
Disisi lain
Pinggiran kota
Tengah malam
Ditengah gelapnya langit malam dan di antara Dingin nya udara yang menerjang yang menandakan jika hujan deras sebentar lagi akan datang.
Seseorang terlihat mulai berjalan mengendap-endap di tengah keheningan malam dengan cara perlahan.
Sosok tersebar terlihat menutup kepala dan bagian wajahnya dengan kerudung, bisa di lihat hanya Dua bola mata sang empunya yang sejak tadi terlihat begitu waspada.
Perempuan tersebut Terus melangkah perlahan menuju ke arah satu rumah yang terletak tidak lagi jauh dari dirinya.
Suasana remang-remang menambah kesan mengerikan bagi siapa saja yang mencoba masuk kesana saat ini.
Kecuali manusia dengan tingkat nyali yang tinggi, orang-orang fikir tidak akan mau masuk kedalam tempat tersebut.
Jedarrrrrrr.
Tiba-tiba suara kilat menyambar seluruh area tersebut, diiringi semakin kencang nya angin malam.
Hingga membuat kerudung yang dipakai nya sedikit terbuka karena sapuan kencang nya angin malam yang tiada henti.
Menampilkan wajah sang pemilik langkah tersebut.
__ADS_1
Itu adalah Mandy.
Dibalik Suasana suram yang terasa begitu kental dan mencekam, Mandy terlihat bergerak cepat menuju ke salah satu bangunan rumah tua yang pernah didatangi oleh laki-laki tua yang menjebak Dominic kemarin.
Dia memilih memutar melewati pintu belakang dan mencari jalur ter'aman tanpa mau melewati pintu depan.
Mengambil resiko besar untuk bergerak seorang diri tanpa melibatkan orang lain.
Dengan gerakan tergesa-gesa dia terus melangkah dan mencari sosok seseorang didalam sana.
Perempuan tersebut fikir dia harus bergerak cepat karena dia takut laki-laki tua tersebut kembali sebelum waktunya.
Bola mata perempuan itu menelusuri tiap pinggiran rumah, memastikan tidak ada seseorang pun disana.
Dengan tangan gemetaran Mandy mencoba merogoh dan mengambil sesuatu didalam tas nya.
Pada akhirnya dia mendapatkan sebuah kunci rumah dari dalam tasnya, masih dengan tangan getaran mandy mulai memasukkan kunci kedalam lubang pintu yang ada di hadapannya.
Klatakkkkk
Satu putaran terjadi.
Perempuan itu kembali mencoba memutar kunci.
Klatakkkkk
__ADS_1
Takkkkkkk
Seketika pintu rumah tersebut terbuka, Perempuan itu dengan cepat menyeruak masuk kedalam sana.
Mandy melangkah cepat sambil mencoba menyusuri ruangan, dia mencoba mencari lampu mana yang menyala sebab dia tahu pasti ada penghuni nya disana.
Hingga akhirnya bola mata perempuan Tersebut menemukan satu ruangan yang dia percaya jika apa yang dicari nya ada disana.
Pada akhirnya Mandy langsung pergi ke arah ruangan itu dengan langkah cepat.
Begitu perempuan tersebut membuka pintu kamar yang dia lihat lampu nya masih menyala itu, Mandy mencoba mencari seseorang yang kini terbaring di atas kasur tua yang nyaris terlihat tidak layak pakai tersebut.
Perempuan itu buru-buru mendekati sosok tersebut dengan gerakan tergesa-gesa, dia lantas langsung menatap tubuh kecil dan ringkih itu dengan cepat.
"Azalea ssstttt"
Mandy berguman pelan, mengangkat tubuh gadis kecil yang dia panggil Azalea tersebut dengan cara sedikit memaksa.
Yang dipanggil Azalea jelas terkejut, dia masih begitu mengantuk bahkan tubuhnya tidak baik-baik saja, suara nya mulai menghilang untuk menangis atau bicara.
Siksaan yang dia terima setiap hari cukup membuat rentan tubuh kecilnya.
Saat dia sadar siapa yang mengangkat nya, Azalea membiarkan Sosok tersebut menggendong dan membawa dirinya menjauh dari sana.
"Ma.. kenapa lama sekali pulang nya?"
__ADS_1
Hanya kalimat itu yang mampu azalea ucapkan pada sosok Mandy yang kini mencoba membàwa dirinya.