
Lubuklinggau, 17 Agustus 2022
16.08 sore
happy 17 Agustus dan Salam merdeka.
Mengobati kerinduan pembaca setia Mak author, hari ini promo Novel baru dulu cari di profil author dengan judul
...KING KHAN'S SHACKLES...
******
Lapangan golf pribadi The king khan's
pusat kota
Paris.
Khan meletakkan bola golf dengan tangan kiri nya, kemudian dia terlihat mulai fokus menatap kearah depan, memainkan stik golf nya secara perlahan untuk beberapa waktu kemudian,
Takkkkkkkkkkk.
Bola menggelinding secara perlahan ke arah depan dalam jarak yang cukup jauh, di mana beberapa orang yang berdiri di sisi kiri kanan dan belakang kanan terlihat menatap fokus ke arah mana pun bola tersebut bergerak hingga pada akhirnya.
"Perfect"
Seseorang bicara kemudian suara tepuk tangan terdengar memenuhi keadaan.
Khan sama sekali tidak menampilkan ekspresi bahagian nya, dia memberikan tongkat golf nya pada seseorang lantas laki-laki tersebut secara perlahan melepaskan sarung tangan miliknya dan bergerak menuju ke arah belakang diikuti oleh seseorang di sisi kanannya.
"Gagal lagi?"
Laki-laki di samping Khan bicara, tidak lama kemudian terdengar derai tawa dari laki-laki tersebut dimana tawa itu terdengar seperti sebuah ejekan.
Cih.
Khan terlihat berdecih, dia melirik ke arah laki-laki disamping nya dan menatap laki-laki tersebut dengan tatapan tidak suka.
"Kau sangat menjijikkan mengeluarkan ekspresi dan ejekan seperti itu"
Khan terlihat kesal, dia terus bergerak ke depan lantas memilih untuk berbelok ke sisi kanan nya.
"Maafkan aku Khan, aku hanya tidak bisa menahan tawa ku"
Pada akhirnya laki-laki disamping Khan menghentikan tawanya, dia tahu seperti nya mood Khan tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Apa perlu aku carikan dokter khusus? aku pikir mungkin kamu terkena penyakit lemah syahwat"
Ucap laki-laki tersebut cepat.
__ADS_1
mendengar ucapan laki-laki disamping nya yang sedikit tidak berperasaan membuat Khan menghentikan langkah kakinya dengan cepat.
"Apa kau pikir aku seburuk itu?"
Khan benar-benar tersinggung mendengar ucapan laki-laki di sampingnya itu.
Pada akhirnya laki-laki tersebut menatap Khan dengan tatapan serius, kali ini dia tidak terlihat main-main.
"Aku benar-benar serius kali ini, Khan...aku pikir pasti ada yang salah dengan milik mu"
Nada bicara laki-laki tersebut benar-benar serius, dia melirik kearah milik Khan untuk beberapa waktu kemudian kembali menoleh kearah Khan.
"32 tahun tapi tidak pernah berdiri sekalipun, apa kau pikir itu baik-baik saja? bagi ku itu benar-benar menjadi masalah yang terlalu serius untuk ku jika itu berlaku pada diriku"
Dan Khan terlihat diam mendengar apa yang di ucapkan oleh laki-laki tersebut.
"Kau punya segalanya, bahkan kau bisa memilih perempuan atau gadis manapun yang kamu sukai, kau tampan dan tidak kekurangan apapun, tapi ketika di bawah sana bermasalah dan tidak pernah bangun, semua yang kamu miliki menurut ku benar-benar sia-sia dan kehidupan mu aku pikir sangat bermasalah"
Kembali laki-laki tersebut bicara, membuat Khan sejenak gelisah.
Orientasi seksual nya benar-benar dipertanyakan saat ini.
"The king of mafia, semua orang takut pada mu, tapi kau......"
Laki-laki tersebut menggeleng-gelengan kan kepala nya khawatir.
"Aku pikir kamu benar-benar butuh dokter khusus untuk saat ini, aku bisa merekomendasikan kamu pada...."
"Celaka tuan"
Ucap perempuan yang ada dihadapan nya tersebut.
Khan langsung menaikkan ujung alisnya.
"Seseorang membuat kekacauan di depan, dia ingin bertemu anda dan membuat mobil anda terluka parah"
Dan bahasa yang digunakan oleh perempuan tersebut seketika membuat Khan menaikkan ujung alisnya.
"Apa?"
Kata mobil yang terluka seketika membuat bola mata Khan menggelap.
Mobil nya? apa yang terjadi pada mobil kesayangan nya?!.
******
Ruang khusus
Bagian lain lapangan Golf pribadi Khan.
Kemarahan laki-laki tersebut membuncah saat tahu bagian-bagian tubuh dari mobil kesayangan nya terluka para karena seorang gadis muda yang wajah nya sedikit tidak asing untuk nya, kini di sebuah ruangan berukuran tidak lebih dari 4 x 6 meter, Khan terlihat duduk dengan angkuh menaikkan sebelah kaki nya ke atas, menatap gadis di hadapannya tersebut sembari kedua tangan nya naik ke atas tangan kursi sofa.
__ADS_1
Laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya sambil menatap tajam ke arah gadis yang kini berdiri sambil menenteng sesuatu di tangan nya.
"Kau ingin cari mati?"
Laki-laki tersebut bicara, menatap tajam kearah gadis dihadapannya tersebut, dia berusaha mengingat wajah tidak asing dihadapan nya, berpikir dimana dia melihat sosok itu sebelum nya. Dia memiliki ingatan yang cukup tajam, butuh waktu beberapa waktu untuk mengingat-ingat.
Bagaikan sebuah gerakan percepatan jarum jam, memutar menyusuri lorong waktu dimulai dari saat ini hingga ke masa kemarin, bergerak cepat bagaikan kaset kusut yang terus merekam memori yang ada di kepala nya, cukup cepat dari beberapa kejadian yang terus berada dalam ingatan nya di
dalam peperangan antar mafia, pertemuan dengan beberapa orang di sekitar nya, klub malam hingga pada akhirnya dia menemukan dimana pernah melihat gadis dihadapannya tersebut.
Gadis yang di buang oleh suami dan kekasih nya.
Dia?!.
Khan mengerutkan keningnya, ingat dengan sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
"Menikah lah dengan ku, Mr. Khan"
Alih-alih mendengar Jawa atas kekesalan Khan yang berkata kau ingin cari mati, gadis tersebut tiba-tiba bicara tentang sesuatu yang terdengar sangat tidak masuk akal.
"Apa?"
Khan jelas saja sedikit terkejut, dia menaikkan ujung alis nya sembari berpikir jika gadis dihadapannya tersebut telah melampaui batasan nya saat bicara.
"Apa kau sudah gila?"
Dia bertanya, mendengus kemudian mengejek.
"setelah kau membuat mobilku terluka parah, alih-alih mengganti kerugian nya, kau menawarkan pernikahan pada ku?"
Laki-laki tersebut terlihat mengeram, menjentikkan jemari nya ke arah depan, dimana dua sosok laki-laki dibelakang nya langsung bergerak cepat menuju kearah gadis yang berdiri dihadapan nya, dengan cekatan meraih tubuh gadis tersebut dengan cara yang kasar dan menarik nya kemudian memaksa nya untuk berlutut dihadapan Khan.
Didetik berikut nya gadis tersebut seketika terduduk saat kedua orang itu memaksa nya berlutut di hadapan Khan.
"Apa kau tidak tahu siapa yang kau hadapi saat ini, nona?"
Laki-laki tersebut mencengkeram wajah gadis dihadapannya itu dengan tangan kokoh dan besar nya, mencengkeram nya tanpa ampun dengan sejuta kemarahan nya, dia bertanya dengan bola mata menggelap penuh kebencian saat ingat bagaimana gadis tersebut membuat mobil kebanggaan nya kehilangan bagian kharismatik nya, nada suara Khan terdengar begitu datar, dingin dan lantang, menatap tajam kearah lawan nya dimana dia tidak memiliki kepedulian soal gender sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
Dia tidak pernah suka berlaku manis dan baik kepada siapapun meskipun sosok tersebut seorang perempuan sekalipun.
Alih-alih takut mendapatkan tatapan mengerikan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, gadis itu malah berkata.
"tentu saja aku tahu, karena itu aku datang sengaja membuat kekacauan hanya untuk membuat sebuah kesepakatan"
Ucap gadis tersebut dengan suara dan tatapan penuh tantangan.
Dan Khan jelas saja cukup terkejut mendengar jawaban apa yang diberikan gadis itu untuk dirinya.
"Kau bilang apa?"
"Mari membuat kesepakatan pernikahan, aku akan memberikan keuntungan besar untuk mu Mr. Khan, termasuk membuat milik mu menginginkan aku pagi, siang sore dan malam"
__ADS_1
Dan nada bicara gadis tersebut penuh dengan keyakinan, menatap tajam balik bola mata Khan dengan penuh tantangan.