
Disisi lain
Satu tempat yang berbeda
Tadi malam
Prancis
Seorang laki-laki terlihat baru saja keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan handuk mandi nya laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah walk in closed.
Tattoo yang memenuhi punggung serta goresan besar didadanya menampilkan satu sosok mengerikan di balik wajah tampan tersebut.
Tatapan mata dingin dengan rambut yang masih basah menampilkan satu kharismatik tersendiri di balik wajah datar nan rupawan itu.
Bisa dilihat Betapa wajah itu tidak menampilkan sedikit pun kesan bersahabat dengan siapapun yang ada disekitar nya.
Secara perlahan laki-laki itu mengambil sebaris pakaian yang telah di siapkan oleh seseorang lantas langsung menggunakan nya satu persatu.
secara perlahan laki-laki tersebut mulai bergerak menuju kesisi kanan nya, dia meraih gelas minuman dan sebotol wine yang ada di Atas meja.
Laki-laki itu bergerak menuju kearah teras depan kamar Milik nya, berdiri sejenak untuk menikmati semilir angin malam sambil menuangkan secara perlahan minuman yang ada di tangan nya tersebut.
Sepersekian detik kemudian terdengar suara handphone milik laki-laki itu yang terus berdering memekakkan telinga.
Memberitahukan jika seseorang mencoba menghubungi nya.
Dia terlihat tidak bergerak sama sekali, malah memilih memejamkan bola matanya secara perlahan.
Seorang perempuan tahu-tahu melangkah maju mendekati laki-laki tersebut, kemudian perempuan itu secara perlahan menyerahkan handphone yang terus mengeluarkan suara nya tersebut kepada laki-laki tersebut.
__ADS_1
Begitu handphone tersebut diterima, perempuan itu masuk ke dalam pelukan laki-laki yang ada dihadapan nya itu dan merapatkan pipinya kepunggung laki-laki itu.
"Ada apa?"
Suara bariton laki-laki itu memecah kesunyian malam, dia menunggu sahutan yang ada diseberang sana.
"Dominic berada di Prancis?"
Dia bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Lalu?"
Bisa dilihat laki-laki itu mencoba mendengarkan sambil menyesap perlahan minuman Miliknya.
Tidak dia pedulikan perempuan yang ada di belakangnya itu, sebab bagi nya perempuan bukan kehidupan nya.
Mereka hanya penghibur yang jika dia mau tinggal dia buang dan dia lepaskan begitu saja.
"Tetap selidiki, aku ingin tahu bagaimana kehidupan nya saat ini"
Ucap laki-laki itu sambil menatap lurus ke depan.
Selang beberapa waktu kemudian laki-laki itu mematikan handphone nya.
Satu kesenangan terlihat dari balik bibir nya.
"Ada apa?"
Perempuan dibelakang nya bertanya sambil terus memeluk tubuh laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Aku fikir aku akan mendapat kan satu permainan baru"
Setelah berkata begitu, laki-laki itu bergerak membiarkan perempuan itu melepaskan pelukannya.
"Mainan baru?"
Perempuan itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Membiarkan laki-laki itu bergerak masuk kedalam kamar mereka.
"Ini waktunya untuk membuat laki-laki itu tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dia cintai"
Setelah berkata begitu laki-laki tersebut langsung masuk kedalam kamar, membiarkan tangan-tangan nya meletakkan botol wine dan gelas yang ada di genggaman nya.
Kemudian laki-laki itu melangkah menuju ke arah nakas yang ada di sisi kirinya.
Lantas laki-laki tersebut mengeluarkan sesuatu dari sana.
Sebuah pistol!.
Secara perlahan laki-laki itu menaikkan pistol nya, dia mengarahkan pistol tersebut tepat kearah papan tembak target 🎯 yang ada di hadapannya.
Dalam hitungan detik satu peluru melesat tepat menuju kearah depan nya.
Doorrrrrr
Casshhhhh
__ADS_1
Tepat mengenai sasaran.
Perempuan disamping laki-laki itu berfikir ini jelas jelas tidak baik-baik saja, laki-laki itu seperti nya mulai akan bergerak untuk mendapatkan mangsanya.