
Mandy Masih terpaku menatap perempuan dihadapan nya itu, lalu dengan secepat kilat Mandy meraih sesuatu di punggung nya.
Klatakkkkk
Dia mengarahkan pistol ditangan nya tepat ke depan wajah Zeline.
Dan yang membuat Mandy terkejut, Alih-alih takut atau menampilkan ekspresi terkejut nya juga, perempuan itu tahu-tahu ikut mengangkat senjata nya yang tidak dia tahu kapan Zeline memegang nya.
Klatakkkkk
"Aku tidak suka menggunakan kekerasan, Mandy"
Ucap Zeline sambil mengarahkan moncong senjatanya tepat kearah kening Mandy.
Perempuan itu jelas tercekat apalagi saat semua orang mengacungkan senjata mereka ke arah Mandy.
"Kau bisa membunuh Azalea, panas nya begitu tinggi Mandy"
Ucap Turner cepat.
Dan seolah-olah kini Mandy sadar jika sebenarnya sejak awal Turner sengaja menggiring nya kemari agar dia membawa Azalea.
Laki-laki itu sejak awal pasti telah dikendalikan oleh Zeline
Seharusnya sejak awal dia tidak bermain-main dengan perempuan dihadapan nya itu.
Baginya istri Dominic terlihat tidak berdaya, diam-diam ternyata Begitu mematikan.
Dia Fikir perempuan itu perempuan yang tidak memiliki Adi kuasa, bahkan tidak mampu melawan ketika digertak.
Tapi siapa sangka, perempuan itu bisa memerintahkan siapapun, bisa menembus akses Apapun yang dia mau bahkan dia mampu mengangkat senjata kearah Lawan nya.
"Siapa kau sebenarnya?"
__ADS_1
Tanya mandy dengan bibir bergetar.
Yah bukan kah seharusnya dia menanyakan hal tersebut?!.
Siapa sebenarnya Perempuan itu?!.
Jika hanya perempuan biasa bagaimana bisa Zeline mengendalikan Turner yang karakter nya sulit ditebak, bagaimana Zeline bisa mengendalikan Reihan yang memiliki karakter sulit di rayu serta Begitu keras kepala dan bagaimana bisa Perempuan itu membawa Taj, laki-laki yang merupakan musuh Dominic selama bertahun-tahun ini hingga mau datang ke Indonesia dan bersekongkol dengan Perempuan tersebut.
Dan tidak heran jika seorang Dominic dengan sifat dan karakter rumit nya serta ke kasanova Han nya bisa menikah dan begitu mencintai istrinya itu.
Zeline pasti bukan sembarang perempuan.
"Aku fikir kamu tidak harus tahu siapa siapa aku, cukup kita membuat sebuah kesepakatan, berikan gadis itu pada ku dan aku akan membawa mu pergi dari semua situasi saat ini"
Jawab Zeline pelan sambil menaikkan ujung alisnya.
"Kau Memiliki jaminan untuk bisa melindungi Azalea dan diri ku? aku ingin tahu sebesar apa kamu bisa menjamin keselamatan kami?"
Zeline terlihat belum menjawab, masih menatap wajah perempuan dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Tidak punya jawaban?"
Mandy terlihat mendengus, dia fikir pemikiran soal kuasa Zeline terlalu berlebihan.
Perempuan itu tidak bisa melindungi mereka dengan jaminan pasti.
Ekspektasi nya mungkin terlalu berlebihan.
"Aku terlalu berfikir berlebihan"
Mandy bicara sedikit Mengejek.
Dia menatap Turner kemudian berkata.
__ADS_1
"Jangan bermimpi aku akan memberikan Azalea kepada dirinya"
Ucap mandy dengan tatapan kesal kearah Turner.
Yang di ajak bicara terlihat tidak menampilkan ekspresi wajah nya sama sekali.
"Aku bisa menjamin kehidupan terbaik untuk Azalea, dia akan menjadi putri tertua kami begitu kamu memberikan dia kepada ku malam ini"
Jawab Zeline tiba-tiba.
"Dan aku akan membawa mu keluar dari Indonesia dan mengubah seluruh identitas mu dan aku jamin laki-laki itu akan hancur sesuai keinginan Amena di masa lalu"
Lanjut Zeline lagi.
"Aku akan menyeret laki-laki itu ke kehancuran nya hingga ke liang lahat nya tapi dengan satu syarat, biarkan aku menemui Amena dan buat dia meminta agar pak tua itu mencabut tuntutan nya pada suamiku secepat nya"
Saat Zeline mengucapkan Barisan demi Barisan kata-kata terakhir nya seketika Mandy membelalakkan bola mata nya.
"Ya?"
Dia fikir bagaimana bisa perempuan itu tahu soal Amena yang masih hidup?!.
"Waktu mu berfikir hanya 3 menit di mulai dari sekarang"
Klatakkkkk
Kembali Zeline mulai menarik pelatuk pistol nya, dia menggerakkan tangan kirinya dan meminta Reihan merampas Azalea dari tangan Mandy.
"Kau bisa memilih, bekerjasama atau kehilangan semua nya,Aku berusaha untuk memberikan penawaran terbaik ku di balik kesabaran ku saat ini"
Lanjut Zeline lagi dengan tatapan yang begitu dingin.
Dan Mandy jelas kehilangan kata-kata nya, ditengah Reihan yang kini memaksa mengambil Azalea dari tangan nya.
__ADS_1