When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Gadis dengan karakter menarik


__ADS_3

Di keesokan harinya


Apartemen utama Dominic


08.20 AM


Bisa Dominic lihat bagaimana ekspresi Zeline saat pertama kali akan masuk ke dalam apartemen nya, gadis itu terlihat mengucapkan salam sambil bola matanya Sibuk menatap ke arah depan.


"Assalamualaikum"


Begitu salam terucap sang istri mulai melangkah kan kaki kanan nya masuk ke apartemen Dominic yang kini menjadi apartemen mereka secara perlahan.


Laki-laki itu hanya menjawab salam didalam hati nya.


Dia bisa melihat ekspresi wajah serta bola mata Zeline yang memperhatikan satu persatu susunan barang yang ada di sana.


Gadis itu seolah-olah mencoba menghapal satu persatu letak barang yang ada di sana, dan mencari tahu tiap susunan ruang yang ada.


"Mungkin ini tidak semewah dan semegah apa yang kamu harapkan'


Ucap Dominic pelan ke arah Zeline.


Sejenak bisa dia lihat gadis itu menoleh ke arah nya, Zeline terlihat mengembangkan senyuman nya.

__ADS_1


"Rumah yang mewah dan megah mungkin akan membuat senang siapa saja tapi didalam rumah seperti itu belum tentu menyimpan kebahagiaan dan kenyamanan bukan? aku lebih suka rumah yang bisa mendatangkan bahagia ketimbang rumah yang mendatangkan pertanggungjawaban besar di akhirat"


"Bukankah ada dalilnya? Saat ini manusia berlomba-lomba dalam mengumpulkan harta untuk membangun rumah yang megah dan mewah seperti istana, padahal hal tersebut adalah salah satu tanda-tanda akhir zaman atau hari kiamat yang akan segera datang. Seorang muslim hendaknya membangun rumahnya dengan sederhana, tidak terlalu luas ataupun tidak terlalu sempit asalkan bisa memenuhi kebutuhan seluruh orang yang tinggal didalamnya"


“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat NERAKA JAHIIM, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” ( QS At Takaatsur: 1-8).


Setelah berkata begitu, gadis itu mencoba menelisik satu ruangan dimana itu adalah kamar milik Dominic.


Yah Dominic benar, saat ini terlalu banyak orang yang membangun sesuatu secara berlebih-lebihan tanpa ingat semua kenikmatan itu akan ditanya soal pertanggungjawaban nya kelak di akhirat.


"Itu akan menjadi kamar kita"


Ucap Dominic lagi sambil membiarkan Zeline masuk dan menelusuri ruangan tersebut sesuai kemauan nya.


"Aku akan meminta pelayan untuk menggantikan suasana nya agar terlihat lebih hidup dan bercahaya"


Dia bicara sambil menelisik wajah Zeline yang tampak cukup fokus menatap ruangan kamar tersebut.


"Apa...aku boleh mengubah sendiri desain nya?"


Tiba-tiba gadis itu bertanya sambil menatap kearah dirinya, bola mata mereka bertemu untuk beberapa waktu.


Bisa dia lihat pandangan penuh harap dibalik bola mata itu.

__ADS_1


"Tentu saja, kamu pemilik nya sekarang, kamu bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginan kamu"


Dominic menjawab sambil berusaha mengembangkan senyuman nya.


Dia secara refleks ingin menyentuh wajah gadis itu tapi dengan cepat dia menyadari soal sesuatu....


Aisshhhh isi surat perjanjian itu pada akhirnya membuat dia kesulitan sendiri.


Ada berapa poin yang dia tulis disana?!.


Dia fikir kenapa dia sekonyol itu kemarin?!.


untunglah tidak ada kata tinggal di kamar terpisah.


Jika tidak habislah sudah dia


Pandangan nya pada gadis itu tiba-tiba berubah.


Dia berbeda, begitu unik Dan menarik.


Begitu Sabar dan lembut.


Bukan sosok gadis rumit dengan jutaan intrik.

__ADS_1


Dia menyukai karakter menarik yang belum pernah dia temui dari perempuan manapun yang pernah dia kenal selama ini.


__ADS_2