
Mansion utama Keluarga Eden Al Jaber (Kevin Burja)
Prancis
Subuh
Zeline terlihat mengerut kan keningnya saat dia merasa sesuatu yang dingin dan lembut menempel di bibir nya untuk beberapa waktu.
Awalnya dia fikir mungkin dia tengah bermimpi tapi lama-lama rasanya seperti sebuah kenyataan.
Rasanya begitu kenyal dan seolah-olah ada yang bergerak Menyapu seluruh permukaan bibirnya secara perlahan.
Gadis itu menggeliat pelan, mencoba untuk membuka bola matanya untuk beberapa waktu.
Begitu bola mata nya terbuka, dia baru tahu itu adalah suami nya.
Dominic mencium lembut bibirnya untuk beberapa waktu hingga akhirnya ciuman itu terlepas dengan lembut.
"Good morning, sayang"
Mendengar ucapan selamat pagi di tambah kata sayang dibelakang nya seketika membuat wajah Zeline memerah karena malu, gadis itu tersenyum lantas langsung menenggelamkan wajahnya ke dada Dominic sambil kembali memejamkan bola matanya dan memeluk laki-laki itu secara perlahan.
Bisa dia cium aroma lembut dan Wangi tubuh laki-laki tersebut.
Dan Rasa dingin menyeruak kedalam tubuh nya.
Dominic jelas baru selesai dengan sesi mandi pagi nya, baru berganti pakaian dan langsung naik ke atas kasur mereka.
"Mari mendapatkan sholat subuh bersama"
Bisik Laki-laki itu kemudian.
Dan jika Biasanya Zeline yang membangunkan mereka untuk mendapat kan sholat subuh bersama, kali ini suaminya bergerak lebih dulu mengambil inisiatif.
__ADS_1
Bukankah begitu indah? ketika imam mu yang membangunkan kamu untuk menjalankan ibadah bersama.
"Hmmmm"
Sang istri masih memejamkan bola matanya sambil memeluk tubuh Dominic untuk beberapa waktu.
Kemudian gadis itu secara perlahan mulai bangun dari tidur nya.
Dominic hanya bisa mengulum senyuman nya saat dia melihat sang istri mulai bergerak menuju ke kamar mandi.
Laki-laki itu secara perlahan turun dari kasur mereka menuju ke arah nakas untuk mengambil sajadah.
******
Mansion utama Keluarga Eden Al Jaber (Kevin Burja)
Prancis
jam makan pagi
"Sayang ini jam makan pagi"
Protes wanita tua di samping Zeline itu cepat.
"Dia bukan Aland, kamu tidak akan mampu mengalahkan Dominic seperti kalian biasa mengerjai Aland dimasa muda kalian"
Saat mendengar istri nya bicara soal itu, Eden seketika terkekeh dia ingat bagaimana seluruh keluarga Al Jaber dan Bern sibuk mengerjai laki-laki itu dimasa kemarin.
Sesungguhnya dia tidak membenci Aland, tapi hanya kesal dan dongkol. Bagaimana bisa dia punya menantu seusia dirinya.
Laki-laki itu bisa-bisa nya Menikahi putri nya yang bahkan belum lulus SMA kala itu.
lucunya setelah menikahi putri nya bisa-bisa nya laki-laki itu dengan Santai nya membuat dia yang harus memberikan penjelasan pada Mama nya.
__ADS_1
Dia harus ketar-ketir mencari jawaban atas pertanyaan dari sang Mama nya soal hubungan Aland dan putri nya Ailee.
Belum lagi ada banyak sekali kejadian di masa lalu yang membuat semua hal menjadi tidak masuk akal.
Bahkan...Ah.. entahlah.
Jika ingat kisah masa lalu membuat dirinya merasa ada sesuatu yang membuat dirinya ingin menangis secara tiba-tiba.
Tiba-tiba dia rindu kebersamaan mereka, dimana semua orang berkumpul bersama tanpa sedikitpun mengingat status di antara mereka.
"Kami sering mengalahkan laki-laki nakal itu"
Ucap laki-laki itu kemudian.
"Aku tiba-tiba rindu dengan semua orang"
Lakilaki itu bicara pelan sambil menghentikan gerakan tangannya.
Sejenak Dominic memperhatikan wajah tua dihadapan nya itu.
Ada gurat kerinduan yang tercipta di balik wajah tua grandpa nya itu.
"Aku fikir akan membuat pesta perayaan pernikahan untuk kami"
Dominic bicara cepat kearah grandpa nya.
"Kami akan mengundang seluruh keluarga besar agar berkumpul di kediaman Faith yildiz"
Lanjut nya lagi.
mendengar ucapan sang cucu laki-laki nya, grandpa Eden langsung menoleh kearah Dominic.
Seulas senyum bahagia mengembang dibalik wajah nya.
__ADS_1
"Itu bagus, benar-benar bagus"
Jawab Laki-laki itu penuh antusias