin kencing di celananya saat ini juga.


Dan siapa sangka satu kejadian luar biasa mengejutkan dirinya.


Kletakkkkk


Tiba-tiba saja seseorang mengacungkan pistol tepat kebelakang kepalanya.


Oh my god, what the hell?!.

__ADS_1


Pekik Theo sambil menahan detak jantung nya yang semakin berdetak kencang dan dia tiba-tiba berkata.


"Sebelum membunuh ku bolehkah aku pergi buang air kecil dulu sekarang?!."


__ADS_2