
Mansion utama Abigail
Disebuah ruangan mendominasi berwarna putih, semua orang terlihat duduk dalam keadaan panik bahkan adik juga yang berdiri.
Dominic terlihat begitu panik dan gusar, sejak tadi mondar-mandir kesana-kemari dalam keadaan tidak jelas.
Reihan terlihat menatap sosok sang tuan nya yang sejak tadi tidak bergerak persis seperti gosokan pakaian.
Laki-laki itu sejak tadi hanya bisa menutup mulutnya.
Zeline hanya bisa duduk di salah satu kursi sofa sambil sesekali mencoba bicara melalui handphone nya.
Dominic fikir kepergiannya sejenak meninggalkan kedua adiknya karena harus menemui seseorang di tempat lain dan membiarkan Eisha juga jeslyn pergi lebih dulu ke mall untuk berbelanja akan baik-baik saja, tapi siapa sangka kekacauan tiba-tiba terjadi.
rupanya ada seseorang yang mengincar istrinya, tanpa sepengetahuan dirinya dan orang itu bergerak hingga menyebabkan kekacauan besar dan hingga menyebabkan penculikan salah sasaran.
Orang itu membàwa jeslyn yang disangka nya adalah istri nya.
Dan seseorang yang lainnya membàwa adik nya Eisha.
Yang membuat Dominic marah, salah satu dari orang-orang itu adalah Sky sang lawan lama nya dimasa lalu.
Mana dia tahu laki-laki itu masih memendam dendam Luka lama perihal seseorang di masa lalu mereka.
Bagi sky Dominic menyakiti perempuan yang menjadi tempat laki-laki itu bergantung selama ini, tapi realita nya dia sama sekali tidak menyakiti Perempuan itu.
Dia yakin mandy pasti menjadi provokator untuk menghasut sky agar laki-laki itu menyerang nya dan menghancurkan apapun yang ada di dalam dirinya.
Bagi nya Perempuan itu terlalu licik Bergerak hingga sampai sejauh ini.
Dia pikir setelah kejadian di Indonesia, Mandy tidak mungkin Bergerak kembali.
__ADS_1
Tapi kali ini Mandy menggunakan nama perempuan dimasa lalu sky untuk menekan dirinya melalui sky.
Dan dia ingin tahu, siapa lagi yang di hasut oleh perempuan itu untuk menghancurkan dirinya dan pernikahan nya.
"Apa kalian belum juga bisa menemukan keberadaan mereka?"
Suara Dominic kali ini terdengar mulai meninggi, dia panik, benar-benar panik.
Bagaimana dia menjelaskan persoalan adik nya pada Daddy nya jika laki-laki tua itu menghubungi diri nya.
Dan bagaimana jika uncle Murat nya juga menghubungi Dirinya?!.
Dia adik perempuan nya menghilang secara bersamaan.
"Albi?"
Zeline jelas mengerutkan keningnya, dia langsung mendekati sang Suami nya, meminta agar laki-laki itu bisa menekan kemarahan dan emosinya.
Bisa dilihat bagaimana laki-laki itu berusaha untuk menghela kasar nafasnya.
"Aku takut sky menyakiti salah satu dari mereka"
Dia bicara sambil menatap dalam bola mata sang istri nya.
Zeline menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Jangan pernah berfikir yang tidak-tidak dan jangan pernah berkata yang tidak-tidak"
Ucap Zeline sambil menyentuh lembut telapak tangan Dominic.
"Sebab ucapan adalah doa"
Dalam surat Al Isra 53;
__ADS_1
وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا
“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
"Karena yang kita ucapkan sesungguhnya syaitan juga mendengar nya"
Jika kamu berulang-ulang mengucapkan kata-kata itu, kamu akan dapat mewujudkan dalam kenyataan.
Dalam Nashoihul ‘ibad hlm. 65, syeikh Nawawi memuat ucapan dari imam al-Kasa`i dari Bahr Kamil
احفظ لسانك ان تقول فتبتلي * ان البلاء موكل بالمنطق
“Jaga lisanmu mengucapkan sesuatu, jika tidak ingin terkena musibah, sesunggguhnya bala/musibah terwakilkan pada apa yang diucapkan”.
Kemudian Zeline menyentuh lembut wajah suami nya.
"Kata-kata itu adalah doa, maka selalu ingat untuk menjaga kata-kata yang kita ucapkan"
"Sebab apa yang Kita ucapkan sudah tercatat oleh malaikat, dan itu akan terwujud dalam kenyataan"
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qof: 18).
"Berbaik sangka lah, anggap saja ini merupakan salah satu ujian dari keluarga kita, seperti kata Uncle Abigail, 1 x 24 jam selambat-lambatnya dalam 2 x 24 jam mari bergerak perlahan menuju ke kandang musuh"
"InsyaAllah Eisha dan jeslyn bisa menjaga diri mereka"
Mendengar ucapan Zeline, seketika Dominic terdiam.
******
Catatan \=
__ADS_1
Karena itu Jangan sesekali sembarangan berkata kepada anak-anak kita dengan kata-kata yang buruk misal; “goblok”, “nakal” dll. Wallohu A’lam.