
Faith yildiz company
2 hari sebelum keberangkatan bulan madu
Ke Prancis
Seorang perempuan terlihat melangkah masuk menuju ke arah pintu kaca gedung utama Faith yildiz dengan langkah gemulai dan congkak nya.
Bergerak maju mendekati pintu elevator kaca yang ada di tengah-tengah gedung pencakar langit tersebut.
Pakaian minim dengan kaca mata hitam serta heels tinggi menambah kesan betapa angkuh nya sang pemilik tubuh yang sejak tadi berjalan berlenggak-lenggok kesana-kemari di antara semua karyawan Faith yildiz.
Beberapa karyawan terlihat melirik dan mulai bergosip soal perempuan tersebut.
Tidak ada yang tidak mengenal perempuan itu di sana.
Beberapa kali hilir mudik ke perusahaan Faith yildiz membuat orang-orang jelas mengenali nya dengan baik.
Apalagi gaya mencolok nya yang jelas tidak akan gampang dilupakan oleh orang-orang.
Reihan yang berada di lantai bawah, baru masuk melalui pintu utama jelas secepat kilat mengerut kan keningnya saat seorang pegawai perempuan menghampiri dirinya dan bicara dengan nya secara panik juga terburu-buru.
Seolah-olah memberitahukan sesuatu yang cukup darurat di antara semua orang.
Laki-laki itu jelas terdiam saat mendengar kan apa yang barusan Perempuan itu ucapkan.
Bola mate Reihan langsung menyusuri gadung raksasa tersebut dan mencari barisan elevator kaca yang ada di hadapannya.
Oh shi..t.
Laki-laki itu mengumpat, mencoba berkomunikasi dengan seseorang dibalik headset bluetooth nya.
"Apa dia sudah masuk kedalam ruangan nya?"
__ADS_1
Tanya laki-laki itu di balik headset bluetooth nya.
******
Perempuan tadi begitu keluar dari pintu elevator, dengan gerakan terburu-buru dia mencari satu ruangan yang sudah dia hapal betul milik siapa.
Dengan gerakan cepat dia mencoba melangkah menuju kearah sana, tidak memperdulikan sedikit pun tatapan orang-orang disekitar nya.
"Dimana Dom?'
Tanya Perempuan itu pada seorang perempuan lain di hadapannya nya.
Yang di tanya buru-buru menundukkan kepalanya, menatap bola mata Perempuan itu dengan perasaan takut.
"Belum datang, nona"
Saat mendengar kata belum datang dengan cepat perempuan itu membuang pandangan ya, dia kembali berjalan menuju kearah depan nya dan mencari ruang kerja utama milik Dominic.
Perempuan yang ditanya tadi buru-buru bergerak pergi menjauhi Perempuan tadi, semua orang jelas cukup enggan berhadapan dengan Perempuan itu sejak dulu.
"Kenapa dia datang? bukankah dia masih berlibur ke Swiss?"
"Aku fikir tuan belum tahu kepulangan nya"
"Kau lihat betapa angkuh nya dia? aku benar-benar tidak suka dengan gaya nya"
Bisik-bisik tetangga terus terdengar disekitar perusahaan Faith yildiz, orang-orang mulai merasa hawa ketidak nyamanan akan terjadi.
Perempuan tadi mulai masuk ke ruang kerja Dominic, melangkah kedalam dengan gaya congkak nya.
Sejenak dia berdiri menatap ke area sekeliling ruangan, kemudian perempuan itu memilih duduk di atas kursi kebesaran Dominic secara Perlahan.
Dia mulai memejamkan bola matanya sejenak untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Sesungguhnya dia masih menikmati masa nya di Swiss hingga 2 hari yang lalu.
Tapi satu baris kata yang membuat dia memaksa untuk pulang secepat nya.
"Dominic telah menikah"
Dia jelas mengeram kesal.
Menikah?!.
Hah...yang benar saja.
Perempuan itu pada akhirnya membuka bola matanya secara perlahan, dia membuka tiap susunan laci di bawah meja tersebut dan mulai bergerak memeriksa tiap laci yang ada, memastikan beberapa hal seperti Biasanya.
Hingga tanpa sengaja dia menemukan sebuah map coklat yang terdapat beberapa lembar isi kertas didalam nya.
Perempuan itu mulai mencoba menelisik isi nya secara perlahan, hingga akhirnya dia membulatkan bola matanya saat dia menemukan sebuah kenyataan.
Awalnya dia terkejut tapi lama-lama dia terkekeh pelan lantas Perempuan itu menampilkan ekspresi wajah bahagia dibalik kemarahan nya.
Kau pasti bercanda.
Perempuan itu dengan cepat memasukkan kembali map tersebut kedalam laci meja tersebut, dia langsung beranjak dari kursi tersebut dengan gerakan cepat.
Tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba seseorang muncul dari arah balik pintu, membuat dia cukup terkejut dengan keadaan.
"Kau tetap tidak pernah berubah"
Reihan terlihat berdiri tepat di ambang pintu, menatap tajam bola mata perempuan yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Pilih salah satu, pergi dengan cara terhormat atau aku yang akan mengusir mu sekarang juga hingga membuat mu kehilangan urat malu?"
Mendengar ucapan Reihan Perempuan itu seketika mengeratkan rahangnya, dia menggenggam erat telapak tangan nya dengan perasaan tidak suka.
__ADS_1
"Kau juga tidak pernah berubah, terlalu ikut campur dengan urusan ku dan Dominic"
Dua orang tersebut tampak saling menatap dalam penuh ketidaksukaan.