
Mansion utama Abigail
Hampir tengah malam
Dominic terlihat mengulumkan senyuman nya saat mereka tiba di rumah, setelah membersihkan tubuhnya dia melihat sang istri nya buru-buru menghempaskan tubuhnya keatas kasur.
Efek lelah, mengantuk dan entah apalagi bisa dia lihat menghantam perempuan itu menjadi satu.
Ini kali pertama dia melihat istrinya langsung terlelap begitu saja tanpa memikirkan soal apapun lagi.
"Lelah?"
Tanya Dominic sambil menaikkan kepala Zeline ke atas bahunya.
"Hmmm"
Perempuan itu hanya ber hmmm ria, membiar kan suaminya menaikkan kepalanya ke atas bahu suaminya tersebut.
Dia lebih memilih memejamkan bola matanya sambil masuk kedalam dekapan Dominic.
"Tidurlah"
Bisik laki-laki tersebut sambil menggosok lembut punggung istri nya.
Zeline hanya mengerat kan pelukan nya, sama sekali tidak menjawab ucapan Dominic.
Dia benar-benar mengantuk, bahkan sudah tidak sanggup lagi di ajak bicara untuk saat ini.
Efek lelah berkeliling dari pagi benar-benar terasa meremukkan seluruh tulang-tulang nya, bahkan kedua belah kaki nya seolah-olah mau lepas saat ini juga.
__ADS_1
Alhamdulillah nya sang suami begitu pengertian, bukan type laki-laki yang banyak mengatur dan cerewet.
Dominic bahkan begitu mengerti jika dia masuk pada masa lelah yang teramat sangat.
Cukup lama Dominic menggosok punggung istri tersebut, dia bahkan sesekali mencium puncak kepala istrinya itu untuk beberapa waktu.
Hingga akhirnya bisa dia rasakan tarikan nafas istri nya mulai terdengar teratur, yang menandakan jika Perempuan itu mulai terlelap dan masuk ke dalam alam mimpi nya.
Sejenak Dominic menatap wajah lelap tersebut, dia mengembangkan senyuman nya untuk beberapa waktu, mengelus penuh kehangatan pipi istrinya tersebut.
Laki-laki itu pada akhirnya secara perlahan mulai melepaskan pelukannya, membenahi posisi tidur Zeline dengan gerakan yang begitu hati-hati.
Setelah membenahi posisi istri nya tersebut, dia langsung menarik selimut nya dan membiarkan Zeline ditutupi selimut mendominasi berwarna putih tersebut.
Kemudian Dominic Bergerak dari posisi nya, memilih turun dari sana dan melangkah menuju ke arah balkon kamar untuk beberapa waktu.
Dia berjalan perlahan menuju ke arah balkon sambil meraih rokok yang ada di atas meja.
Tapi sekarang, dia selalu mengatakan kenyamanan sang istri, didepan Zeline dia lebih memilih untuk tidak menghisap rokok sama sekali, lebih memilih melakukan nya dikala Zeline tidak ada atau sang istri telah tertidur pulas dan tenggelam ke alam mimpi nya.
Mungkin lebih tepatnya Dominic belajar secara perlahan bagaimana cara menghargai pasangan nya dan membuat nyaman pasangan nya.
Tidak mementingkan ego nya di atas ketidak nyamanan orang lain.
Awalnya memang Sulit, tapi bukankah konsep pernikahan itu sendiri adalah, bagaimana cara nya kamu agar mampu memahami dan menghargai pasangan kamu hingga pasangan kamu juga melakukan hal yang sama.
Lelaki pada umumnya lebih didominasi faktor akal atau logika ketimbang sisi perasaan, sebaliknya seorang wanita lebih kuat perasaannya, sehingga dengan kondisi tersebut butuh kerja sama dan saling memahami agar selalu tercipta keselarasan hidup diantara suami-istri.
Sambil menghisap rokok miliknya, Dominic terlihat menatap langit malam 🌃 untuk beberapa waktu.
__ADS_1
*******
Disisi lain
Zeline tersentak kaget saat dia mendengar suara handphone disampingnya terus berdering sejak tadi.
Perempuan itu sejenak mencari suami nya di antara rasa kantuk yang menghantam Diri nya.
Sejenak bola matanya menatap kearah teras, bisa dia lihat dibalik pintu kaca besar tersebut Dominic masih menghisap rokoknya dengan begitu tenang.
Zeline kembali menatap handphone milik suaminya yang terus berdering sejak tadi, bisa dia lihat sebuah nomor baru yang terus mencoba menghubungi suaminya tersebut.
Perempuan itu sejenak mengerutkan keningnya saat panggilan tersebut terhenti lantas sebuah pesan masuk didalam nya.
Dia mencoba menggeser layar touchscreen tersebut, secara perlahan lantas secara perlahan Zeline membaca pesan yang dikirimkan oleh seseorang disana.
Kau ada di mana?
Aku butuh bantuan mu, Dom.
Ini soal anak kita yang kau abaikan.
Sejenak Zeline menggerut kan keningnya untuk beberapa waktu.
Anak?!.
*******
Catatan \=
__ADS_1
Mak gabung yux ke group ini makkk