When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Menyinggung laki-laki tua itu


__ADS_3

Kembali ke hari ini


Setelah pembicaraan usai antara Dominic dan Zeline, mereka kembali menuju ke arah ruang tamu.


Dominic masih berada pada mode bingung dan galau ketika mendapat kan sedikit pencerahan dan ceramah dari gadis kecil yang ada di hadapannya itu.


Kata-kata gadis itu cukup membuat dia tersentil, seolah-olah dia di peringatkan dengan cara berbeda soal keburukan dirinya selama ini.


Sejenak bola mata Dominic menatap ke arah Zeline yang sekarang sudah kembali berbaur bersama orang-orang disekitar mereka.


Gadis itu dengan cepat mengakrabkan diri bersama keluarga nya, meskipun Dominic sendiri tidak tahu apakah gadis tersebut sebenarnya sudah mengenal Keluarga nya atau belum.


Bisa laki-laki itu lihat rona bahagia dibalik wajah Daddy dan Mommy nya, bahkan adik perempuan nya terlihat begitu manja ketika berhadapan dan berbicara dengan Zeline.


Dominic berusaha untuk berfikir keras soal semua keadaan yang dia anggap terlalu mendadak tersebut.


Entah lah dia hanya merasa belum siap untuk menikah.


Bukan karena belum siap secara materi atau mental, dia hanya takut tidak bisa mencintai gadis itu lebih dulu, dia takut jika dia tidak bisa mengubah perilaku buruk nya, dia takut menyakiti perasaan gadis sepolos itu dan dia takut belum bisa menjadi suami yang baik dan siaga.


Dan yang lebih membuat nya menjadi beban adalah dia bagaimana bisa menikahi seorang anak-anak?!.


Gadis itu masih terlalu kecil bagi nya.


Bagaimana bisa dia menikahi seorang bocah? gadis itu persis seperti anak kecil dimata nya, yang usia nya saja bahkan belum matang menurut nya.


Bahkan saat mereka berdua berjalan bersama, bukankah dia nyaris lebih persis seperti Om nya atau bahkan nyaris seperti anak dan orang tua nya.


"Dom?"


Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


Dominic secepat kilat menoleh, rupanya itu adalah Mommy nya.


"Apa ada masalah?"


Tanya wanita tua itu ke arah dirinya.

__ADS_1


Dominic terlihat diam.


"Apakah kamu ingin bicara soal sesuatu?!"


Tanya Mommy nya lagi.


Sejenak Dominic menatap kearah Mommy nya yang secara perlahan mulai duduk mendekati dirinya.


Dia lebih memilih duduk sedikit menjauh dari pada semua orang, Memantau apa yang dilihat nya soal gadis kecil itu untuk beberapa saat.


"Mom.... apakah calon pengantin nya hanya gadis itu?"


Tanya Dominic pelan sambil berusaha untuk bicara selembut mungkin, dia menatap Mommy nya dengan pandangan yang begitu dalam.


Mendengar pertanyaan putra nya, membuat Mommy Ailee mengerut kan kening nya.


"Apa ada masalah?"


Tanya wanita tua itu untuk beberapa waktu.


"Begini Mom, apakah ada gadis lain yang bisa di jadikan kandidat? maksud ku begini..."


Entahlah dia merasa cukup kesulitan menjelaskan rasa keberatan nya atas calon istri yang di berikan oleh orang tua nya itu kepada dirinya.


Dominic hanya bisa berharap Mommy nya sedikit paham atas maksud perkataan nya.


"Kamu merasa tidak cocok dengan pribadi nya?"


Tanya Mommy nya cepat.


"Apakah gadis itu menolak kamu?"


Kekhawatiran Mommy nya jika gadis itu menolak dirinya.


"Bukan seperti itu, Mom"


Jawab Dominic cepat.

__ADS_1


"Maksud ku gadis itu masih terlalu kecil, begini Mom, dia bagiku masih terlalu muda"


Mendengar kata muda dan kecil jelas saja membuat Mommy nya terus mengerut kan keningnya.


"Mommy fikir tidak, Zeline cukup matang bahkan memiliki pengetahuan yang sangat luas, dia bersikap begitu dewasa dari pada usianya"


Jawab Mommy nya dengan penuh semangat.


"Bukan itu maksud ku Mom, usia nya masih begitu muda, jarak kami kemungkinan 12-13 tahun lebih muda dari ku, itu terlihat aneh mom? begitu aku menikahi dirinya aku merasa seolah-olah aku adalah seorang pedofil, ah lebih tepatnya aku seperti seorang penjahat ke..lamin, Mom"


Protes Dominic kemudian.


Dia. berharap Mommy nya mengerti beban penderitaan di hati nya saat ini.


"Apa?"


Tiba-tiba terdengar suara seseorang dibelakang mereka.


"Pedofil?!"


Tahu-tahu sang Daddy nya sudah berada tepat dibelakang nya.


"Jadi kamu fikir Daddy mu juga seorang pedofil? apa kau tidak tahu usia Mommy mu 18 tahun lebih muda dari Daddy mu"


Seketika Dominic menelan salivanya.


Oh shi..t aku salah bicara.


Batin laki-laki itu cepat.


"Itu sangat menyinggung perasaan laki-laki tua ini"


Tambah Daddy nya sambil menatap tajam ke arah Diri nya.


Oh god.


Seketika laki-laki itu memijat-mijat kepalanya yang terasa sakit tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2