
Kembali ke masa kemarin
Setelah Pertemuan Zeline dan Daddy Aland
Mansion utama keluarga Abimanyu
POV bonus Zeline.
Zeline menatap punggung sosok laki-laki tua dengan rambut yang sudah memutih yang ada di hadapannya tersebut yang perlahan menjauh.
sejenak dia terdiam saat dia tahu apa alasan laki-laki tersebut datang ke kediaman keluarga besar mereka tadi.
Melamar dirinya.
Awalnya dia fikir Uncle Aland akan melamar kakak sepupu nya untuk putra laki-laki tersebut, dia tahu keluarga Faith yildiz karena dia berteman baik dengan putri bungsu nya.
Apalagi beberapa kali laki-laki tua itu pernah mengunjungi Perancis datang ke perusahaan Hillatop dan ke kediaman Hillatop untuk melakukan kunjungan bisnis atau bahkan ikut makan malam bersama memenuhi undangan Uncle Gao nya.
Tapi tidak terduga terjadi laki-laki tua itu melamar dirinya untuk putra bungsunya yang terkena dengan image buruk Casanova nya.
Lebih tepatnya kelakuan laki-laki itu 11-12 dengan Uncle Gao nya di masa muda dan Daddy nya.
Tapi yang ini mungkin sedikit jauh lebih parah.
Ketika berusia 32 tahun Uncle Gao nya sudah bertaubat, Realita nya putra bungsu Faith yildiz masih terlena dengan dunia nya sendiri.
Di usia 32 tahun Daddy nya sudah memiliki seorang istri dan anak serta sudah keluar dari roda gelap kehidupan.
Jika uncle Gao atau Daddy nya bujangan tidak Ting Tong, yang ini duda bastard dengan jutaan gosip mengerikan yang keluar masuk ke telinga dirinya.
Jadi julukan yang tepat untuk laki-laki itu adalah.
Om duda Bastard.
Sudah Om-om, duda eeee Bajingan pula🤦.
Ckckckkx lengkap sudah penderitaan dia menikah dengan laki-laki type model begitu.
Aishhhh kenapa dia tidak dilamar laki-laki baik-baik yang tidak banyak ulah seperti Putra Paman El nya atau teman Kuliah nya atau ahhh entahlah.
__ADS_1
Yang fokus belajar, bekerja kemudian menikah begitu!.
"Aku fikir itu sedikit tergesa-gesa, Uncle'
Ucap Zeline pelan dengan perasaan tidak enak, dia berniat menolak lamaran tersebut tapi bingung harus mengatakan nya dari mana.
Dia memang bukan gadis sempurna, tapi memilih pasangan yang tepat untuk dirinya dan keturunan nya jelas menjadi prioritas utama nya.
Jika laki-laki itu saja begitu, bagaimana bisa menjadi imam nya Zeline Fikir.
dia pikir jangan-jangan tempat yang akan dia lihat tiap hari adalah diskotik,dan dia pikir juga jangan-jangan tiap hari dia akan melihat perempuan yang berbeda bergantian keluar dan masuk ke dalam tempat tinggal mereka.
"Seorang gadis boleh memilih pasangan hidup nya sendiri, aku sedang mencari imam bukan mencari makmum didalam rumah tangga, Uncle"
Ucap Zeline lagi.
"Realita nya wanita baik-baik ingin memiliki pasangan baik-baik"
Lama laki-laki dihadapan nya itu menatap bola mata nya.
"Dia bisa menjadi imam mu yang baik, hanya saja dia masih kehilangan arah pegangan dan belum tahu bagaimana cara nya untuk berhenti dari kesenangan nya"
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.
Mendengar pernyataan laki-laki tua itu sejenak membuat Zeline terdiam.
Dia tahu sejak dulu sudah lumrah istilah seburuk-buruk nya Laki-laki pasti menginginkan wanita yang baik untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anak mereka.
Jadi jangan bangga para perempuan yang mengumbar syahwat dan kebebasan mereka.
Sebab pada akhirnya laki-laki buruk tetap akan memilih perempuan baik untuk dijadikan pasangan hidup oleh mereka.
"Memang terdengar tidak adil"
Uncle Aland kembali bicara sambil berusaha terus menatap Zeline.
"Dalam kehidupan ini manusia yang dikaruniai akal oleh Allah swt akan selalu menginginkan yang terbaik untuk dirinya. Ini adalah hal yang sangat wajar dan ini merupakan fitrah manusia secara umum. Misalnya seseorang yang akan membeli makanan, tentu dia akan memilih makanan yang bersih dan terbungkus rapi apalagi masih ada segelnya, belum disentuh orang lain, bukan makanan yang sudah dipegang orang, yang segelnya rusak bekas dicicipi dan dijamah orang lain yang tidak jadi membeli makanan tersebut."
"Apalagi dalam memilih pasangan hidupnya yang akan mendampingi dirinya dan mendidik anak-anaknya. Begitulah laki-laki tentu dia akan selektif dalam memilih yang terbaik untuk hidupnya walaupun dirinya sendiri tidak baik."
__ADS_1
"Laki-laki manapun secara fitrah tentu akan memilih wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak adalah wanita yang baik, yang menjaga kehormatan diri dan agamanya. Hal ini bukan menunjukkan ketidak adilan bagi wanita sebagaimana yang orang-orang pertanyakan."
Ucap laki-laki itu panjang lebar.
Tapi tetap saja Zeline keberatan dengan image laki-laki yang akan melamar dirinya.
Setelah laki-laki tua Faith yildiz itu pergi, Zeline sejenak melirik ke arah Daddy nya, mencoba untuk meminta pendapat laki-laki tua tersebut.
Sang Daddy nya terlihat mengembang kan senyuman nya.
dia menyentuh lembut kepala Zeline.
"Kamu tahu sayang? Dalam Islam, orangtualah yang bertanggung jawab dalam memilih pasangan hidup bagi anak perempuannya. Dalam surat an Nur ayat 32 :"
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."
"Ayat diatas ditujukan kepada orang tua atau wali agar menikahkan anggota keluarganya yang masih sendirian. Tentu saja kriteria dalam memilihkan jodoh tersebut berdasarkan agama dan akhlak."
"Oleh karena itulah Islam tidak membenarkan pacaran. Disamping menambah dosa karena banyak larangan yang dilanggar (bisa terjerumus kedalam perbuatan zina), bahkan penentu pilihan sebagai pasangan hidup lebih cenderung kepada ketertarikan **** sebagai penentunya, kepribadian dan akhlak tertutupi dengan cinta semu dan penilaian subjektif."
"Itulah sebabnya orang tua/wali bertanggung jawab di hadapan Allah dalam memilihkan pasang hidup bagi anaknya, agar mendapatkan suami yang sholih, bertanggung jawab dan dapat membimbing istrinya bukan dibiarkan memilih sendiri berdasarkan hawa nafsunya. Wallohu a’lam"
"Daddy tidak bilang Dom laki-laki yang baik karena memiliki image yang buruk soal kehidupan bebasnya, tapi realita nya Uncle mu, Daddy dan paman mu saat remaja bukan orang yang bersih, kami lebih kurang persis seperti Dom"
"Tapi Daddy InsyaAllah yakin jika Dom mampu menjadi iman untuk kamu, karena keturunan keluarga nya merupakan para laki-laki yang bertanggung jawab penuh"
"Karena keturunan merupakan garis keluarga, dengan begitu suatu keluarga biasanya akan memiliki sifat-sifat yang khas untuk mendidik keturunannya, sehingga dengan cara tertentu dan dalam wktu yg terus menerus budaya keluarga tersebut akan melekat dalam kepribadian individu dalam keluarga tersebut"
"Kamu tahu sayang? jika kamu menerima pernikahan ini, sedikit banyak nya kamu akan menarik dia dari kesibukan dunia gemerlap nya selama ini secara perlahan"
"Yakinlah, Orang tua selalu tahu mana yang terbaik untuk anak-anak mereka"
Ucap Daddy nya lagi sambil mengelus lembut rambut nya.
"Daddy tidak memaksa, karena ini masa depan kamu, kamu berhak menentukan pilihan kamu sendiri. Tapi ingat kata Daddy tadi,orang tua/wali bertanggung jawab di hadapan Allah dalam memilihkan pasang hidup bagi anaknya, agar mendapatkan suami yang sholih, bertanggung jawab dan dapat membimbing istrinya bukan dibiarkan memilih sendiri berdasarkan hawa nafsunya. Wallohu a’lam"
"Dia memiliki semua nya, tapi belum tahu saja kemana hati nya harus berlabuh"
__ADS_1
Dan Zeline kembali diam mendengar ucapan Daddy nya.
Gadis itu terlihat menundukkan kepalanya dengan jutaan kegalauan sambil meremas perlahan tangan nya untuk beberapa waktu.