When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Berbagi tugas "Menua bersama"


__ADS_3

Dominic terlihat menurut, membiarkan Zeline meletakkan piring yang telah di isi nasi tersebut kehadapan dirinya.


Laki-laki itu baru akan menggerakkan tangannya tapi sang istri terlihat menatap dirinya.


"Ada apa?"


Tanya nya sambil mengerutkan keningnya.


Alih-alih menjawab Zeline malah merapat kan kedua tangan nya seolah-olah memberikan kode agar laki-laki itu memimpin doa makan untuk mereka.


Iya dia nyaris melupakan jika Makanan termasuk salah satu rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Untuk itu, bukankah kita selalu disarankan a membaca doa makan dan setelah makan, seperti dalam firman Allah SWT yang tertuang di surat Al Baqarah ayat 172:


Dimana Artinya:


"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."


Hingga akhirnya Dominic dengan cepat memimpin doa di antara mereka.


Setelah itu mereka melahap makan malam tersebut dengan begitu tenang, tidak banyak hal yang mereka lakukan kecuali fokus sambil sesekali mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya tanpa di sengaja atau di sengaja.


"Kamu kuat dengan makanan pedas?"


Tanya Dominic kemudian, laki-laki itu baru menyelesaikan edisi minum nya setelah menyantap sisa makanan terakhir nya.


"He em"


Zeline terlihat mengangguk kan kepalanya.


"Sekuat apa?"


"Hmmm"

__ADS_1


Zeline mengeluarkan ekspresi wajah yang begitu manis.


"Misalnya satu bungkus mie bisa aku campurkan dengan lebih dari 15 biji cabe rawit biasa atau lebih dari 7 biji cabe rawit setan"


Setelah berkata begitu gadis itu langsung mengembangkan senyuman nya, dia menampilkan barisan gigi putih nya ke arah Dominic.


"Wow....itu luar biasa"


Dominic bicara dengan tatapan cukup tidak percaya, dia fikir gadis itu luar biasa, cukup kuat dalam mengkonsumsi makanan pedas.


"Jika aku mungkin sudah angkat dua tangan"


"Tidak tahan pedas?"


"Tahan tapi tidak se ekstrim itu, mungkin aku bisa pergi ke toilet semalaman jika seperti itu"


Mendengar jawaban Dominic Seketika gadis itu tertawa kecil, mencoba membayangkan jika itu benar-benar terjadi.


"Jangan di bayangkan, itu menjijikkan"


Ucap Dominic sambil membereskan sisa makanan mereka.


Zeline terlihat bergerak dengan cepat menuju ke arah tempat cucian piring.


"Biar aku yang menyelesaikan nya"


"Aku bisa melakukan nya"


"Bukankah Suami istri semestinya saling berbagi tugas? karena Om yang memasak maka biarkan aku yang membersihkan sisa nya"


Gadis itu mengambil sponge cucian piring yang ada di tangan Dominic secara perlahan.

__ADS_1


"Tapi..."


Dominic berusaha untuk melarang.


"Jangan membangun benteng di antara kita, bersikaplah jika aku adalah bagian dari kamu, Om... maka aku juga akan bersikap begitu"


Ucap gadis itu sambil menatap dalam bola nata Dominic.


"Bukankah sudah jelas bahwa pernikahan adalah partnership. kita butuh keseimbangan dan keadilan dalam melakukan banyak hal di dalam rumah dan akan saling memberi manfaat bagi relasi pernikahan"


"Bukankah Suami dan istri juga dapat saling membantu juga saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan peran dan melakukan tugas? kita akan saling terbiasa melakukan nya nanti hingga menua bersama"


Mendengar ucapan Zeline seketika Dominic terdiam, pada akhirnya dia mengangguk kan pelan kepala nya, membiarkan gadis itu melakukan nya.


Menua bersama?!.


Ah... kalimat itu terdengar begitu manis.


Menua bersama.


Dominic terlihat diam, menatap wajah Zeline untuk beberapa waktu yang kini mulai fokus membersihkan piring-piring sisa makan mereka.


Kata menua bersama seolah-olah menjadi beban besar saat ini untuk dirinya.


Selain surat perjanjian Mereka, tiba-tiba Dominic ingat pada barisan dosa nya di masa lalu yang begitu mengerikan.


Ada banyak sekali beban keburukan yang dia lakukan dengan banyak perempuan hingga membuat dia merasa tiba-tiba dia menjadi tidak pantas untuk gadis dihadapannya itu saat ini.


Seolah-olah dia tersadar dari keburukan yang telah banyak dilakukan nya dimasa kemarin.


Dimana Dimasa kini dan akan datang takut akan menjadi satu ancaman didalam hubungan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2