
Mansion utama Sky
Kamar tidur Ke dua
03.20 AM
Ketika suara gesekan jarum jam terus bergema di tengah keheningan, ketika langit malam mulai berganti warna menuju ke Fajar Kazib, Sky sejenak mencoba menggerakkan tangan kanan nya untuk beberapa waktu.
Laki-laki itu memilih untuk terlelap di atas kursi sofa, ditemani sebuah bantal mendominasi berwarna putih serta selimut tipis yang menjadi pelindung kulit tubuh yang terbuka.
Posisi awal dia tidur dengan melipat kedua belah tangannya tepat ke bagian depan dada nya, namun kini posisi tersebut berubah seiring berjalannya waktu.
Sejenak Sky menggerut kan keningnya saat samar-samar dia mendengar suara seseorang yang mulai mengganggu pendengaran nya.
Awalnya dia fikir dia mungkin salah mendengar, sebab hanya terdengar samar-samar. Sky masih berusaha untuk melanjutkan tidur nya, tapi lama-lama suara nya semakin mengganggu hingga pada akhirnya laki-laki itu secara perlahan membuka bola matanya.
Dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, mencoba kembali mendengar kan apa yang dia dengar tadi.
Seketika Sky langsung menoleh ke arah depan nya, bisa dia lihat gadis yang ada di atas kasur tersebut terus mengeluarkan suara-suara berisik nya.
Ada apa?.
Sky langsung bangun dari posisi tidurnya.
Rupanya jeslyn terlihat mengigau, tapi.....
Laki-laki itu buru-buru berdiri dan mendekati sosok gadis tersebut.
Gadis itu terus mengeluarkan suara ceracauan nya, bibir indah itu terlihat pucat, jeslyn tampak menggigil, tapi masih dengan memejamkan bola matanya.
Sky langsung menyentuh wajah jeslyn, seketika dia mengerutkan keningnya.
Suhu tubuh gadis itu terlihat tidak baik-baik saja, begitu dia menyentuh wajah gadis tersebut rasanya begitu dingin dan tanpa di duga tiba-tiba tangannya di tarik dengan erat dan gadis itu memeluk kencang tangan nya begitu saja.
"Mom....Mom..."
Lagi gadis itu mengeluarkan suara racauan nya sambil memper erat pelukan nya pada lengan Sky.
"Hei...apa kamu baik-baik saja?"
Sky terlihat begitu panik, dia mencoba menepuk-nepuk pipi kiri gadis itu secara perlahan.
__ADS_1
Alih-alih bangun tiba-tiba bisa dia lihat gadis itu tahu-tahu mengeluarkan air mata nya.
"Mom..."
Dia fikir gadis itu demam tinggi.
Sky langsung berusaha untuk menghubungi Theo melalui handphone nya, dia meraih handphone yang ada di kantong nya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan nya masih terus digenggam oleh gadis tersebut.
Laki-laki itu langsung menghubungi Theo, dia fikir terkutuk lah jika Theo tidak mengangkat panggilan nya.
Ini darurat, dia cukup bingung harus melakukan apa.
1 panggilan.
2 panggilan.
3 panggilan.
4 Panggilan.
What?! Shi..t kau ingin cari mati dengan ku?!.
Apa telinga nya tuli?!.
Atau dia sengaja membuat profil handphone nya jadi diam?!.
Hingga akhirnya panggilan terakhirnya di angkat juga.
"Apa kau tuli?"
Laki-laki itu langsung menyerang Theo dengan nada yang kesal.
"Gadis ini menggigil, datang kemari dan...."
Belum sempat dia bicara Theo langsung menyahut di seberang sana.
"Ya?"
Sejenak dia mengerutkan keningnya.
"Apa..."
__ADS_1
Klikkk
Tutttttt
Tutttttt
Tutttttt
"Hei....yakkkk....breng..sek"
Umpat Sky dengan nada kesal.
Dia langsung melempar kesal handphone nya ke atas kasur.
Dia fikir mudah sekali laki-laki itu menjawab.
"Itu efek pengobatan, berikan air hangat dan selimut, peluk sedikit juga tidak apa-apa,aku masih mengantuk"
Hahhh yang benar saja.
Bisa dia lihat seluruh tubuh gadis itu terlihat menggigil, karena kesal pada akhirnya Sky berusaha mencari air hangat di dispenser yang telah di siapkan Theo sejak tadi, mencoba memberi kan nya pada gadis itu, kemudian Sky menarik beberapa selimut di dekat nya, dia mencoba menutupi seluruh tubuh gadis itu dengan cepat.
Pada akhirnya mau tidak mau sky berbaring di samping Gadis tersebut, membiarkan gadis itu terus memanggil "Mommy" nya berkali-kali dan memeluk dirinya dengan erat.
Wait....!!.
Sky sejenak membeku saat gadis itu memeluk erat tubuh nya.
Dia menaikkan tangan ke atas, agak bingung karena tiba-tiba dipeluk.
"Mom...mom...aku rindu"
Mendengar gadis itu terus meracau dan terisak oada akhirnya Sky terdiam.
"Aku disini, tidurlah samua akan baik-baik saja"
Ucap laki-laki itu sambil menurunkan tangan nya, dia menepuk-nepuk punggung jeslyn Secara perlahan.
"Tidurlah"
Ucap nya Lagi.
__ADS_1