When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Ujian dan cobaan


__ADS_3

Pusat penjara xxxxxxx


lewat tengah malam


Di antara pekat dan gelapnya di balik beberapa jeruji besi di mana para penjahat dengan berbagai macam kasus dan kesalahan duduk meringkuk di dalam tempat yang disebut penjara tersebut.


Di satu ruangan pengap berukuran tidak lebih dari 2 x 2 meter tersebut seorang laki-laki berusia sekitar 45 tahunan terlihat membaringkan tubuhnya tanpa mengeluarkan sedikit pun suaranya.


Bola matanya terlihat fokus menatap seorang laki-laki muda yang terlihat khusyuk dengan sholat nya.


Yah itu adalah Dominic, laki-laki tersebut terlihat duduk diantara dua sujud nya untuk waktu yang begitu lama sejak tadi.


Ini adalah malam pertama dia duduk dibalik jeruji besi tersebut, tempat dimana menjadi tempat yang sebenarnya ingin sekali dihindari oleh semua orang.


Tapi terkadang ada alasan khusus yang membuat beberapa orang termasuk dirinya terpaksa harus berada di tempat itu.


Laki-laki itu mulai mengucapkan salam terakhir nya, kemudian secara perlahan telapak tangan Dominic meraup wajah tampan nya tersebut.


Bagi laki-laki itu ini mungkin satu ujian musibah yang tidak bisa dia elakkan lagi.


Satu kasus yang dipaksa naik ke permukaan tanpa ada yang tahu bagaimana kenyataan nya dimasa lalu.

__ADS_1


Dia tidak menyangka keadaan ini akan pecah dikala semua keluarga besar sedang menikmati kebahagiaan soal kehamilan istrinya.


Laki-laki itu mencoba menekan diri soal apa yang dijalankan dirinya saat ini, musibah dan cobaan di awal pernikahan.


Dan Dominic tahu kunci utama ketika mendapat kan musibah adalah bersabar bukan?!.


Begitu besar pahala orang-orang yang bersabar. Rasulullah SAW dalam sabdanya memberikan kabar gembira bagi Muslim yang bersabar saat tertimpa musibah. Ini sebagaimana riwayat Muslim dari Aisyah RA:


“Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada satupun musibah (cobaan) yang menimpa seorang Muslim, melainkan dosanya dihapus Allah Ta'ala karenanya, sekalipun musibah itu hanya karena tertusuk duri." (HR Muslim).


Yang terkadang manusia sering mengeluh ketika ditimpa musibah atau cobaan. Ada yang bilang, “Allah tak adil, yang kaya makin kaya, yang miskin tetap saja miskin selamanya”. Ungkapan ini sering dilontarkan sebagai bentuk kekesalan atas kekurangan yang ada pada diri manusia, terutama segala hal yang berkaitan dengan ekonomi ataupun yang lainnya.


Sebenarnya, manusia akan naik pangkat dan derajat ketaqwaannya di hadapan Allah bila mereka kuat dalam menghadapi segala musibah, ujian dan cobaan dalam kehidupan ini. Ali bin Abi Thalib pernah berkata: “Allah akan menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai macam ujian berat,  juga mencatat segala usaha sebagai bentuk ibadah dan mengujinya dengan berbagai macam cobaan. Tujuannya adalah agar manusia tak memiliki hati yang sombong, selalu rendah hati, juga sebagai kunci mendapatkankan anugerahnya dan membuka pintu pengampunan-Nya.


Dimana Ujian merupakan musibah yang menimpa orang-orang yang beriman dan rajin beribadah. Dengan tujuan untuk menguji ke istiqomahanmu dan menguatkan keyakinannya. Dalam Al-Quran, Allah berfirman bahwa kita jangan mengaku dulu beriman sebelum kita diberikan ujian yang berat, seperti sakit, kurangnya harta, takut akan kelaparan, fitnahan, cacian, makian dan sebagainya. Allah Subhanahu wa Ta'ala, berfirman.


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”(QS. Al-Anbiya: 35)


Duniaini adalah medan perjuangan seorang mukmin untuk menjadikan manusia sebaik-baik hamba, yang dinilai dari amalnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala, berfirman.


 “Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 1-2).

__ADS_1


Namun di balik semua keadaan ada satu kekhawatiran yang menimpa dirinya.


Adakah istrinya percaya dengan dirinya?!.


Dia takut Zeline meragukan persoalan dirinya karena ujian tersebut.


Dia takut istri nya berfikir jika dia benar-benar melakukan hal tidak terpuji tersebut.


Sejenak laki-laki tersebut memejamkan bola matanya, laki-laki itu membiarkan buliran air matanya jatuh di atas sajadah nya karena segala kesalahan nya di masa lalu hingga membuat dia harus menerima musibah di saat Sekarang ini.


Dan ditengah keadaan tersebut tiba-tiba seseorang muncul di balik jeruji besi tersebut, berjalan mendekat dengan langkah perlahan, lantas berdiri menatap Dominic dengan penuh kebencian.


"Apa kamu menikmati tempat tinggal baru mu, Dominic Faith yildiz?"


Sebaris pertanyaan itu dilontarkan dengan nada yang begitu dingin juga datar.


Dominic secara perlahan menoleh kearah asal suara.


Laki-laki itu terlihat menatap sosok yang ada di balik jeruji besi tersebut dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Rupanya itu kau?".

__ADS_1


Seru Dominic dengan suara yang tidak kalah datar nya.


__ADS_2