
Disisi lain
Kamar tidur jeslyn
Suara gemericik air dari arah kamar mandi terdengar memenuhi ruangan kamar mendominasi bewarna putih tersebut.
Jeslyn yang sejak tadi membersihkan tubuhnya langsung mematika shower 🚿 yang ada di atas kepala nya.
Dia fikir setelah menyelesaikan sesi membersihkan diri, makan malam akan menjadi penutup kegiatan diri nya hari ini.
Tapi begitu dia menghentikan semua kegiatan mandi nya tiba-tiba jeslyn menyadari soal sesuatu.
Oh god?!.
Gadis itu tercekat.
Jeslyn terlihat celingak-celinguk kesana-kemari mencari sesuatu di atas gantungan pakaian yang ada disisi kanan nya,bahkan dia menoleh kearah wastafel kamar mandi mencari handuk nya disana.
Bagaimana ini?!.
Gadis itu terlihat panik saat dia menyadari soal sesuatu.
Dia lupa membawa handuk mandinya.
Ditengah kebingungan gadis itu terlihat menyentuh keningnya untuk beberapa waktu.
Gadis itu jelas gelagapan, dia fikir bagaimana bisa dia seceroboh ini.
Dia mencari pakaian nya, seketika Jeslyn mengehela kasar nafasnya.
__ADS_1
Pada akhirnya Jeslyn berusaha untuk bertahan dikamar mandi untuk beberapa waktu, kemudian gadis itu mencoba membuka pintu kamar mandi secara perlahan, dia berusaha untuk mengintip keluar sejenak, mencari sosok Sky yang dia tidak tahu apakah laki-laki itu masih ada di kamar mereka atau tidak.
Terkutuk lah dirinya karena lupa membawa handuk mandi saat bergerak terburu-buru ke arah kamar mandi tadi, dia baru sadar pakaian nya sudah dia buang ke tempat pencucian, sudah basah kuyup tidak bisa di pakai sama sekali.
Kini rambut basah nya tergerai dengan sempurna dan dia terpaksa menggunakan pakaian dalam nya saja.
Jeslyn fikir saat ini Pilihan nya hanya ada dua.
Jika sky masih ada di kamar mereka maka jeslyn terpaksa meminta Laki-laki tersebut mengambil handuknya.
Tapi jika sky sudah menghilang dari sana maka dia pantas bersyukur, dia harus lari dengan cepat ke arah walk in closet, meraih handuk yang dia tinggal kan disana dan mengganti pakaian nya dengan cepat.
Namun bicara lebih dulu pada Sky dan meminta bantuan laki-laki tersebut seolah-olah menurunkan harga dirinya.
Dia masih marah pada laki-laki itu yang kini sudah sah menjadi suami nya tersebut.
Pernikahan paksa yang terjadi karena perbuatan laki-laki itu masih menyisakan rasa kecewa.
Bagaimana mungkin ada darah mengering di kasur yang dia tiduri.
Apalagi Theo berkata semalaman Sky lah yang ada di kamar bersama dirinya dimana dia terbaring dengan lemah kala itu.
Dia marah karena Sky memanfaatkan kesempatan didalam kesempitan.
Jeslyn masih berusaha mengintip di Antara pintu kamar mandi, mencari sosok Sky di seluruh ruangan.
Bola matanya mencoba menyusuri seluruh ruangan, tapi dia tidak menemukan sama sekali sosok laki-laki tersebut.
Kemana dia?!.
__ADS_1
Jeslyn terlihat menggigit bibir bawahnya, dia masih menggenggam erat daun pintu, bergerak sedikit ragu-ragu.
Hati nya berkata tunggu dulu jeslyn, perhatikan sekitar mu sebentar lagi.
Tapi otak nya mendesak agar dia segera keluar dari kamar mandi tersebut, berlarian dengan cepat kearah walk in closet dan menyambar handuk yang dia letakkan disana tadi.
Pada akhirnya gadis tersebut langsung berlarian dengan cepat melesat menuju kearah walk in closet.
Dia Fikir sebentar lagi dia akan sampai ke tempat sasaran tapi satu hal mengejutkan dirinya saat tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dan ......
Hahhh?!.
Jeslyn tercekat saat Sky tiba-tiba masuk ke dalam kamar sambil membawa beberapa barang di tangan nya.
Begitu pintu terbuka Sky masih belum menyadari kehadiran jeslyn dihadapan nya, dia buru-buru menutup pintu kamar dan....
Seketika Sky membeku saat dia melihat sebuah pemandangan luar biasa dihadapan nya.
Brakkkkkk
Barang yang ada ditangan laki-laki tersebut langsung jatuh berhamburan.
Sky seketika menelan salivanya.
Oh shi..t.
Dia melihat pemandangan luar biasa dimana jeslyn hanya menggunakan pakaian dalam nya saja.
"Akhhhhhh"
__ADS_1
Seketika jeslyn berteriak histeris, dia panik sepanik nya manusia.
Dan bersyukur lah pada Allah karena kamar tersebut kedap suara.