
Catatan \= Happy hareudang Makkk, yang belum cukup umur boleh kabur🤭🤭🤭😘😘💋💋💋.
*****
Sebenarnya ini ciuman kedua dari Dominic bukan? ah entahlah Zeline merasa Seketika tubuhnya mengejang karena sedikit ada rasa dag Dig dug dan malu.
Begitu laki-laki itu menyatukan bibir mereka rasanya jantung Zeline terus memompa dengan sempurna.
Ciuman Dominic terasa begitu penuh dengan kelembutan dan Mampu mengubah suasana kamar mereka yang awalnya dingin karena AC tiba-tiba menjadi menghangat.
Zeline memejamkan bola matanya secara perlahan, dia mengeratkan pegangan pada lengan Dominic untuk beberapa waktu.
Tidak tahu kenapa rasanya dia seolah-olah tidak bisa bernafas.
Sepersekian detik kemudian Zeline mencoba mendorong dada suaminya.
"Ada apa?"
Tanya Dominic pelan.
Ketika bola mata mereka beradu, seketika wajah Zeline memerah karena malu.
"Aku tidak bisa bernafas"
Ucap gadis itu begitu lembut.
Seketika Dominic tertawa kecil, dia menautkan kening mereka untuk beberapa waktu.
"Ini pertama kalinya? maaf aku terlalu tergesa-gesa"
Bisik Dominic kemudian.
"Aku akan melakukan nya sedikit lebih lembut lagi dan pelan"
Setelah berkata begitu, jadi jempol laki-laki itu menyentuh bibir istri nya secara perlahan.
Kemudian dia kembali menyambar bibir itu secara perlahan.
Kini ciuman itu bergerak lebih lembut dari sebelumnya, dimana tangan akan Dominic mulai bergerak menyentuh lembut leher dan ujung telinga Zeline.
Ciuman itu bergerak begitu hangat dan lembut hingga akhirnya mulut laki-laki itu mulai bergerak mencari celah nya, dimana lidah laki-laki itu bergerak maju menyusuri rongga mulut Zeline secara perlahan, mengajak gadis itu agar membalas belitan lidah nya.
Rasanya aneh bagi Zeline saat bibir mereka bersatu bahkan kini lidah laki-laki itu sudah bermain didalam rongga mulut nya.
Awalnya posisi mereka masih saling berhadapan dalam kondisi miring untuk waktu yang cukup lama hingga akhirnya Dominic mulai merangkak naik dengan lembut ke atas tubuh sang istri nya.
Lagi Zeline memejamkan bola mata nya, membiarkan laki-laki itu mengakses semua rongga mulutnya, bahkan memasrahkan diri ketika satu tangan laki-laki itu mulai masuk menyusuri perut nya hingga naik ke puncak bukit kembar nya.
Satu de..Sahan lolos dari bibir indah Zeline.
Ohhh dia seketika merasa begitu malu.
Jemari dan tangan Laki-laki itu kini Menjelajahi kulit indah dan putih Milik nya di bagian depan.
Dominic secara perlahan menyingkap gaun tidur model kamisol milik Zeline Hingga akhir Setelah tangan tersebut berhasil masuk menyeruak kedalam pakaian itu dan naik ke dada nya, dengan gerakan nakal Jemari sang suami menyentuh dan memainkan peran tangan nya disana hingga membuat Zeline semakin kehilangan kendali atas dirinya.
Bagi gadis itu, sang suami benar-benar begitu pandai memainkan aksinya di atas seluruh tubuhnya.
Hingga akhirnya ciuman sang suami mulai lepas, Kini bibir serta Lidah itu mulai menjelajahi kulit leher hingga ke seluruh permukaan kulit mulus Zeline.
Dan tanpa Zeline sadari laki-laki itu telah melepaskan pakaian tidur nya yang membalut tubuh tersebut satu per satu.
Ini kali pertama seluruh tubuh nya di lihat oleh seorang laki-laki, hanya menyisakan penutup bawah mendominasi berwarna putih.
Lagi wajah Zeline rasanya memerah.
Bibir dan lidah Dominic kembali mulai menyapu leher jenjang Milik istri nya, bahkan Dominic meng..hi..Sap pelan leher tersebut hingga menimbulkan suara aneh di balik telinga Zeline.
Perempuan itu me..nge..rang saat dia merasakan hisapan kuat terasa di Balik lehernya.
Rasanya terlalu menyiksa karena ke..nik..matan tiada Tara, apalagi saat bibir itu tiba-tiba turun ke bagian dadanya.
Zeline tidak sadar kapan laki-laki itu bahkan melepaskan baju milik nya juga.
Dan kini rupanya Dominic mulai menyusuri setiap jengkal bagian dadanya.
Bahkan kedua tangan Dominic dengan lincah saling bergerak memenuhi tujuan nya.
__ADS_1
Setelah itu laki-laki itu dengan cepat memasukkan mulutnya ke dalam niple kecil berwarna pink muda milik Zeline.
"Akhhhh Om..."
Perempuan itu seketika men..de..sah, rasanya kepala nya terasa pusing tiba-tiba, seolah-olah ada sesapan dan tarikan halus di sana yang menghisap lembut milik nya dan bermain didalam sana.
Zeline me..ngerang, tangan nya mencoba mencari pegangan, dia me..re..mas Sprai kasur di sisi kiri dan kanan nya.
Bayangkan bagaimana bahagia nya Dominic saat mendengar suara Zeline yang merengek di bawah Kungkungan nya.
Dia benar-benar menyukai gadis pasif yang tidak berdaya berada di bawah Kungkungan nya.
Dan Zeline mampu membuat dia tergila-gila.
Kini bisa Zeline rasakan lidah dan mulut Dominic Terus menggerakkan aksi nya, laki-laki itu terus bermain di dada nya, menyesap, menyapu bahkan meng..hi..sap nya dengan kencang, membuat dada Zeline mengeras dan mengangkat secara refleks.
Gadis itu kini hanya bisa pasrah dengan perlakuan Dominic, bahkan ketika tangan Kokoh laki-laki itu mulai menyusuri kedua pahanya secara perlahan, Zeline benar-benar hanya bisa mengeluarkan suara-suara memalukan miliknya.
"Akhhh dom..."
Bahkan ketika tangan itu berhasil melepaskan penutup bagian bawah nya, Zeline hanya bisa mencoba menahan deru nafas nya yang tidak mau berhenti sejak tadi.
Dan di tengah rasa nikmat yang nyaris membunuh nya karena sesapan bibir, lidah dan mulut laki-laki itu di dadanya.
Tiba-tiba Dominic menghentikan gerakan nya, laki-laki itu diam untuk beberapa waktu. Dia menatap wajah Zeline untuk beberapa waktu.
"Boleh aku?"
Pertanyaan itu terlontar dari bibir laki-laki tersebut, dia butuh izin untuk bisa melakukan nya.
Sejak awal Dominic jelaa tidak mau menyakiti istri nya, bahkan berlaku lembut dan tidak bermain kasar.
Baginya istri nya istimewa, bukan seperti Perempuan lain yang tidak dianggap nya siapa-siapa.
Dalam sumpah setianya, satu-satunya yang akan dia tanam kan dalam hati nya, hanya istri nya yang akan terus menemani kehidupan nya hingga hari tua dan akhirnya hayat nya.
Dan Dia tidak mungkin Bergerak tanpa izin, dia tidak ingin merusak perasaan Zeline, tanpa izin gadis itu dia tidak akan menyakiti nya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Zeline menelusuri bola mata sang suami nya, pandangan penuh makna terlihat dari balik wajah tersebut.
Begitu izin didapatkan, seketika Dominic menyambar bibir istri nya, dia kembali bergerak lincah di atas sana sedang kan dibawah sana bisa Zeline rasakan sesuatu bergesek dengan sempurna.
Perlahan tapi pasti, sesuatu secara perlahan Mencoba untuk masuk ke dalam inti nya.
Seketika Zeline menahan gerakan Dominic, sumpah demi Allah rasanya sakit dan sangat tidak nyaman menurut nya.
Dan begitu hentakan terjadi, meskipun mungkin bagi Dominic lembut tapi tidak bagi Zeline, gadis itu memekik dibalik telinga suaminya, Perempuan itu memeluk erat tubuh Dominic kemudian menggigit bahu laki-laki itu dengan keras.
"Sayang?"
Dominic langsung mencoba menatap Bola mata sang istri nya.
Bisa dia lihat bola mata tersebut ber'embun.
"Sakit dan perih"
Ini kali pertama gadis merengek seperti anak kecil.
Meskipun terluka atau jatuh berkali-kali Zeline tidak pernah menangis, dia gadis yang kuat tanpa pernah mau meminta bantuan dari orang lain.
Tapi untuk urusan kali ini jelas berbeda, rasa sakit luar biasanya jelas begitu unik dan berbeda.
"Mau berhenti sekarang?"
Sesungguhnya Dominic sudah masuk ke puncak hasrat nya, dia jelas butuh pelepasan tapi melihat sang istri mulai meringis dan ingin menangis, dia fikir berhenti mungkin tindakan terbaik nya.
Mana mungkin dia memaksakan sesuatu berdasarkan rasa Ego nya sendiri.
Alih-alih menjawab, bisa dia lihat Zeline menatap syahdu wajah nya, gadis itu kemudian menggelengkan kepalanya Secara perlahan.
"Bisa bergerak lebih perlahan lagi? ini yang pertama jadi aku belum terbiasa"
Suara Gadis itu terdengar bergetar, perpaduan rasa sakit, cemas, takut dan bersalah karena tidak bisa membuat suaminya merasa terpuaskan bercampur aduk menjadi satu.
"Yakin?"
Dominic kembali bertanya, menanyakan untuk menyakinkan istri nya.
__ADS_1
Zeline mengangguk cepat.
Pada akhirnya laki-laki itu mencium lembut kening dan kedua kelopak mata Zeline, kemudian secara perlahan laki-laki itu kembali mencoba menggerakkan Secara perlahan milik nya di bawah sana.
Jangan ditanya bagaimana rasanya, jelas perih, sakit dan secara tercabik-cabik bercampur aduk menjadi satu.
"Akhhh....."
Seketika Zeline berteriak kecil saat Dominic benar-benar telah membenamkan milik nya secara sempurna.
Kali ini jangan ditanya bagaimana cara Zeline menahan air mata nya agar tidak tumpah.
Gadis itu hanya bisa mengencangkan pelukan nya pada punggung Dominic, dan bisa Dominic rasakan sesuatu yang hangat terasa melewati Milik nya.
Ini benar-benar malam pertama milik istri nya.
Dia jelas tidak bisa bersikap egois, membiarkan sang istri merasa nyaman lebih dulu dengan penyatuan mereka.
Bahkan Dominic secara perlahan menghapus keringat di kening istrinya serta menghapus air mata yang nyaris tumpah.
Cukup lama dia diam, hingga akhirnya Bisa dia rasakan bagaimana milik Zeline mulai meremas milik nya dengan erat.
Zeline masih mencoba menahan sakit, dia terkekeh kecil, menatap Dominic dengan pandangan syahdu.
"Aku terlihat cengeng"
Alih-alih ikut terkekeh, Dominic malah lebih memiliki rasa bersalah.
"Tidak sayang, ini hal yang wajar"
Jawab laki-laki itu sambil mencium lembut kening Zeline..
"Boleh aku mulai bergerak dengan pelan?"
Tanya Dominic pelan.
Zeline mengangguk kan kepalanya perlahan.
Sepersekian detik kemudian Dominic secara perlahan mulai bergerak, dia mencoba memompa dengan cara yang lembut, takut gerakan nya membuat tidak nyaman sang istri nya.
Awalnya jelas masih terasa sakit, Zeline mencoba membiasakan diri, menikmati alur yang dibawa oleh sang suami, hingga akhirnya rasa perih dan sakit berubah menjadi rasa nikmat luar yang baru.
Dominic Begitu pandai memainkan dirinya, bergerak memompa nya dengan cara yang begitu sempurna, membawa nya melayang-layang melewati mimpi terindah Entah hingga kapan.
Suara deru nafas dan penyatuan milik mereka terdengar memenuhi kamar tersebut, suara sang istri yang berulang kali terdengar memenuhi telinga Dominic menambah nikmat nya sesi per..cin..taan syahdu penuh kasih di Antara mereka.
Lautan keringat tidak lagi mereka peduli kan, yang mereka peduli kan mendapatkan rasa nikmat tak berpenghujung yang bisa membawa mereka dalam bara cinta yang tidak padam oleh oleh Waktu.
Laki-laki itu meraih Jemari istri nya secara perlahan, menggenggam erat telapak tangan tersebut dengan penuh cinta.
Hingga akhirnya tanpa Zeline sadari dia akan masuk pada pelepasan nya, dimana dia mencoba mengencangkan pegangan nya pada jemari Dominic.
Seolah-olah tahu sang istri akan tiba pada puncak nya, Dominic semakin mempercepat pompahan nya, dia bergerak naik turun memastikan Zeline masuk ke puncak ke..nik..matan nya hingga akhirnya disusul dirinya dalam pelepasan nya didalam inti milik sang istri nya.
Dan ketika pelepasan datang, satu lafaz doa terucap didalam hati mereka.
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).
Satu desa..Han kepuasan lolos dari bibir Dominic setelah mereka mencapai puncak ke.. puasan yang luar biasa.
Satu ciuman panas kembali melesat didalam bibir istrinya dari laki-laki tersebut, cukup lama hingga akhirnya laki-laki itu melepaskan ciumannya.
Satu kata cinta menambah rasa setelah usai sesi pee..cintaan mereka.
"Terimakasih sayang, i love you"
Bahasa paling sederhana yang begitu di nanti para perempuan sempurna di dunia ini setelah melewati masa penyatuan luar biasa mereka.
Seolah-olah apa yang mereka berikan bukan hanya satu kepuasan saja melainkan satu bukti tanda bakti dan cinta terhadap pasangan mereka.
"I love you too"
Bisik Zeline lantas masuk kedalam dekapan Dominic karena rasa malu dan lelah yang bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1