
Kembali ke masa kini
Disebuah bangunan besar yang menjulang tinggi dipinggiran kota Jakarta, lampu-lampu bangunan tersebut seolah-olah sengaja si matikan oleh sang pemilik nya hingga membuat suram mata memandang.
Belum lagi beberapa Pepohonan besar didepan rumah yang ditanam tidak beraturan membuat rumah tersebut semakin menampakkan kesan paling mengerikan didalam nya.
Lembaran demi lembaran dedaunan yang berjatuhan dibawah nya tanpa pernah dibersihkan membuat orang-orang yakin jika rumah besar tersebut sama sekali tidak berpenghuni.
Di temani langit malam yang semakin mendingin ditengah cuaca mendung yang menandakan jika hujan tidak lama lagi akan turun.
Ketika sebuah mobil mendominasi berwarna hitam memilih memutar dan menghentikan gerakan nya dari arah halaman belakang, bisa dilihat dua sosok keluar Dari mobil tersebut dan berjalan dengan tergesa-gesa.
seolah-olah menandakan keadaan genting yang membuat mereka harus secepatnya berpacu dengan waktu.
Reihan bergerak dengan cepat diikuti oleh Taj dibelakang nya, mereka mencoba menyeruak masuk kedalam bangunan tua tersebut dengan keadaan yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.
Ada yang harus mereka lakukan didalam sana.
Taj terlihat mengeluarkan handphone nya, mencoba menyalakan lampu untuk memberikan penerangan didalam sana.
"Sial, aku tidak punya mata terbaik didalam kegelapan"
Reihan mengumpat kesal.
"Semua orang seperti itu, gelap akan menjadi penghalang pasti dalam pergerakan, but
aku harap kau bukan type seorang penakut"
__ADS_1
Jawab Taj Santai.
laki-laki itu mencoba melangkah ke arah depan memberikan penerangan ke arah langkah kaki mereka, takut jika-jika di depan sana ada hal-hal yang tidak seharusnya mereka lewati atau mereka injak.
Mendengar ucapan Taj Reihan terlihat diam sejenak.
"Oh shi..t jangan bilang kau seorang penakut kawan"
Taj mengumpat sambil berusaha menahan tawanya.
"Aku Fikir nyali mu cukup besar saat memegang senjata, tapi tidak mungkin nyali menciut mendengar kata setan"
Laki-laki itu Mengejek tidak percaya.
"Mana yang membuat mu takut? Kuntilanak? pocong? gendoruwo? kenapa nama setan Indonesia terdengar aneh-aneh?"
"Breng..sek berhenti bicara yang tidak-tidak"
Melihat ekspresi Reihan seketika Taj mencoba menahan kekehan nya.
"Oh my god... aku fikir suami Zeline lupa memberi tes uji nyali tidur di pemakaman umum saat memilih mu menjadi seorang sekretaris dan asisten"
"Shut up"
Umpat Reihan lagi.
"Aku Fikir Kau tidak harus lupa soal sesuatu? Iblis Sosok yang Berilmu dan Pernah Jadi Ahli Ibadah...kau tidak pantas takut karena mereka menyerupai apa yang menjadi imajinasi manusia selama ini. Manusia sendiri yang menciptakan nama setan di muka bumi ini, membuat sugesti soal rupa-rupa yang bisa menakut-nakuti diri mereka sendiri hingga iblis masuk dan berubah menyerupai sosok yang menjadi sugesti Manusia itu sendiri"
__ADS_1
"Itu adalah mindset kita,Dalam teori keputusan dan teori sistem umum, pola pikir adalah sekumpulan asumsi, metode, atau gagasan yang dipegang oleh satu atau lebih orang atau sekelompok orang. Pola pikir juga dapat dilihat sebagai hal yang muncul dari pandangan dunia atau filosofi kehidupan seseorang"
"Ketika seseorang berkata ada setan lalu di setujui oleh sebagian kelompok lainnya maka lahirlah sebuah pemikiran hal tersebut benar-benar ada kemudian berkembang dan terus menyebar secara terus menerus"
"Padahal Di dalam kepercayaan agama samawi (Islam, Nasrani, dan Yahudi), kuntilanak termasuk dari golongan jin kafir atau setan. Di dalam Islam, kuntilanak termasuk golongan jin dari jenis haffaf—jin yang suka mengganggu dan menakut-nakuti manusia—dan arwah—jin yang mengaku-ngaku sebagai orang yang telah tiada."
"Jadi kalau kamu takut dengan setan, oh god sungguh terkutuk diri mu, Rei"
"Oke baiklah berhenti bicara soal setan, ada yang jauh lebih menakutkan dari setan saat ini"
Ucap Reihan kemudian.
mereka terlihat diam sejenak, mereka masih terus melangkahkan kaki mereka ke arah depan. Rehan mencoba menjelajahi rumah besar tersebut.
Tujuan mereka menuju kearah lantai bawah tanah dimana mereka mencoba mencari seseorang disana.
Tapi Ketika mereka masih terus melangkahkan kaki secara perlahan tiba-tiba.
Klontanggggg
Sebuah suara mengejutkan mereka.
seketika Taj menutup bagian senter handphone nya, Secepat kilat Mereka merapatkan tubuh mereka kearah dinding di sisi kanan mereka.
Taj langsung bergerak awas meraih senjata api Milik nya di belakang punggung nya begitu juga dengan Reihan.
Suasana mencekam tiba-tiba terasa disana.
__ADS_1
Bisa mereka dengar derap langkah kaki seseorang di ujung sana.
Seketika mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.