
Mansion utama Faith yildiz
Menuju ke kediaman keluarga besar Abimanyu
8 jam sebelum acara akad nikah
06.20 AM
Suara iring-iringan musik terdengar disepanjang kediaman keluarga besar Faith yildiz dari arah lantai bawa sana.
Jika semua keluarga besar menyambut keadaan dengan suka cita, tawa bahagia dan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Maka Dominic malah mencoba membuat rasa refleks di dirinya agar dia terhindar dari rasa pusing yang berdenyut-denyut karena pernikahan dadakan yang diciptakan oleh Daddy dan Mommy nya.
Laki-laki itu lebih memilih duduk disalah satu kursi sofa di sudut kasur dimana terlihat beberapa teman nya yang menatap dirinya dengan tatapan tidak percaya.
"Berhentilah minum, ini hari pernikahan mu"
Terdengar suara Shazia yang memecah ke adaan.
Dominic sejenak menghela nafas nya.
"Kau tahu untie?"
Tanya Dominic tanpa peduli dengan larangan gadis itu soal minuman nya.
"Kenapa kita tidak menikah saja?"
Tanya Dominic kemudian.
"Yakkkk"
Yang ditanya langsung meninggikan suaranya.
"Yah yah aku tahu, tidak ada type Laki-laki mu di antara kami, untie muda"
Oceh Dominic kemudian.
"Sudah siap?"
Tiba-tiba Nazeem bicara dari arah pintu depan.
Dominic dan Shazia langsung menoleh dengan cepat.
"Sedikit lagi"
Jawab Shazia sambil menoleh ke arah laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Mereka menunggu kalian, bisa bantu di percepat sayang?"
Tanya Nazeem lagi kemudian.
Shazia baru akan menjawab tapi tiba-tiba seorang laki-laki muncul di antara mereka.
Gadis itu dengan cepat langsung membuang pandangannya nya.
"Kau datang?"
Tanya Dominic pada laki-laki itu cepat.
"Ya"
Yang ditanya hanya menjawab seadanya.
Melihat ada Shazia disana, laki-laki itu lebih memilih untuk berbalik dan menghindar.
Dominic sejenak menatap ke arah laki-laki itu kemudian menoleh ke arah Shazia.
Dia menghela Pelan nafasnya.
"Kamu akan ikut dari sini?"
Tanya Dominic pelan setelah laki-laki itu dan Nazeem pergi.
Yang di ajak bicara hanya menaikkan ujung bibirnya, gadis itu secepat kilat mendekati Dominic kemudian Shazia mulai menarik perlahan gelas minuman Dominic.
Ucap gadis itu pelan.
Dominic terlihat hanya diam, membiarkan gadis itu menarik gelas minuman nya kemudian meletakkan gelas tersebut ke atas nakas.
"Berdiri lah"
Ucap gadis itu lagi.
Dominic terlihat menurut, dia langsung berdiri dari tempat duduknya, Membiarkan Shazia merapikan kameja dan Jas nya untuk beberapa waktu.
Hubungan dia dan gadis itu jelas berjalan begitu baik.
Sebab sudah jelas mereka memiliki hubungan kekeluargaan yang erat.
Daddy Shazia adalah Eden ( Kevin Burja ) dimana laki-laki tua itu merupakan kakek nya, yang merupakan Daddy kandung dari Mommy Dominic.
Tapi orang-orang hanya tahu laki-laki itu merupakan salah satu bagian dari saudara Al Jaber hingga hari ini.
Karena itu semua orang juga tahu Shazia merupakan salah satu penerus Al Jaber.
Realita nya nama keluarga besar itu menjadi beban berat untuk gadis itu di mana ada satu cerita besar yang terjadi belakangan ini.
__ADS_1
Yah Antara Shazia dan laki-laki yang barusan saja berdiri di depan pintu masuk tadi.
"Kamu dan Ammar hingga kapan terus bersikap seperti itu?"
Tanya Dominic kemudian.
Mendengar barisan pertanyaan Dominic membuat Shazia langsung menghentikan gerakan tangannya membenahi jas milik Dominic.
"Aku fikir kamu dan Am sebaiknya bicara dengan Untie Aishe dan Grandma Ramira"
Ucap Dominic pelan.
Dia Fikir hubungan kedua orang itu benar-benar begitu pelik.
Dimulai dari Cinta Ammar yang bertepuk sebelah tangan karena perbedaan usia mereka dimana Shazia jelas lebih tua dari nya, hingga ketakutan soal hubungan yang takut memecah belah keluarga.
"Aku fikir kita harus mengganti jas nya"
Gadis itu terlihat enggan membahas soal mereka, dia lebih memilih mengalihkan pembicaraan dan mencari jas baru yang ada di gantungan tepat di sisi kanan nya.
"Hey..."
Dominic mencoba menahan tangan gadis tersebut dengan gerakan cepat.
"Bisakah kita tidak membahas nya, Dom?"
Tanya gadis itu kemudian sambil menatap dalam bola mata Dominic.
Laki-laki itu terlihat mengehela pelan nafasnya.
Kemudian dengan gerakan refleks Dominic memeluk gadis tersebut.
"Defne juga sudah tahu dengan hubungan kalian, sebagai kakak perempuan Am, aku fikir dia pasti bisa bersikap bijaksana"
Ucap Dominic kemudian.
*****
Catatan \=
Anak Murat dan Aishe ada 2 yah Mak
Defne
2.Ammar
__ADS_1
Jangan lupa baca novel putri perawan milik Daddy season 1, 2 dan Oh yes my hot uncle sequel putri perawan milik Daddy season 3 untuk ingat silsilah keluarga mereka.
Season Shazia dan Ammar akan ada sequel nya sendiri ya Makkk, disini mereka hanya pemanis untuk melengkapi hidup Dominic dan Zeline aja🤭🤭🤣🤣.