
Mansion utama Dominic
Zeline Sejak tadi terus sibuk mondar-mandir ke kamar mandi, rasa pening dan mual terus menghantam diri nya tanpa sebab.
Niat awalnya ingin menghabiskan makanan yang sudah susah payah di buatkan oleh bibi yang bekerja ditempat mereka tapi Alih-alih bisa memakan semuanya, baru saja dia mencoba menelan 1 sendok makanan tersebut semua isi perut Zeline langsung buyar tanpa bisa dikendalikan.
Dia bukan type Perempuan cengeng yang akan merengek hanya karena sebuah penyakit, bahkan ketika masih anak-anak saat seseorang tanpa sengaja melukai tangan nya dan menciptakan Luka goresan besar di lengan Zeline, dia sama sekali tidak menangis.
Jawaban nya sangat sederhana sekali.
"Aku baik-baik saja"
Tapi kali ini dia benar-benar ingin menangis, bagi nya apa yang dilewati nya seharian sejak pagi terlalu menyiksanya.
Untuk pertama kali nya dia mengeluarkan air mata dan dia merasa begitu merindukan Mama nya.
"Mau saya hubungi tuan, nona?"
Wanita tua itu bertanya sambil menatap iba ke arah majikan nya.
Bibi iza begitu Dominic dan Zeline biasa memanggilnya.
Di urungkan nya niat untuk pulang kerumah, jam kerjanya hanya dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore, kemarin tuan Aland dan nyonya ailee sudah meminta agar dia tinggal bermalam disana, tapi tuan muda Dominic dan nona Zeline nya berkata bukan masalah jika wanita itu tetap bekerja seperti mereka belum menikah dulu.
Kedua orang itu bukan type majikan yang ribet harus mengerjakan segala sesuatu bergantung pada orang lain.
Nona Zeline nya termasuk perempuan rajin yang sangat cekatan, teliti dan begitu rapi.
Setelah dia pulang Perempuan itu akan mengunci semua pintu, membiarkan dia penjaga tetap bertahan di pos gerbang depan dan dia memilih menetap didalam.
Tapi tidak dipungkiri tuan Dominic nya belakangan jauh lebih merasa was-was, laki-laki itu kabar nya tengah mencari seorang perempuan untuk menjadi penjaga istri nya itu.
Tapi Zeline jelas menolak nya karena bagi nya memasukkan seorang perempuan di antara mereka akan menimbulkan sebuah fitnah.
Tidak baik ada perempuan muda yang bukan mahram mereka hadir di sekitar mereka, selain menimbulkan fitnah itu bisa menjadi salah satu petaka didalam rumah tangga.
Syetan Begitu gampang memasuki sebuah hubungan karena orang ketiga.
Hari ini wanita itu jelas tidak punya rasa tega untuk meninggalkan Perempuan cantik itu sendirian, dia fikir sebaiknya dia menunggu sang tuan nya pulang lebih dulu, jika sesuatu yang buruk terjadi maka dia masih ada di mansion tersebut.
__ADS_1
"Tidak apa-apa bik, kita tidak tahu apa kesulitan Dominic didalam pekerjaan nya, begitu mendapat kan kabar buruk aku takut dia menjadi gelisah, selagi semua baik-baik saja itu bukan masalah"
Jawaban Perempuan itu membuat dia memilih untuk diam.
Yah seorang istri sesungguhnya tidak pernah tahu kesulitan suami nya di luar sana, jangan mengabarkan satu berita yang bisa membuat mereka khawatir dan tiba-tiba harus memaksakan diri untuk pulang padahal bisa jadi di luar sana mereka sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Kabarkan lah ketika aku berada dalam keadaan yang benar-benar terdesak dan darurat saja, BI"
Lanjut Zeline lagi.
Perempuan itu lebih memilih membaringkan tubuhnya ke atas kasur, membiarkan Posisi nya menelungkup dan memeluk bantal yang ada di samping nya.
Bibi iza mencoba untuk memijat tubuh perempuan itu sambil mengolesi nya dengan minyak angin secara perlahan hingga tanpa sadar Zeline mulai terlelap didalam tidurnya.
Entah berapa lama waktu berlalu hingga pada akhirnya bisa dia bisa mendengar suara mobil sang tuan nya telah kembali.
Wanita tua itu buru-buru keluar menuju ke arah depan.
"Loh bibi belum pulang?"
Dominic baru saja melangkah masuk kedalam, mencoba melepaskan dasinya dengan cepat.
Biasanya sang istri yang akan menyambut nya pulang, tapi kali ini tidak biasa-biasa.
Mendengar wanita itu bicara dengan nada gelisah, Dominic langsung mengerut kan keningnya.
"Ada apa?"
"Aku fikir sebaiknya tuan membawa nona ke dokter saja"
Mendengar kata dokter Dominic langsung melesat masuk menuju kedalam, membuang tas dan kunci mobilnya ke sembarang tempat.
Dia fikir apakah istri nya baik-baik saja?!.
Laki-laki itu secepat kilat masuk menuju ke arah kamar mereka, bisa dia lihat istri nya tertidur di atas kasur dengan cara memeluk bantal dan dalam posisi telungkup.
Dominic buru-buru naik ke atas kasur, dia menyentuh lembut bahu istri nya.
Seketika bisa dia rasakan Perempuan itu tersentak dari tidurnya.
__ADS_1
"Ada apa?"
Bisik Dominic pelan.
"Kamu sudah pulang?"
Zeline buru-buru membalikkan tubuhnya.
Bisa Dominic lihat Suara istri nya terdengar tidak baik-baik saja bahkan wajah sang istri nya terlihat begitu pucat.
Dia langsung memeluk Perempuan itu secara perlahan.
"Kamu sakit hmmm?"
Tanya nya lagi dengan suara yang begitu lembut.
"Aku hanya merasa perut ku tidak dalam keadaan baik-baik saja, beberapa kali muntah sejak siang tadi"
Suara Zeline terdengar seperti sebuah aduan.
Ini kali pertama dia mendengar istri nya merengek dengan manja.
"Muntah sejak siang?"
Laki-laki itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Istri nya hanya mengangguk pelan.
"Kenapa tidak pergi kedokter?"
"Semua pasti baik-baik saja, aku fikir besok juga akan kembali seperti semula"
Dominic terlihat diam, membiarkan tubuh mereka saling memeluk Antara satu dengan yang lainnya.
Tidak tahu kenapa tapi apakah berdosa jika mendahului Allah? dia belum menemui istrinya mendapat kan bulanan nya selama beberapa bulan mereka menikah.
Hanya di bulan pertama setelah itu dia tidak melihat nya lagi.
Apakah mungkin?!.
__ADS_1
Seketika laki-laki itu mengencang kan pelukan nya, ada detakan jantung yang dirasa tidak beraturan menghantam Palung hati nya.
Seulas senyuman mengembang dibalik wajah lelah nya.