When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Terlalu manis


__ADS_3

"Ini dibuat dengan ikhlas dan tulus"


Jawab laki-laki itu kemudian.


Mendengar jawaban sang Suami nya Zeline terlihat mengembangkan kembali senyuman nya, gadis itu secara perlahan beranjak dari duduk nya, dia berusaha menyelesaikan sisa tugas-tugas suaminya, gadis itu dengan cekatan meletakkan piring makan beserta peralatan lainnya di atas meja makan.


"Biar aku saja"


Ucap Dominic saat melihat reaksi yang dilakukan Zeline.


"Bukankah dalam rumah tangga diperlukan sebuah kerja sama? itu akan terlihat lebih manis dan terasa lebih nikmat"


Jawab Zeline sambil mengambil teko air minum didalam lemari pendingin.


Sejenak Dominic diam, kemudian laki-laki itu mengangguk kan pelan kepalanya.


Dia melanjutkan pekerjaannya nya, membiarkan sang istri mengerjakan sisa tugas nya.


Cukup lama mereka berkutat di dapur hingga pada akhirnya Setelah Dominic merasa apa yang dia masak selesai, dia terlihat melirik kearah Zeline yang mencoba meraih sebuah mangkuk besar di atas kitchen set yang cukup tinggi, Karena tubuh gadis itu kecil maka cukup menyulitkan dia menggapai nya.


Meskipun kaki nya sudah menjinjit keatas, Zeline tetap saja tidak bisa mencapainya.


Dominic terlihat tertawa pelan, dia kemudian dengan cepat berdiri tepat dibelakang Zeline, membiarkan tubuh nya menempel di depan tubuh gadis tersebut.


"Kenapa tidak bilang Bantu aku Om?"


Suara laki-laki itu seketika mengejutkan Zeline,


Suara khas Dominic memenuhi gendang telinga nya, membuat dia seketika spontan menoleh karena terkejut.

__ADS_1


Tanpa sadar bola mata mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


Bisa Dominic lihat rona merah di wajah gadis itu terlihat tercetak dengan sempurna di antara kedua belah pipi seputih pualam tersebut.


Tidak tahu apa yang dirasakan oleh istri nya, yang jelas ada satu getaran manis yang melewati jantung hati Dominic hingga menjalar melewati seluruh aliran darah nya.


"Maaf Om, aku fikir Om masih sibuk dengan kegiatan om"


Zeline buru-buru berusaha membuang pandangannya, menatap kembali ke Arah depan dengan cepat.


Dominic langsung mengulum senyuman nya lantas tetap membiarkan tubuh gadis itu berada didepan nya dimana dia yang menggantikan posisi Zeline dalam mengambil mangkuk yang ada di atas sana.


Keheningan jelas terjadi, bisa jadi dua anak manusia itu saling berpacu melawan detak jantung yang tidak rela berhenti berdetak karena rasa malu.


Sepersekian detik kemudian Dominic langsung memutar tubuhnya, dia meraih sebuah sendok dan mencoba mengambil sup yang ada di hadapannya itu, lantas Dominic mencoba memastikan jika sup daging yang dia buat telah dingin di sendok besar tersebut.


"Kemarilah"


"Ya?"


"Berikan pendapat"


Ucap Dominic sambil mendekatkan sendok berisi sup tersebut kearah Zeline.


"Ya?"


Tatapan bola mata gadis itu menyiratkan sesuatu yang tidak bisa Dominic tebak.


"Pastikan rasanya Sesuai dengan selera kamu"

__ADS_1


Ucap Laki-laki itu lagi.


Pada akhirnya secara perlahan gadis itu membuka mulutnya, membiarkan tangan kokoh itu menyuapi dirinya.


Cukup lama Dominic menunggu ekspresi Zeline, hingga akhirnya seulas senyuman mengambang dari Balik bibir sang istri.


"Ini lezat"


Kata-kata Zeline jelas terdengar tulus, bisa dipastikan dia tidak berbohong melihat dari ekspresi cara dia menikmati makanan tersebut sambil mengeluarkan cahaya berbinar-binar dibalik bola mata indah tersebut.


Dominic jelas merasa senang melihat ekspresi wajah Tersebut, dia kemudian mencoba kembali meletakkan kuah sup tersebut ke dalam sendok yang sama, lantas gantian laki-laki itu yang mencoba rasanya.


"Hmmmm Pas"


Ucap nya sambil membalikkan tubuhnya.


Zeline sejenak membeku, dia menatap punggung laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Seulas senyuman mengembang dibalik bibir nya saat dia sadar mereka menggunakan satu sendok yang sama untuk mencicipi makanan yang sama.


Tidak ada rasa jijik atau sungkan di antara mereka.


Pada akhirnya setelah memastikan semuanya selesai, Dominic mulai menyajikan semua nya ke atas meja makan, dia bahkan memasukkan nasi ke dalam piring makan tersebut, menghidangkan makanan yang sudah di buat oleh nya ke hadapan Zeline.


"Selamat menikmati"


Ucap Dominic sambil mencoba mengembangkan senyuman nya.


Sejenak Zeline menatap laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, kemudian dia berkata.

__ADS_1


"Mari makan bersama"


Setelah berkata begitu gadis itu mencoba untuk meraih sebuah piring nasi yang masih kosong, dia meletakkan nasi kedalam piring Tersebut kemudian mulai meletakkan nya ke hadapan Dominic.


__ADS_2