When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Gadis kecil yang menyedihkan


__ADS_3

Disisi lainnya


Lewat tengah malam


Seorang laki-laki tua terlihat berjalan terpincang-pincang menggunakan tongkat kayu yang ada di tangan kanan nya menuju ke arah sebuah kamar yang ada di sisi kanan nya.


Bola mata merah dengan bekas luka di balik wajah kanan nya menampilkan satu kengerian sendiri di Balik wajah tua yang telah berkerut tersebut.


Badan besar dan tinggi tersebut kini menyeruak masuk ke arah kamar mendominasi berwarna cream tersedia, dia melangkah terus dengan ketukan tongkat kayu yang terus memekakkan telinga tersebut.


Seorang bocah perempuan kecil berusia sekitar 5 tahunan terlihat tertidur pulas di atas kasur mendominasi bewarna biru.


Masih tersisa Isak tangisan dari balik bibir gadis kecil itu, suar nya terdengar begitu memilulan seolah-olah dia sering melewati masa sulit didalam hidup nya, beberapa kulit tubuh nya terlihat memerah, bahkan ada tanda bekas merah yang melintasi kulit punggung nya ketika pakaian gadis kecil itu sedikit terangkat.


Laki-laki itu sejenak berdiri menatap wajah perempuan itu untuk beberapa waktu.


Dominic, kau harus merasakan apa yang orang-orang miskin seperti kami rasakan.


Apa rasanya saat kamu hidup dibalik jeruji besi seperti kamu membuang kami di balik jeruji besi seperti dulu.


Dan Pastikan kamu mengingat bagaimana kamu memperlakukan Amena di masa lalu bersama Hamid.


Setelah bergumam seperti itu, laki-laki itu menghela kasar nafas nya,dia sama sekali tidak menyentuh bocah perempuan Tersebut.

__ADS_1


Bagi nya bocah itu hanya aib yang ditinggal kan oleh banyak orang di rumah nya, dia begitu membenci nya.


Tapi dia menunggu gadis kecil itu tumbuh sebesar hari ini hanya untuk menggunakan nya sebagai alat untuk bisa menekan Dominic yang kehidupan nya kian hari kian terlihat bahagia.


Jangan harap pernikahan mu akan baik-baik saja.


Setelah berguman begitu, laki-laki itu kembali menekan tongkat yang ada di tangan kanan nya ke atas lantai.


Suara saling adu tongkat kayu dan lantai terdengar memekakkan telinga, laki-laki itu perlahan beranjak meninggalkan kamar dingin tersebut begitu saja.


Begitu pintu tertutup masih terdengar isakan tangis didalam kamar tersebut, angin sepoi-sepoi melewati jendela kayu yang tidak benar-benar tertutup dengan rapat.


Gadis kecil itu masih terisak didalam tidur nya.


Gadis kecil itu terus bergumam sambil menangis terisak, tangan nya Bergerak gemetaran, keringat dingin membasahi kening dan punggung nya.


Di alam bawah sadar nya, kejadian yang sama terus terulang berkali-kali dimana laki-laki tua itu memukul dia dengan tongkat kayu nya.


Apakah dia bersalah?!.


Dia tidak tahu.


Tapi laki-laki tua yang dipanggil nya kakek itu selalu menatap nya dengan penuh kejijikan.

__ADS_1


Laki-laki itu berkata wajah nya tidak layak untuk di lihat karena dia adalah anak haram yang tidak diinginkan.


Meskipun dia menangis meminta ampun tiap kali di pukul, meskipun seluruh punggung nya telah membiru bahkan mengelupas, meskipun dia pernah berada di fase sekarat beberapa kali dulu laki-laki itu tetap tidak menatap nya dengan iba.


Dia dipaksa besar sebelum waktunya.


Saat anak-anak lain masih sibuk di manja dan bermain-main dihalaman rumah, meminta di gendong dan dipeluk oleh orang dewasa, bermain Boneka dan diikat rambut nya,dia dipaksa menjadi perempuan dewasa yang bisa membereskan rumah, bergerak terbiasa untuk mandiri melakukan apa-apa sendiri dan memenuhi seluruh kebutuhan laki-laki tua yang dipanggil nya kakek dengan tubuh kecil penuh ketakutan tersebut.


Dibalik wajah cantik itu, dibagian punggung nya akan terlihat barisan Luka mengerikan yang terus membekas sejak bayi.


Bahkan belakangan satu ancaman di berikan laki-laki itu pada nya.


"Jika aku mengeluarkan kamu dari rumah dan orang-orang bertanya, katakan kau adalah putri Dominic dari gadis yang bernama Amena, nama mu adalah Azalea"


Ucap laki-laki itu sambil menggenggam erat wajah kecil berkata indah tersebut.


"Apa kau dengar bi..natang?"


Bentak laki-laki tua itu kemudian melepaskan genggaman tangan nya.


Lalu bocah mana yang akan berani berkata tidak untuk perintah seseorang laki-laki yang bertubuh besar dan kekar hampir 10x lipat dari nya?!.


"Ya kakek"

__ADS_1


Jawab nya dengan bibir gemetaran, bola matanya seperti biasa ketakutan, tubuhnya terlihat meringkuk perlahan ke bawah meja disisi kanan nya.


__ADS_2