When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Merencanakan sesuatu


__ADS_3

Apartemen utama Dominic


23.20 Malam


Oh god.


Dominic langsung menghempaskan tubuhnya sambil mengeluh didalam hati nya.


Dia fikir weekend kali ini benar-benar menyiksa dirinya.


Kehidupan nya mulai akan di stir oleh kata perempuan, dan dia bisa jadi kehilangan kebebasan nya setelah hari pernikahan nanti.


Gila!.


Itu yang ada di kepalanya saat ini.


Semua Seolah-oleh dilakukan dengan cara tergesa-gesa.


Setelah orang tua nya membawa nya menghantarkan seserahan, mereka langsung menentukan tanggal pernikahan.


Sekarang yang jadi pertanyaan apakah dia mau melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru?!.


Realita nya Tidak.


Dia fikir ingin sedikit diberikan waktu longgar untuk memahami segala situasi.


Tapi kenyataannya tidak ada yang bersedia memberikan kelonggaran waktu saat itu hingga sekarang untuk dirinya.


Dan Yang membuat dirinya gila, bagaimana gadis kecil itu bisa terlihat begitu tenang?!.


Gadis itu sama sekali tidak memperlihatkan raut wajah panik nya, terlihat begitu tenang menghadapi keadaan.

__ADS_1


Seolah-olah tidak memiliki beban atas pernikahan yang akan mereka jalankan.


Realita nya mereka adalah orang asing yang dipertemukan dengan paksa dan tidak saling mengenal di antara satu dengan yang lainnya.


Kenapa dia bisa setenang itu?!.


Barisan pertanyaan itu menghantam kepala Dominic sejak tadi.


Laki-laki itu menghembuskan nafas dengan kasar, dia menoleh ke arah sisi kanan nya dan mulai memperhatikan handphone nya yang tergeletak di samping nya sejak tadi.


Entahlah apa yang sebenarnya dia fikirkan saat ini tapi dengan cepat dia menyambar handphone tersebut lantas langsung duduk di sisi kasur dimana dia berbaring tadi.


Dominic mencoba untuk menghubungi seseorang.


Cukup lama dia menunggu jawaban dari seberang sana hingga akhirnya bisa dia dengar jawaban yang dia harapkan.


"Halo, tuan?"


"Buatkan aku sesuatu dan pastikan itu sudah ada di atas meja kerja ku besok"


Ucap Dominic cepat.


"Ya?"


Itu adalah Reihan, laki-laki itu terlihat bingung.


"Aku akan mengirimkan konsep nya berupa poin-poin penting di dalam nya dan kamu bisa mengembangkan isi nya sesuka hati mu"


Lanjut dia lagi.


Reihan baru akan membuka mulutnya untuk menjawab tapi...

__ADS_1


Klek


Tutt......


Tutt......


Dominic langsung mematikan panggilan nya.


Laki-laki itu tiba-tiba menaikkan ujung bibirnya sambil berkata didalam hatinya.


Kita lihat siapa yang sanggup bertahan dengan semua ini.


Setelah berkata begitu, laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya, dia berjalan ke arah sebuah meja nakas dan mencoba meraih sebuah botol minuman disana, Dominic menuangkan isi nya secara perlahan kedalam gelas tersebut.


Setelah itu laki-laki itu berjalan menuju kearah pintu sisi kanan kamar nya, dia keluar menuju ke arah teras kemudian mulai berdiri di pinggiran pembatas sambil menyesap perlahan minuman yang ada di tangan nya tersebut.


Laki-laki itu menikmati apa yang selalu dia nikmati sambil membuang semua beban didalam hati nya saat ini.


Yeah bukan kah aku pemegang kendali nya? kenapa aku harus pusing memikirkan hal yang seharusnya tidak aku pusingkan?!.


Batin Dominic sambil menatap ke arah pusat kota malam Jakarta dimana jalanan nya masih terlihat ramai.


Siapa yang akan bertahan di antara kita.


Batin nya sambil mengembangkan senyuman ter licik nya.


*******


Catatan \=


Biasanya novel-novel sebelah yang panik dijodohkan cewek yah Mak? lah ini yang panik cowok yah makkkk wkskwkwkwkkw🤭🤭🤭🤣🤣🤣.

__ADS_1


__ADS_2