When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Masuk ke dalam jebakan


__ADS_3

Kembali ke masa tadi


Mall xxxxxxxx


Seketika jeslyn tercekat saat dia menyadari jika dia seperti nya di jebak.


Begitu sebuah tembakan melesat di bahu kanan nya secepat kilat dia menggerakkan tangan kanan nya dan mengarahkan Jam tangan ke arah laki-laki dihadapan nya.


Srattttttt


Sebuah jarum kecil tepat mengenai kening Laki-laki dihadapan nya itu dan dengan gerakan cepat juga dia berputar, mencabut pisau 🔪 belati di sisi kirinya dan...


Srattttttt


Casshh


Seketika pisau tersebut menghantam sosok lain di sisi kanan nya.


Jeslyn mencoba menarik pelan nafasnya, bisa dia rasakan tingkat kesadaran nya mulai melemah, dia Fikir apakah seseorang memberikan obat bius pada peluru yang menembus bahu nya?!.


Dia bersusah payah mencoba naik ke lantai atas, masih memikirkan Eisha yang tidak tahu pergi kemana.


Lebih tepatnya dia mulai kehilangan jejak gadis tersebut.


Dengan nafas tersengal-sengal sambil terus menahan kesadaran nya jeslyn terus melangkah bergerak ke atas.


Samar-samar terdengar suara sirine polisi dan ambulance dari arah bawah sana.

__ADS_1


Gadis itu Masih terus melangkah, bola mata nya terus mengedar ke segala penjuru arah.


Atap mungkin tujuan Eisha fikir jeslyn, sebab setiap kali hal darurat Terjadi dulu di sekolah, atap menjadi tempat paling logis untuk dipakai oleh gadis itu melarikan diri.


Dia berharap Eisha tidak dikejar oleh orang-orang tersebut.


Jeslyn fikir dia harus mengirimkan kode darurat pada kak Dominic nya, tapi dia kehilangan handphone nya.


Entahlah.


Saat ini dia tidak bisa berfikir dengan baik sebab kesadaran serta kondisi nya semakin melemah.


Belum lagi luka di bahunya terasa begitu menyakitkan, darah segar terlihat mengalir dari sana.


Perjalanan panjang yang di tempuh menuju kearah atas atap gedung seolah-olah memakan waktu yang luar biasa lama.


Bola mata jeslyn terus menyusuri atap untuk mencari sosok Eisha, hingga akhirnya tanpa sadar dia terjatuh dengan nafas tersengal-sengal.


Gadis itu menyentuh dada nya untuk beberapa waktu, mencoba menekan titik luka nya agar darah nya tidak mengalir terlalu deras.


Wajah cantik karena kehilangan banyak darah itu kini terlihat pucat pasi, kesadaran jeslyn semakin lama semakin menurun, pandangan nya mulai mengabur.


Tiba-tiba dari arah samping nya seseorang berjalan perlahan mendekati dirinya.


"Miss, anda tidak apa-apa?"


Sebuah suara bariton mengejutkan dirinya.

__ADS_1


Jeslyn berusaha mendongakkan kepalanya hingga akhirnya sosok seseorang laki-laki mencoba duduk dan meraih tubuh nya.


Samar-samar bisa dia lihat wajah seorang laki-laki yang mulai beradu pandang dengan dirinya.


"Apa anda bisa mendengar kan ku, Miss? Anda mengeluarkan Begitu banyak darah"


Ucap laki-laki itu secara perlahan.


Dia mencoba menyentuh bahu Jeslyn tapi gadis itu dengan cepat Mencoba untuk menahan gerakan tangan laki-laki itu, entahlah firasat nya berkata ini tidak baik-baik saja, kini ancaman seolah-olah ada di depan matanya.


Tapi kesadaran yang sedikit lagi menghilang membuat dia menjadi tidak berdaya.


"Aku akan membantu anda untuk keluar dari sini, bertahan lah..."


Laki-laki itu bicara sambil berusaha untuk meraih tubuh jeslyn.


"Kau siapa?"


Dengan sisa nafas yang tersengal-sengal dan tenaga terakhir nya, jeslyn bertanya sambil menatap samar-samar sosok laki-laki tersebut.


"Sky.... anda bisa memanggil ku sky, Miss"


Dan sepersekian detik kemudian jeslyn benar-benar kehilangan kesadaran nya bersamaan dengan masuk nya tubuh nya ke dalam pelukan laki-laki tersebut.


"Tidurlah,kita akan pulang kerumah"


Bisik Laki-laki itu pelan sambil mengelus lembut kepala gadis tersebut.

__ADS_1


Sebuah senyuman licik terpampang jelas di balik bibir nya, dia kemudian secara perlahan mengangkat tubuh gadis tersebut dan membàwa nya pergi dari sana.


__ADS_2