
"Aku akan kesulitan untuk melakukan nya sendiri"
Lagi suara Zeline terdengar.
Gadis itu mencoba menggerakkan tangannya nya ke punggung nya.
Yah bisa Dominic lihat gadis itu kesulitan untuk menggapai kancing resleting nya.
"Aku fikir agak tidak masuk akal jika aku minta pelayan rumah untuk melakukan nya, apalagi harus memanggil Mommy kita untuk membantu ku melakukan nya di jam tengah malam begini"
Yah alasan gadis itu jelas cukup masuk akal.
Bagaimana bisa pengantin baru meminta orang lain untuk membuka resleting gaun nya di jam malam seperti ini.
Akan terlihat aneh dan memaksakan diri, akan menimbulkan kecurigaan besar atas pernikahan mereka yang baru berlangsung belum 1*24 jam.
Dominic masih belum merespon, masih agak bingung dan kikuk untuk melakukan nya.
Jelas-jelas dia pro soal hal seperti itu, membuka pakaian para perempuan jelas adalah keahlian nya.
Apalagi memuaskan mereka di atas ranjang kebesaran nya jelas sudah menjadi kegiatan pasti yang sering dia lakukan sebelumnya.
Tapi yang jadi masalah alasan dia tidak malu melakukan nya karena dia membayar mereka dan mereka jelas bukan perempuan yang harus dia hargai harga dirinya.
Jika sudah di bayar maka dia memiliki kuasa untuk melakukan apapun yang dia inginkan.
Saat dia tidak memiliki satu ikatan pun pada mereka, dia jelas bebas menggunakan Mereka kemudian membuang mereka.
Apalagi Kadang mereka sendiri yang tidak tahu malu menempel dan menjajakan tubuh mereka ke pada dirinya.
Dia jelas memandang rendah para perempuan itu seolah-olah mereka hanya sosok yang mampu memuaskan hasrat nya.
Tapi ini jelas berbeda, gadis ini tidak dibayar atau dipilih, tidak dibeli juga tidak menjual harga diri.
Gadis ini adalah gadis pilihan yang dipilih oleh orang tua nya, bukan di jual atau dibeli.
Melainkan di pinang dengan harga yang pantas.
USD 4 juta dalam hitungan dolar bukan rupiah.
__ADS_1
Ada yang bisa menghitung total maharnya?!.
Fantastik.
Kini gadis itu tahu-tahu mencoba melepaskan hijab nya secara perlahan tepat dihadapan Dominic.
Laki-laki itu bisa melihat bayangan sang istri dari balik kaca di hadapan mereka dimana terdapat lemari meja hias yang menghadap langsung kearah mereka dari depan sana.
Sejenak Dominic menelan salivanya ketika dia benar-benar bisa melihat rupa asli di balik hijab yang menutupi seluruh permukaan kulit kepala hingga ke lekuk pipi gadis cantik itu.
Begitu hijab gadis tersebut terlepas bisa Dominic lihat rambut yang awal nya masih terikat tiba-tiba saja ikatan nya terlepas dengan sendirinya, seketika rambut hitam tersebut tergerai indah menambah kesempurnaan makhluk ciptaan Allah di hadapannya itu.
Dominic jelas semakin terpaku menatap sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
Dia baru melihat betapa indah nya sosok tersebut yang berdiri memunggungi dirinya.
Apalagi saat Zeline mulai membenahi rambut nya, membiarkan seluruh rambut nya di selipkan ke arah sisi kiri bahu indahnya.
Bisa laki-laki itu lihat bahu kanan dan punggung seputih pualam tersebut memenuhi pandangan nya.
Lagi Dominic menelan salivanya.
Bayangan nya soal kisah per..cintaan dimana gadis itu ada di atas kasur nya memenuhi isi kepalanya saat ini.
Ciuman hangat di bahu hingga bergeser ke punggung mulus tersebut, atau ketika lidah nya bergerak nakal di atas bahu hingga ke leher gadis tersebut.
Sesi panas yang dia rindukan setelah beberapa waktu tidak dia lewati tiba-tiba mengkontaminasi otak fikiran nya, lalu tiba-tiba dia merasa sesuatu terjaga di bawah sana.
"Om? please!"
Bayangkan ketika suara Zeline memenuhi otak kepalanya soal meminta agar dia menurunkan resleting gaun akad nikah mereka.
Seolah-olah akal warasnya menghilang laki-laki itu secara perlahan menurunkan resleting gaun tersebut dengan gerakan yang begitu lamban.
Bisa Dominic cium aroma lembut dari Balik rambut gadis tersebut yang mengenai hidung nya, dan dengan perlahan hidung laki-laki tersebut mencoba untuk menyentuh bahu Zeline secara perlahan.
Oh god.
Jangan bilang kini fikiran nya telah berkelana terlalu jauh, hasrat nya yang tiba-tiba membuncah membuat dia berfikir untuk menjatuhkan gadis itu ke atas kasur nya.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba satu baris ucapan gadis itu menyadarkan dirinya.
"Tidak masalah bukan kita tidur di kasur yang sama?"
"Ya?"
Dominic langsung tersentak dari pemikiran liarnya.
"Bukankah Om bilang tidak tertarik pada seorang bocah? Om bilang tubuh ku tidak akan membuat Om memanas jadi aku fikir itu bukan masalah, Om tidak mungkin menanggalkan pakaian ku menuju ke malam pertama kita kan? sebab jika itu terjadi, maka ½ dari Faith yildiz akan menjadi milikku"
Dan bisa-bisa nya Gadis itu berkata seperti itu dengan nada yang begitu santai dan tenang.
"What?"
Zeline terlihat menatap nya dari balik kaca meja rias, gadis itu tersenyum kemudian menunggu Dominic menurunkan resleting nya.
"Please?!"
Ucap gadis itu lagi.
Oh shi..t.
Umpat Dominic saat sadar dia berkhayal tanpa ingat surat perjanjian yang dia buat sendiri.
Laki-laki itu langsung menurunkan resleting gaun gadis tersebut dengan perasaan kesal.
Dia fikir kenapa dia melakukan hal konyol itu kemarin.
"Yah aku tidak akan tertarik pada seorang bocah"
Ucap Dominic kesal lantas bergerak menjauhi Zeline dengan gerakan cepat.
Mana dia tahu gadis itu terlihat mencoba menahan tawa kecil nya, bergerak cepat menuju kekamar mandi sambil bersenandung kecil menyanyikan lagu indah.
Seketika Dominic menaikkan ujung alisnya.
Tunggu dulu....apa dia sengaja mengerjai ku?!.
Batin Dominic sambil menatap punggung gadis kecil tersebut untuk beberapa waktu.
__ADS_1