
Disisi lain
rumah sakit xxxxxxx
*0**2.45 AM
Dini hari*
Di tengah suasana malam yang mencekam ketika hujan mulai turun membasahi bumi tanpa henti diikuti petir yang saling menggelegar dan bersahutan.
Beberapa orang dengan pakaian ber jas rapi serba hitam dan kaca mata hitam terlihat melangkah dengan cepat menuruni satu per tangga darurat.
Langkah tergesa-gesa yang dilakukan oleh beberapa orang Tersebut menimbulkan suara langkah sepatu yang saling bersahutan.
Sayangnya tidak ada satu penghuni rumah sakit pun yang peduli, sebab pukul 02.45 AM jelas merupakan waktu paling masuk akal untuk semua orang terlelap dalam tidur mereka.
Bahkan ketika suara derap langkah sepatu tersebut mulai masuk ke bagian lantai 3 rumah sakit semua pasien dan para keluarga yang berkunjung tidak peduli.
Semua orang semakin nyaman dan tenggelam kedalam tidur masing-masing, karena bagi mereka gerakan seperti itu telah biasa terdengar dalam keadaan darurat.
__ADS_1
Biasanya selalu ada masa di setiap malam nya para perawat dan dokter berlarian kesana-kemari masuk kedalam ruangan salah satu pasien yang tiba-tiba mengalami sesuatu di luar pemikiran.
Entah itu Karena keluarga pasien yang melaporkan selang infus tidak berjalan, karena tiba-tiba terdapat kondisi pasien dalam keadaan sekarat atau ada pasien baru yang masuk ke salah satu kamar inap bahkan tidak dipungkiri jika ada pasien yang tiba-tiba menghembuskan nafas terakhir mereka.
Yang jelas mereka telah terbiasa mendengar hak seperti itu.
Dan Para dokter yang mendapatkan tugas malam dan berjaga bersama malam ini bersama para perawat jelas telah ikut terlelap dalam tidur mereka di ruangan mereka masing-masing.
Apalagi keadaan langit yang terus mengguyur hujan ke muka bumi semakin membuat semua orang tenggelam kedalam alam mimpi mereka.
Sejenak beberapa orang yang bergerak Sejak tadi mencoba menghentikan langkah kaki mereka.
Seolah-olah memberikan kode pintu mana yang seharusnya mereka masuki saat ini.
Cukup lama Hingga akhir salah satu dari mereka mencoba memberikan kode, kamar mana yang seharusnya mereka masuki.
Satu orang menggerakkan tangannya, membiarkan dua teman nya yang berbadan kekar berdiri di sisi kiri dan kanan pintu, kemudian seorang lagi terlihat begitu waspada menatap di sekitar nya.
Dan satu laki-laki lagi kini terlihat mulai memutar kenop pintu dan masuk kedalam ruangan kamar tersebut tanpa basa-basi.
__ADS_1
Klekkkkk
Seketika laki-laki tersebut telah berada didalam ruangan tersebut bersamaan dengan pintu kamar tersebut tertutup dengan cepat namun tidak menimbulkan suara yang keras.
laki-laki itu berjalan mendekati sebuah ranjang rumah sakit mendominasi berwarna putih di mana terdapat seseorang yang tidur di atas kasur tersebut yang ditutupi selimut dengan rapat.
Dia yakin dibalik selimut Tersebut terdapat sebuah tubuh kecil yang telah mereka cari sejak kemarin atas perintah tuan Mereka.
Suasana ruangan kamar yang terlihat samar-samar karena cahaya lampu yang sengaja dimatikan membuat suasana kamar tersebut terlihat begitu suram.
Dan hal tersebut membuat laki-laki itu mampu bergerak lebih leluasa.
begitu tiba di sisi sebelah kanan ranjang tersebut, laki-laki itu secara perlahan mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong kameja nya.
Sebuah suntikan yang dimana didalam nya telah terdapat sebuah cairan berwarna kuning.
Dan secara perlahan laki-laki itu mendekati selang infus yang terus bergerak perlahan sejak tadi.
Laki-laki itu mulai menyuntikkan selang infus tersebut dengan obat yang ada di tangan nya tersebut.
Dan bisa dilihat laki-laki itu berbicara dibalik headset bluetooth Secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Tugas selesai Mister"