
Catatan \= ini pemeran utama nya Mandy yah Mak?!.
Jawab \= enggaklah, pemeran nya stay di Dominic dan Zeline dong cuma yang lain masuk untuk melengkapi kehidupan pernikahan Zeline dan Dominic, Zeline mengembalikan apa yang seharusnya memang ada ditempat nya, menyusun kembali kehidupan orang-orang yang terpecah belah.
Coba lihat konsep cerita nya dari awal, Tanpa Zeline gimana caranya kasus Mandy bisa terbuka?!.
Masih ada cerita lain dalam rumah tangga mereka?!.
Ada tapi ga se ekstrim ujian ke dua ðŸ¤.
******
Mansion utama Dominic
Zeline secara perlahan menuntut Azalea turun menuju ke lantai bawah, dengan gerakan lembut dia menggenggam erat telapak tangan gadis kecil tersebut.
sesekali dia membiarkan gadis itu bergerak naik turun dengan gerakan lincahnya, gadis kecil itu bahkan sesekali menatap kearah perut Zeline.
"Untie..."
Ucap Azalea pelan, mereka perlahan Duduk di atas kursi makan sembari menunggu yang lain datang.
Theo terlihat sibuk menggeser kursi Zeline kemudian kursi yang akan di duduki Azalea.
Laki-laki itu benar-benar setia belakangan ini dengan gadis tersebut, selain karena memang dia menyukai kakak ipar nya yang luar biasa itu, laki-laki itu punya sedikit tujuan tertentu.
Ada yang bisa menebak??!!.
🤔🤔🤪😜 ( Mari menebak berjama'ah)🤣🤣.
"Hmmm ada apa?"
Zeline bertanya begitu dia telah duduk di kursi nya.
Apakah ada calon baby di pelut untie?"
Tanya gadis tersebut kemudian.
__ADS_1
Azalea mengurungkan niatnya untuk duduk, dia mendekati Zeline kemudian secara perlahan menyentuh lembut perut yang belum benar-benar membuncit tersebut.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Zeline terkekeh kecil.
"Siapa yang bilang begitu?"
Azalea buru-buru menoleh kearah Theo.
"Uncle Bulung Beo bilang ada adik kecil dipelut Untie"
"What?"
Theo langsung menoleh kearah Azalea, bola mata nya membulat saat nama nya dipanggil burung Beo.
"Bocah ini..."
Laki-laki itu menatap tidak percaya pada Azalea.
Dia Fikir manusia setampan dirinya bagaimana bisa di samakan dengan seekor burung beo?!.
Seketika tawa Zeline pecah saat dia mendengar ucapan polos gadis kecil tersebut.
"Kakak ipar tidak lihat? aku ini tampan, bahkan aku tidak suka bicara seperti seekor burung beo"
Laki-laki itu menekukkan wajahnya, dia fikir bisa-bisa nya...
Ah lupakan saja.
"Mereka makhluk yang imut dan manis, tidak kah kamu menyadari nya?"
Zeline bicara cepat.
Mendengar kata imut dan manis bisa dibayangkan bagaimana hidung Theo terasa kembung kempes, menciptakan efek mengecil kemudian membesar seperti hidung sancu "Pig" (🤪).
Bolehkah dia merasa melayang-layang saat ini?!.
Oh God Zeline benar-benar kakak ipar yang manis.
__ADS_1
Theo mengulum senyuman nya.
"Aku baru tahu itu"
Jawab Theo malu-malu.
"Tentu saja, Burung beo dapat memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bahkan memahami konsep yang dibangun manusia. Bahkan Kecerdasan itu akan terus terasah dengan pelatihan-pelatihan rutin oleh teman manusianya"
Zeline kembali menambah kan.
Kemudian perempuan itu kembali menoleh kearah Azalea.
Gadis kecil itu hanya mengangguk-angguk kan kepalanya, sebenarnya dia juga tidak paham apa yang dibicarakan oleh orang dewasa soal burung.
Dia nya tidak bisa menyebutkan kata Theo, jadi dikepala nya hanya terekam nama burung Beo.
"Apakah ada baby di pelut untie?"
Dia kembali bertanya, menunggu jawaban dengan sedikit tidak sabaran.
"Itu benar"
Zeline mengangguk kan kepala nya, menjawab pertanyaan Azalea sambil menyentuh lembut wajah bocah cantik tersebut.
"Itu Kelen....
Tentu saja itu keren, dia fikir bagaimana rasanya jika dia memiliki seorang adik bayi nanti nya.
"Apakah aku juga bisa punya adik bayi nanti?"
"Ahh tentu saja, saat Papa dan Mama mu datang, katakan kamu ingin adik bayi seperti Milik Untie Zeline"
Theo benar-benar type penghasut yang begitu manis, setelah berkata begitu laki-laki itu menaik turunkan alisnya sambil menatap kearah Zeline.
Dasar.
Zeline hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Coba lihat bukan kah mereka panjang umur? baru saja di bicarakan malah langsung datang"
Dan tahu-tahu terdengar salam dari arah depan, bisa mereka lihat ada banyak orang mulai berdatangan.