When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Sedikit Terganggu


__ADS_3

Begitu Zeline telah masuk ke kamar mandi Seketika Dominic langsung mengganti pakaiannya dengan gerakan cepat.


Dia melakukan gerakan mengganti pakaian nya sambil mengumpat kesal.


Di fikir bagaimana bisa di mendapatkan seorang istri dengan pemikiran seperti itu.


Bahkan gadis itu bisa-bisa nya mengingat soal surat perjanjian mereka.


Oh shi..t.


Laki-laki itu fikir kenapa malam ini hasrat nya meningkat drastis? dia fikir dia pasti sudah gila karena tertarik pada seorang bocah yang bahkan dia belum tahu apakah dada nya sudah tumbuh dengan sempurna atau belum.


Hanya Karena melihat kulit putih mulus bak batu pualam dia jadi kehilangan kewarasan nya.


Apa aku harus memeriksakan diriku kedokter?!.


Aku seperti nya membutuhkan Theo disini.


Batin nya sambil menyebut kan nama seorang dokter khusus keluarga besar Faith yildiz.


Sejenak kepala Dominic jadi berdenyut-denyut tidak jelas.


Dia menghela kasar nafasnya.


Dominic fikir jika biasa nya saat di jodohkan dan akan melewati malam pertama yang dia tahu para gadis atau perempuan akan gelagapan, malu-malu atau bahkan menampilkan ekspresi memerah disekitar wajah nya.


Lalu kenapa gadis kecil itu malah biasa-biasa saja.

__ADS_1


Dia fikir apakah gadis kecil itu sedang bermain trik dengan dirinya?!.


Apa aku harus sedikit mengerjai nya?!.


Fikiran konyol dan licik Dominic sejenak berjalan.


Dia fikir bagaimana jika dia membalikkan keadaan, membuat gadis itu terpancing hingga dia bisa memanfaatkan situasi untuk membalikkan surat perjanjian mereka.


Sejenak Dominic memikirkan soal apa saja trik yang harus dilakukan laki-laki itu agar membuat gadis itu Pusing menghadapi dirinya.


Sembari berfikir laki-laki itu mulai naik ke atas kasur tidur mereka, dia sengaja menepuk-nepuk salah satu bantal untuk dia gunakan sebagai alas kepalanya.


Laki-laki itu terlihat mengembangkan senyuman, terlihat licik dan konyol Secara bersamaan.


Dia menunggu Zeline selesai dengan ritual Mandinya dan Dominic berfikir untuk mengerjai gadis itu setelah ini.


Dominic Fiki gadis itu pasti tengah gugup didalam kamar mandi tersebut.


Yah pasti gugup dan bingung harus kembali kedalam mendapati seorang laki-laki asing yang tahu-tahu Sudah menjadi seorang suami.


Seketika senyuman konyol hadir di Balik wajah laki-laki tersebut.


Kita lihat sebatas mana kamu bertahan bocah.


Batin nya pelan.


Ditengah penantian nya pada gadis kecil itu, seketika Dominic menarik handphone nya, dia Fikir sebaiknya sembari menunggu dia menghabiskan waktu untuk memainkan handphone miliknya.

__ADS_1


Cukup lama dia terus menatap layar LCD yang ada di tangan nya itu, membuka apa pun yang bisa dia buka saat ini.


Hingga akhirnya tanpa dia sadari Zeline telah bergerak melangkah masuk ke dalam kamar mereka.


Laki-laki itu masih tetap fokus pada handphone nya, menggerakkan jari-jari kokohnya di atas layar touchscreen tersebut dengan begitu fokus.


Cukup lama hingga sebuah gerakan di atas kasur tepat disamping kirinya mengejutkan dirinya.


Dominic seketika menoleh sambil berkata.


"Sudah bersiap untuk tidur? aku fikir..."


Dia menatap kearah Zeline untuk beberapa waktu, cukup terkejut dengan penampilan gadis itu saat ini.


Gadis itu tidak menggunakan lingerie sama sekali, tapi baju tidur kamisol berwarna peach dengan belahan dada yang terlihat dan rambut basah yang tergerai seketika membuat Dominic kehilangan kata-kata nya.


Tunggu dulu...!.


Laki-laki itu seketika menelan salivanya.


"Apa kamu sedang memancing ku?"


Kali ini dia bertanya dengan spontan karena kehilangan konsentrasi nya pada belahan dada gadis tersebut.


Ukuran nya sempurna.


"Ya?"

__ADS_1


Zeline malah bertanya sambil menatap bingung kearah dirinya.


__ADS_2