
Mansion utama keluarga Abimanyu
Kamar pengantin Utama
23.55 PM
Dominic terlihat menghela kasar nafasnya saat mereka pada akhirnya terpaksa berada di kamar yang sama.
Meskipun dia berusaha untuk pura-pura ingin ikut bergadang dan lain sebagainya, alasan nya benar-benar tidak bisa di gunakan nya untuk keluarga Faith yildiz atau Abimanyu.
Seolah-olah untuk kisah lama soal mengerjai pengantin laki-laki dengan permainan catur atau sebagai nya hingga pagi hari tidak akan pernah berlaku untuk dirinya.
Jika di luar sana pengantin laki-laki akan kesulitan kembali ke kamar mereka untuk melewati malam pertama dengan pasangan mereka, mencari cara bagaimana bisa kabur dari dikerjai oleh Semua orang agar begadang maka jangan berharap hal itu berlaku pada kisah pernikahan Dominic.
Kehidupan pernikahan nya bersama gadis kecil itu seolah-olah sengaja dipermudah oleh seluruh keluarga.
Bahkan dia di paksa agar kembali ke kamar lebih awal dari pengantin lainnya.
Laki-laki itu sejenak melepas kan jas miliknya kemudian dia lebih memilih untuk membersihkan diri nya dengan cepat dari rasa gerah dan panas yang berkepanjangan sejak tadi.
Untung nya si gadis kecil itu belum juga kunjung datang ke kamar pengantin milik mereka.
Dominic fikir semakin lama gadis itu menghilang dan belum kembali itu akan semakin membuat dia tenang.
Mereka tidak mesti bertemu dan saling bertatap muka hingga dia bisa memilih tidur terlebih dahulu.
Tapi siapa sangka ketika dia baru menyelesaikan mandi nya dan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk nya saja tahu-tahu gadis kecil itu muncul dari arah balik pintu.
Sejenak bola mata mereka saling beradu, seolah-olah ketegangan terjadi di antara mereka untuk beberapa waktu.
"Kamu sudah mandi?"
__ADS_1
Bayangkan betapa gadis itu terlihat biasa-biasa saja menghadapi dirinya?!.
Zeline langsung mengembangkan senyuman nya, masuk kekamar sambil berjalan menuju ke walk in closed.
"Aku tidak begitu paham soal selera pakaian Om, tapi saat untie Ailee berkunjung kemari beberapa hari yang lalu, beliau mengajak ku untuk berbelanja, dan berkata soal selera kamu dalam memilih pakaian"
Ucap Zeline sambil mencari sesuatu didalam walk in closed.
Tiba-tiba gadis itu mengeluarkan pakaian dari sana.
Iya Dominic fikir bagaimana bisa dia tidak memikirkan soal pakaian apa yang akan dia pakai setelah mandi.
Kini dia baru sadar soal jika dia tidak memiliki pakaian di tempat ini.
"Aku harap Om suka warna putih"
Ucap gadis itu kemudian.
Oh shi..t.
Dominic jelas cukup terkejut.
Dengan perasaan tidak enak dia menerima barisan pakaian tersebut.
"Om bisa mengganti pakaian nya sekarang"
Gadis itu bicara sambil menatap wajah Dominic dalam.
Laki-laki itu sejenak Balik menatap gadis tersebut, cukup lama hingga akhirnya dia menaikkan ujung alisnya.
"Disini?"
__ADS_1
Tanya Dominic tiba-tiba.
"Ya?"
Zeline kali ini balik bertanya.
"Dihadapan kamu?"
Kata-kata itu spontan terucap dari bibir Dominic.
Bisa dia lihat wajah gadis itu memerah.
Dia fikir Zeline akan menjadi semakin malu, siapa sangka gadis itu malah berkata.
"Bukan masalah, bukankah kita suami dan istri? berganti lah dan aku akan pergi untuk mandi juga"
Ucap gadis itu lantas langsung membalikkan tubuhnya.
Dominic seketika menatap tidak percaya atas ucapan gadis itu.
"Ngomong-ngomong Om, bisa bantu buka resleting gaun ku?"
Tiba-tiba gadis itu menyerahkan punggung nya begitu saja.
"Ya?"
Kali ini laki-laki itu jelas membeku.
"Aku fikir Om harus membantu ku untuk melakukan nya"
Lanjut gadis itu lagi.
__ADS_1