When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Kesalahpahaman bermula


__ADS_3

Disisi lain


Dominic melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh sejak tadi, jutaan kekawatiran menghantam diri nya ketika dalam beberapa waktu sebelumnya dia mendapat kan telepon dari Mama Amena.


Madhubala sang "Untouchable Queen" orang-orang biasa memanggilnya, Dominic tidak benar-benar tahu siapa nama asli perempuan tersebut.


Yang dia tahu semua orang selalu memanggil nya MADHUBALA.


Perempuan itu pernah berkencan dengan nya tapi tidak pernah tidur dengan nya, yang Dominic suka perempuan itu meskipun kerja di dunia malam, dia begitu luar biasa mampu menjaga Marwah nya.


Tidak ada satu laki-laki pun pernah tidur dengan Perempuan itu.


Pekerjaan utama nya menjadi penerjemah banyak bahasa, karena kemampuan dan kepintaran luar biasa madhubala.


Dominic pernah memperingati madhubala soal pekerjaan nya di masa kemarin.


"Taruhan mu adalah nyawa, sebab kamu berkutat dengan orang-orang penting, pihak pemerintahan, orang-orang yang berlindung di Balik wajah penting seperti Jendral bahkan agen penting lainnya"


"Yang kamu hadapi bukan soal jual beli barang haram seperti marijuana tapi juga soal senjata api bahkan nuklir"


"Tidak ada yang bisa melindungi kamu jika kamu terjebak lebih dalam lagi"


Dan lihatlah sekarang? apa yang ditakutkan oleh Dominic pada akhirnya terjadi.


Beberapa waktu yang lalu, perempuan itu menghubungi nya dan berkata.


"Dom...dom...bawa putri ku menjauh dari sini, aku benar-benar berada didalam keadaan terjepit"


Suara perempuan itu terdengar tersengal-sengal, entah apa yang telah terjadi Dominic tidak tahu, dan di detik berikutnya bisa dia dengar hantaman keras memekakkan telinga nya dari balik handphone nya tersebut.


Brakkkkkkk


Akhhhhhhh


Seketika Dominic terbelalak kaget, dia mengeratkan rahang nya.


"Dimana? dimana kamu, katakan pada ku, madhubala..."


Teriak Dominic ditengah keterkejutan nya.


Dan pada akhirnya disinilah laki-laki itu berada kini.


Melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh sambil berusaha untuk terus menghubungi Amena, putri satu-satunya madhubala.


"Shi ..t sayang angkat telepon nya"


Dominic bicara sambil menghantam kasar stir mobilnya.

__ADS_1


Kemudian Dia mencoba menghubungi Reihan, bertanya apakah laki-laki itu mendapat kan titik lokasi madhubala atau Amena.


******


Disisi lain nya


Sky melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, jutaan kekawatiran menghantam diri nya saat ini ketika dia baru saja bicara dengan Amena.


Tidak tahu apa yang terjadi tapi perasaan nya berkata ini tidak baik-baik saja.


Amena hanya berkata dia butuh bantuan nya karena Mama Amena yang tidak lain Mama angkat nya terjebak di club malam xxxxxxx.


Gadis muda itu berkata seperti nya hal yang buruk telah terjadi pada Madhubala.


Sebab Amena berkata seperti nya dia mendengar Mama mereka bicara sambil menahan rasa sakit Karena cekikan.


Bayangkan bagaimana perasaan Sky saat ini?!.


Perempuan itu satu-satunya orang yang begitu peduli padanya, jika sesuatu terjadi pada Madhubala Sky fikir bagaimana dia hidup nantinya?!.


Madhubala satu-satunya kekuarga yang dia temui yang bisa memahami isi hatinya.


Dia terus mencoba menghubungi handphone madhubala yang tidak aktif sejak tadi, berharap jika-jika handphone perempuan itu menyala dan panggilan nya segera tersambung dengan sendirinya.


Dan as setelah waktu lama berjalan tiba-tiba panggilan nya tersambung Begitu saja.


"Halo...Ma...?!"


"Dominic..."


"No....."


Tiba-tiba satu suara terdengar di Balik handphone nya.


Dominic?!.


Sky jelas mengerutkan keningnya.


"Amena? Ma...?"


Pekik Sky dengan nada gemetaran.


********


Disisi lainnya lagi.


"Bawa mayat madhubala dan pastikan semua berjalan sesuai dengan rencana"

__ADS_1


Seorang laki-laki bicara sambil menaikkan ujung bibirnya.


Madhubala terlihat tidak lagi bernyawa, darah segar mengalir dari balik pelipis nya.


Amena terlihat terikat dengan sempurna, tidak sadarkan diri dan di bawa paksa oleh 2 laki-laki bertubuh kekar yang ada dihadapan laki-laki tersebut.


Di ujung sana tubuh Dominic tergeletak tidak berdaya, tubuh yang dipenuhi luka dan wajah babak belur itu bahkan tidak sanggup mengangkat telapak tangan nya.


Samar-samar masih bisa Dominic lihat orang-orang itu membawa dua tubuh yang selalu ingin dia lindungi itu.


No...!.


"Cari flashdisk nya hingga dapat dan Pastikan Rencananya berjalan Sesuai dengan yang aku katakan, biarkan orang-orang berfikir Dominic adalah pelaku utamanya"


Barisan kata mengerikan itu terdengar samar-samar menghilang dari Arah balik telinganya Dominic seiring dengan menghilang nya kesadaran laki-laki tersebut.


*****


Disisi lainnya lagi


Ketika semua orang menghilang, Seorang laki-laki muda mencoba menekan kesadaran nya, dia mencoba merangkak untuk berdiri dari posisi nya, berusaha untuk meraih tubuh Dominic dan berfikir untuk menyelamatkan dirinya.


Tidak...!!.


Laki-laki itu bicara dalam hatinya dengan nafas tersengal-sengal.


Dia tahu laki-laki tua jahanam itu telah kehilangan hati nuraninya, dia mungkin tidak bisa menyelamatkan madhubala tapi setidaknya dia bisa menyelamatkan harga diri laki-laki lain yang mencoba menyelamatkan madhubala dan putri nya.


Tidak tahu bagaimana caranya dia fikir dia harus bisa membawa Dominic pergi sejauh nya dari sana.


Di ujung sana seorang laki-laki seusianya terlihat berlarian dengan wajah panik, dia mendekati laki-laki itu lantas bertanya.


"Apa kau baik-baik saja?"


Alih-alih menjawab laki-laki itu berkata.


"Amena... selamatkan Amena"


Ucapnya Pelan.


"Kau tahu? dia tengah mengandung anak mu, kawan"


Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya, seketika laki-laki itu memundurkan langkahnya.


"Tuan K berencana untuk membunuhnya..."


Dan saat mendengar kata K laki-laki itu secepat kilat beranjak pergi berlarian dari sana dan melesat dengan cepat menuju kearah depan.

__ADS_1


No...jangan lakukan itu lagi.


pekik nya didalam hati sambil dia berusaha menahan tangisannya.


__ADS_2