
Ciuman yang diberikan Dominic cukup terasa lama, begitu hangat,dalam dan penuh gairah.
Membuat Zeline seketika mengencang kan pegangan nya pada lengan sang suami, jelas Begitu terkejut karena mendapatkan ciuman mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Dia bahkan tidak sempat mengambil nafas.
Seketika gadis itu memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, membiarkan laki-laki itu memberikan moment baik untuk ciuman pertama mereka.
Ah tidak sebenarnya dia juga terkejut, karena realita nya itu juga ciuman pertama Zeline.
Jadi dia pantas merasa terkejut dan sedikit bingung.
Cukup lama Hingga akhirnya ciuman itu terlepas juga.
Bisa Dominic lihat ekspresi sang istri nya yang baru membuka bola matanya, gadis itu terlihat begitu kikuk, rona wajahnya langsung memerah karena malu.
Seolah-olah Dominic tidak memiliki alasan untuk menjelaskan ciuman tiba-tiba nya tadi, laki-laki itu langsung menyambar gelas kopi nya, duduk di atas kursi lantas menyesap minuman nya secara perlahan.
Laki-laki itu mengulumkan senyuman nya, begitu curang karena dia ingin memikirkan soal Surat perjanjian yang dia buat secara konyol kemarin.
Dan ciuman itu akan dia jadikan sebagai penambah imun untuk sarapan pagi.
Melihat ekspresi Dominic yang seperti tanpa dosa, buru-buru membuat Zeline membalikkan tubuhnya dengan cepat.
Gadis itu langsung kembali bergerak menyiapkan sarapan dengan wajah masih memerah karena malu, sesekali tangannya menyentuh Tengkuk nya karena malu atas ciuman tadi.
"Katakan pada ku"
Tiba-tiba suara Dominic terdengar tepat dibalik telinga kanan Zeline, membuat gadis itu seketika Terkejut.
__ADS_1
"Ya?"
Laki-laki itu tahu-tahu sudah berada dibelakang nya, mencoba mengambil roti sandwich yang disiapkan oleh Zeline.
Kali ini Laki-laki itu begitu pandai memainkan irama dalam menciptakan suasana hangat dan akrab di antara mereka.
Seolah-olah dia kembali menjadi Dominic perayu unggul tapi bukan untuk sembarang gadis, dia melakukan nya karena dia berfikir cukup ekstra selama beberapa malam ini.
Dia jelas istri sah nya yang memang dia ber hak atas seluruh diri gadis tersebut begitu juga sebaliknya.
Dan dia jelas tidak harus takut jika Faith yildiz menjadi milik istri nya bukan?!.
Jadi kenapa dia harus terlalu pusing memikirkan soal Surat perjanjian nya?!.
Toh dia tinggal mencari cara untuk menghancurkan Surat perjanjian konyol tersebut.
Posisi Dominic jelas berada tepat dibelakang Zeline, dia meraih sandwich tersebut sambil tangannya hampir melingkar ke arah pinggang gadis tersebut karena posisinya tepat berada di hadapan Zeline.
Gerakan Dominic jelas membuat Zeline sedikit membeku, karena dilihat dari sudut belakang Laki-laki itu seolah-olah sedang memeluk pinggang nya.
"Bagaimana jika kita pergi ke Prancis lusa?"
Tanya Dominic lantas menatap dalam sisi samping kanan wajah Zeline.
Bisa dia pastikan wajah cantik itu terlihat berfikir.
Membiarkan Posisi mereka seperti itu, dia tidak marah apalagi Mencoba untuk menghindar.
"Bagaimana dengan persiapan keberangkatan nya? apa itu tidak terburu-buru?"
__ADS_1
Tanya Zeline lantas langsung menoleh ke arah Dominic.
"Tidak terlalu"
Laki-laki itu menjawab cepat, membiarkan wajah dan bola mata mereka saling bertemu dan beradu dalam keadaan yang begitu intens.
"Lalu bagaimana dengan perusahaan?"
Lagi gadis itu bertanya, ada rona khawatir di Balik ekspresi wajah cantik nya.
"Bukankah Daddy sudah bilang? Ayaz akan menggantikan posisi ku sementara"
Mendengar ucapan Dominic sejenak Zeline terlihat berfikir, dia kemudian mencoba kembali menatap ke arah depan.
"Aku akan mulai menyiapkan pakaian kita untuk pergi"
Jawab Zeline kemudian sambil mengembang kan senyuman nya.
Mendengar jawaban sang istri jelas membuat Dominic ikut mengembangkan senyuman nya, dia kemudian dengan cepat langsung meraih sandwich yang ada di dalam piring kemudian bergeser dari posisi nya menuju kearah meja makan.
Prancis?!.
Bukankah itu tujuan destinasi bulan madu terbaik untuk mereka?!.
Pagi ini begitu manis, bahkan pergi ke Prancis jelas akan terasa jauh lebih manis.
Lagi Dominic mengulum senyuman nya lantas mulai menyantap sandwich Milik nya secara perlahan dengan hati berbunga-bunga.
Dia hanya bahagia, bukan bahagia karena baru saja menang lotre atau bahagia karena mendapat kan perempuan manapun yang dia mau seperti masa kemarin, tapi bahagia kali ini berbeda, rasa unik yang belum pernah dia rasakan didalam seumur hidup nya.
__ADS_1