When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Mengambil Waktu bulan madu


__ADS_3

Hingga akhirnya mereka benar-benar turun menuju ke lantai bawah untuk mendapatkan makan malam bersama.


Saat mereka turun ke lantai bawah, bisa dilihat banyak pasang mata menatap kehadiran mereka.


Di Balik mata semua orang jelas mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang begitu sempurna.


Realita nya tidak ada yang tahu sebenarnya bagaimana hubungan pernikahan mereka hingga hari ke dua.


Jika Zeline tetap berprinsip bahwa kemanapun hubungan pernikahan ini akan berjalan, dia akan tetap menjadi istri yang berbakti kepada suaminya persis seperti bagaimana Mommy nya dan para bibi-bibi juga untie nya bersikap pada suami mereka.


Maka Dominic jelas belum tahu kemana dia akan membawa arah hubungan mereka.


Masih memikirkan soal Surat perjanjian yang dia buat hingga membuat pusing kepalanya sendiri, sampai dengan memikirkan setelah pindah ke apartemen dirinya dan membawa Zeline, bagaimana kehidupan pernikahan mereka berikut nya akan berjalan.


"Pengantin baru terlihat begitu serasi"


Begitu mereka tiba di meja makan dan duduk di kursi masing-masing yang sudah disediakan, terdengar godaan dari para keluarga.


Zeline terlihat mengembang kan senyuman nya, gadis itu memilih meraih sebuah piring kemudian mulai Meletakan nasi hingga be beberapa menu sayuran didalam nya.


Dominic terlihat diam, memperhatikan gerakan tangan gadis itu dengan seksama.


"Coba lihat Rona di wajah mereka, Begitu berseri indah penuh semangat"


"Malam pertama seperti nya berjalan dengan baik"


"Semoga Allah memberkahi penikahan kalian nak"


Dan godaan demi godaan harus mereka berdua dengarkan sejak tadi.


Zeline meletakkan piring nasi yang telah diisi Beberapa menu sayuran ke hadapan Dominic, kemudian gadis itu mulai menuangkan air minum kedalam gelas kosong yang ada dihadapan mereka.


Setelah itu gadis itu meletakkan gelas berisi air mineral tersebut kehadapan sang suami nya.


Pada akhirnya nya suasana makan berlanjut dengan sedikit pembicaraan, terkadang mereka saling bicara untuk mendapatkan beberapa menu makanan atau air minum.


Bisa dilihat mereka Saling membagi menu makanan di atas piring masing-masing.

__ADS_1


Dominic fikir dia sudah lama tidak melewati masa ini kemarin, dia begitu sibuk dengan urusan nya bahkan waktu pulang kerumah orangtuanya pun sudah sangat jarang sekali terjadi.


Di keluarga ini seolah-olah apa yang menghilang dari kehidupan nya kembali begitu saja.


Apa yang dia rindukan tahu-tahu dia lewati begitu saja.


"Kamu tahu Son?"


Daddy Zeline, tuan Futtaim berkata sambil meletakkan satu menu istimewa di piring Dominic.


"Setelah ini kamu akan terbiasa makan bersama dengan keluarga besar Abimanyu dan Hillatop, anak-anak dan orang tua selalu berkumpul di akhir Minggu untuk mendapatkan makan malam bersama dan meluangkan waktu bersama untuk bercengkrama"


Mendengar ucapan tuan Futtaim, sejenak Dominic terlihat diam, dia memperhatikan menu yang diberikan oleh laki-laki tua tersebut.


Secara perlahan laki-laki itu mulai menyuap makanan itu ke mulut nya.


"Awalnya mungkin akan sedikit Sulit dan berat, tapi lama-lama kita akan terbiasa"


Tahu-tahu Zeline menyahut sambil menatap lembut ke arah Dominic.


Gadis itu kemudian mengembangkan senyuman nya, bisa Dominic lihat Zeline mulai menyuap makanan nya sendiri secara perlahan.


Cukup lama suasana hening berlaku, Daddy dan Mommy Dominic terlihat menyantap makanan mereka seperti biasa dengan cara yang begitu romantis, berbagi menu satu sama lain bahkan terkadang saling bercengkrama bersama.


Beberapa anggota keluarga lainnya jelas sibuk dengan makanan mereka masing-masing untuk beberapa waktu.


Hingga akhirnya mereka nyaris Sampai pada penghujung acara makan malam bersama.


"Ngomong-ngomong, apakah kalian sudah memutuskan soal bulan madunya?"


Tanya Daddy Aland kemudian.


"Ya?"


Dominic sejenak terkejut dengan pertanyaan sang Daddy nya yang datang secara tiba-tiba.


Bisa Dominic lihat semua orang mulai menyelesaikan makanan mereka satu persatu.

__ADS_1


"Aku fikir sebaiknya mengambil liburan ke Prancis, keluarga besar yang belum tahu dengan Dom pasti ingin bertemu dengan menantu kita"


Mommy Zeline bicara cepat sambil menyerahkan segelas air minum ke arah suami nya.


"Itu ide yang baik"


Sahut Mommy Ailee cepat.


"Bukankah keluarga besar kita yang lain pasti ingin melihat Zeline Dom? terutama Grandma Ramira dan grandpa Eden mu, mereka terus bertanya kapan kalian akan ke Prancis"


Dan pembicara soal bulan madu Seketika membuat Dominic membeku.


"Mereka perlu waktu yang baik untuk berbulan madu, siapa tahu nanti diberikan Allah Rizky dengan cepat soal Dom junior atau Zeline junior setelah pulang ke Indonesia"


Dan kata-kata itu semakin membuat galau Dominic.


Sejenak laki-laki itu melirik kearah Zeline, Alih-alih panik gadis itu malah terlihat begitu biasa-biasa saja, tidak ada ekspresi tegang-tegang nya sama sekali.


"Aku akan menyerahkan semua keputusan kepada suamiku"


Gadis itu menjawab sambil melirik kearah Dominic.


"Kamu bisa memutuskan nya sendiri"


Jawab laki-laki itu pelan.


"No aku akan mendengar, mematuhi, dan mentaati selama tidak ada perintah dalam bentuk maksiat kepada Allah Ta’ala"


Jawab gadis itu cepat.


...الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ...


“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Hal ini karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 34) 


"Kamu boleh memutus kan segala sesuatu tanpa takut aku tidak menyetujui nya"


Dominic terlhat diam sambil terus menatap bola mata gadis di sampingnya tersebut untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2