
Di sisi lain.
Dimana Theo berada.
Theo mencoba untuk menahan nafas nya sejak tadi untuk beberapa waktu ketika sosok laki-laki yang dia lihat tadi telah berdiri tepat disamping pintu kaca jendela mobilnya.
Laki-laki berdandan ala banci itu membuka kaca jendela mobilnya dengan cepat.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
Seolah-olah terkejut saat laki-laki itu melihat perempuan berjakun, dia fikir banci itu sangat tidak terawat sekali.
"Tentu saja jual diri pak, kau tidak lihat dia sedang bermain dibawah sana"
What?!.
Rasanya ingin sekali Theo memaki laki-laki banci itu.
Merunduk yang dimaksud tadi agar dia seolah-olah terlihat sedang ber cinta dengan laki-laki jadi-jadian sialan itu.
Hoeekkkk
Tiba-tiba dia merasa mual dengan keadaan.
Apakah dia bisa muntah sekarang juga?!.
Laki-laki itu melirik kearah bawah sana, bisa dia lihat seorang laki-laki tengah berjongkok dan melakukan sesuatu yang di anggap nya begitu menjijikkan.
Oh sialan.
Umpat laki-laki berpakaian serba hitam itu kesal.
Dia Fikir sangat terkutuk sekali dia mencurigai mobil yang dia kita adalah mobil lawan, siapa tahu hanya pasangan mesum tidak normal yang tidak tahu diri.
"apa tidak ada hotel yang bisa kalian datangi, oh shi..t kalian benar-benar sialan"
Umpat nya kesal.
"Apa anda juga ingin membeli ku? tawaran nya tidak begitu mahal, hanya 300rbu untuk dua ronde permainan"
Laki-laki berupa perempuan itu bicara sambil mengedip-ngedipkan bola mata.
Eyeshadow berwarna hijau tua dan pink tua yang bercampur aduk menjadi satu yang menghiasi kelopak mata laki-laki setengah perempuan itu seketika terlihat berkelap-kelip menjijikkan.
Laki-laki itu jelas ingin sekali muntah melihat ekspresi manusia yang di anggap dia makhluk jadi-jadian Tersebut.
Hoeekkkk.
Bayangkan bagaimana sejak tadi Theo mencoba menahan muntah nya, dia fikir sebentar lagi dia akan menggila.
"Sialan kau.... aku ini manusia normal"
Brakkkk laki-laki itu seketika menerjang pintu mobil tersebut dengan kencang.
Syahzia yang sejak tadi berbaring di sisi bawah Kursi belakang telah bersiap dengan senjata, hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan rekan nya tersebut.
Dia fikir memang tidak salah dia memilih tim terbaik untuk ikut menuntaskan tugas bersama dirinya.
"Kenapa hari ku jadi sesial ini"
__ADS_1
Laki-laki diluar mobil itu kembali mengoceh kesal.
Dia pada akhirnya berbalik dan memutuskan untuk pergi dari sana.
"Ada apa?"
Sebuah suara di ujung sana terdengar samar-samar.
"Pasangan gila, bergerak pergi dari sini"
Sahut laki-laki itu cepat.
Tidak lama kemudian beberapa mobil terlihat berhenti didepan rumah tua tersebut kemudian laki-laki itu dan teman-teman lainnya langsung masuk ke mobil tersebut lantas mobil-mobil tersebut langsung bergerak melesat menjauh dari sana.
"Mereka sudah pergi, bangunlah"
Mendengar laki-laki itu bicara seketika Theo bangun dari posisi nya.
"Oh syahzia....kau... benar-benar membuat ku menggila"
Oceh Theo Sambil berusaha menahan muntahan nya, tangan nya dengan cepat menurunkan kaca mobil nya.
Dan dalam hitungan detik laki-laki itu memuntahkan semua isi perutnya.
Hoeekkkk
Hoeekkkk
"Oh god, kenapa kamu punya teman seperti dia?"
Laki-laki itu bertanya pada syahzia yang kini telah duduk dengan sempurna di belakang sana.
"Bergerak sekarang, Miss Ma berkata Reihan dan Taj telah membawa putra Mr. K dari posisi awal nya"
Gadis itu bicara sambil menatap layar laptop yang ada di hadapannya.
********
Disisi lainnya lagi.
Mendengar Dominic berkata mereka sudah gila, jelas saja membuat laki-laki dihadapan Dominic itu menaikkan kedua bahunya.
Laki-laki itu kemudian dengan cepat memberikan kode dengan tangannya ke arah sisi kirinya.
Disana barisan mobil telah menunggu Dominic, satu ruangan yang menghubungkan mereka ke area parkiran bawah tanah.
Beberapa orang berpakaian hitam lengkap dengan senjata di punggung, paha dan tangan menunggu Dominic untuk masuk kedalam salah satu mobil yang berada di posisi paling depan.
"Kau tidak ingin menjelaskan pada ku siapa yang melakukan ini, Maher?"
Yah Dominic fikir bagaimana putra uncle Bern nya ada disini?!.
Apa yang sebenarnya sedang berlaku saat ini?!.
Kemana mereka ingin membawa nya?.
Apa kah dia sengaja di bebaskan untuk beberapa waktu?!.
Berapa lama?!.
__ADS_1
2*24 jam kata sipir nya tadi?!.
Lalu apakah mereka akan berperang?!.
"Aku fikir Adik ipar lebih tahu soal ini"
Mendengar ucapan Maheer seketika membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.
"Ya? siapa?"
Adik ipar? itu bukankah istri nya? Zeline?.
"Bukankah Miss Ma ah tidak maksud ku adik ipar punya banyak adikuasa untuk mengendalikan Semua orang di dunia mafia termasuk diriku? aku hanya mengikuti perintah"
Setelah berkata begitu Maheer langsung bergerak ke arah kirinya.
Dominic yang tiba-tiba merasa kepeningan masih tidak bisa memahami apa maksud dari ucapan laki-laki itu.
Adik ipar? Miss Ma?!.
Nama itu terdengar tidak asing ditelinga nya.
"Kau membuat ku bingung"
Ucap Dominic lagi.
Alih-alih menjawab Maheer berkata.
"Kita akan bergerak mengorek dan menghancurkan musuh lama mu, kawan"
Maher bicara sambil menarik senjata nya.
"Malam ini dia kembali melakukan aksi yang sama persis seperti malam kejadian madhubala meninggal, mari kita hancurkan mereka hingga ke akar-akarnya"
Setalah Berkata Begitu Maheer langsung mengokang senjata nya.
Kletakkkkk
Takkkkkkk
Oh my god.
Dominic hanya bisa membeku Mencoba mencerna satu persatu ucapan Maheer.
Sesungguhnya Dia takut berasumsi juga takut menebak-nebak.
Apakah aku menikahi seorang perempuan mafia?!.
Miss Ma?!.
Cleopatra nya Keluarga Ma dan Hillatop?!.
Banyak Desas-desus berkata setelah para tetua mulai mengambil masa pensiun mereka, salah satu gadis keturunan keluarga Ma atau Hillatop mengambil alih kekuasaan dunia mafia.
Apakah itu istri nya?.
Tidak mungkin.
Batin Dominic sambil mencoba menahan perasaan nya yang bercampur aduk menjadi satu Tersebut.
__ADS_1