When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Pagi yang terlalu epic dan estetik


__ADS_3

Masih di Mansion utama Sky


Kamar tidur Ke dua


06.05 AM


Ditengah rasa kantuk yang masih menerjang, dikala matahari pagi masih enggan menyembul kan cahaya nya karena terus berperang dengan aroma musim dingin yang menusuk di kulit, langit jelas masih menggelap tapi sebagian orang-orang harus berlomba-lomba untuk bangun dari tidur mereka karena tuntutan kegiatan hidup yang padat.


Dibalik kamar kedua milik Skyworth, aroma penghangat ruangan yang memang telah di setting sedemikian rupa sejak semalam membuat sang penghuni semakin mengencangkan selimut mereka.


Entah sadar atau tidak, jeslyn semakin tenggelam dalam rasa hangat yang begitu dia rindukan.


Seolah-olah itu adalah tubuh Mommy atau Daddy nya.


Dia mengencangkan pelukan nya dan terus masuk kedalam dada hangat yang entah milik siapa.


Begitu terasa sebuah pelukan mengencang dan sesuatu terasa semakin dalam masuk kedalam dadanya, laki-laki itu semakin mengencangkan pelukan nya dan membiarkan bibir nya mencium aroma manis dari puncak kepala sosok yang dia peluk tersebut dan semakin tenggelam kedalam mimpi indah nya.


Entah sadar atau tidak mereka berdua saling menikmati waktu masih terlelap dan didalam mimpi indah mereka.


Jarum jam terus bergerak menyesuaikan waktu , menyusuri angka dan terus maju ke depan.

__ADS_1


Dan di kamar itu seolah-olah menjadi saksi bisu dua anak manusia yang tidak saling mengenal namun membiarkan diri untuk terbenam dalam rasa nyaman yang begitu luar biasa.


Seolah-olah tidak peduli lagi jika ada suara lain atau gangguan lain yang merusak nikmat nya rasa tidur bersama didalam kehangatan asing yang terasa begitu menyenangkan.


Hingga tanpa mereka sadari satu keadaan tidak baik-baik saja sedang terjadi diluar sana, Beberapa orang terlihat bergerak dengan keadaan gusar dan cemas.


Melangkah tergesa-gesa dari arah pintu depan Mansion besar terdiri menuju ke arah anak tangga.


Theo sedikit terbelalak kaget menyadari siapa saja yang hadir di hadapannya saat ini.


Ini berada di luar ekspektasi nya.


Oh my God.


Begitu salah satu dari mereka bertanya dimana Sky, Theo hanya mampu mengacungkan jari telunjuk nya ke lantai atas, Diaman kamar kedua mansion tersebut jelas masih tertutup dengan sempurna.


Begitu Mendapat kan jawaban dari laki-laki tersebut, beberapa orang-orang itu Bergerak cepat menuju ke arah lantai atas.


Oh kawan, aku benar-benar minta maaf.


Theo hanya bisa berkata begitu didalam hati nya, kemudian dia melirik ke arah Aruna yang mengedipkan sebelah matanya kearah dirinya.

__ADS_1


Theo hanya bisa menghela nafasnya untuk beberapa waktu.


Satu-satunya pilihan pura-pura saja kamu tidak tahu dan berdoa lah semua rencana berjalan sesuai apa yang mereka harapkan.


Batin nya pelan.


Dan seperti apa yang telah dia prediksi, barisan orang-orang itu Bergerak menuju ke arah lantai atas, dan langsung meminta seorang pelayan membuka kamar kedua yang di maksud oleh Theo.


Begitu pintu dibuka, mereka terlihat langsung masuk kedalam kamar tersebut tanpa basa-basi.


Seketika begitu mereka melangkah ke arah kasur mendominasi berwarna putih tersebut, semua orang langsung membulatkan bola mata mereka.


Di atas kasur tersebut dia sosok anak manusia itu kini masih terlelap dengan jutaan kenyamanan Mereka dengan gaya yang begitu estetik dan epik.



Dan bayangkan bagaimana kejadian berikutnya?!.


"Skyworth....."


Satu teriakan di pagi hari seketika memecah keheningan.

__ADS_1


"Apa yang telah kau lakukan pada anak gadis kekuarga Al Jaber?'


__ADS_2