When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Seseorang bergerak mengawasi semua orang


__ADS_3

Mansion utama Abigail


Paris


"Jadi si bungsu Aland berada di sini hmmm?"


Uncle Abigail bertanya sambil merentangkan kedua tangannya, menunggu Eisha masuk kedalam dekapannya.


Mereka baru tiba di sebuah mansion bergaya arsitektur Eropa yang ada dihadapan mereka tersebut.


Disambut oleh laki-laki tua dan wanita tua dengan jutaan senyuman yang mengembang dibalik wajah mereka.


benar kata Jeslyn, Uncle Abigail begitu hangat dan baik.


"Apa kamu tahu? aku dan untie mu cukup banyak menggendong kamu di masa anak-anak dulu"


Lanjut laki-laki itu lagi.


Eisha langsung melesat masuk kedalam pelukan laki-laki tua tersebut, dia tertawa kecil mendengar ucapan soal masa anak-anak nya.


"Apakah saat itu uncle kesulitan menggendong ku? Mommy bilang aku begitu gendut kala itu"


Ucap Eisha sambil melepas kan pelukan nya.


"Yah...hingga membuat ku terkena encok mendadak"


Seketika Eisha tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan laki-laki tersebut.


Bisa dia bayangkan bagaimana rupa laki-laki itu saat menggendong nya.


Dia yang gendut dan gempal di masa anak-anak jelas terlihat imut-imut dan Lucu, untungnya saat remaja dan sedikit dewasa tubuhnya hanya berisi tidak tetap menjadi gendut seperti dimasa lalu.


Jika tidak mungkin orang-orang akan pusing melihat nya.

__ADS_1


Mendengar tawa lepas nya, uncle Abigail juga ikut tertawa lepas.


Laki-laki tua itu sangat suka karakter seseorang yang begitu penuh keceriaan, melihat betapa Eisha bisa melepaskan candaan penuh kebahagiaan nya, laki-laki itu jadi senang.


Bagi nya sifat Eisha Begitu mirip dengan Mommy Ailee nya, bahkan wajah nya pun mirip.


Berbeda dengan Dominic yang jelas lebih dominan ke Aland dan benar-benar memiliki sifat Aland di masa mudanya.


Setelah itu istri Uncle Abigail bergantian memeluk Eisha.


"Apa Mommy dan Daddy kamu sehat? sudah lama tidak berkumpul ke Indonesia, jadi rindu pada orang tua kamu dan keluarga besar lainnya"


Ucap wanita itu sambil menepuk-nepuk punggung Eisha.


"Sehat untie, hanya saja Mommy sedikit semakin cerewet"


Mendengar celotehan Eisha seketika wanita itu tertawa geli.


"Percayalah perempuan saat masih muda begitu manis dan kalem, tapi ketika mereka sudah memiliki anak tiba-tiba mereka mulai menjadi ibu-ibu yang cerewet, semakin anak-anak besar maka orang tua akan semakin cerewet lagi karena mereka"


"Aku bisa melihat nya"


Eisha ikut tertawa sambil melepas kan pelukan mereka.


Obrolan terus terjadi sambil mereka masuk ke dalam mansion tersebut.


Jeslyn terlihat mengulum senyuman nya, cukup suka karena Eisha jelas gampang akrab dengan siapa saja.


Dia membiarkan uncle dan Untie nya menjadi petugas interogasi untuk beberapa waktu, dia tahu sepasang suami istri tersebut pasti akan bertanya soal banyak hal pada gadis kekuarga Faith yildiz tersebut.


Jeslyn Secara perlahan membantu menyeret koper milik Eisha menuju ke kamar nya dimana gadis itu akan tinggal bersama dirinya selama masa liburan nya.


Dia membiarkan koper tersebut berada di sisi kiri ranjang Milik nya saat ini.

__ADS_1


Sejenak setelah meletakkan koper tersebut, jeslyn Berencana bergerak keluar dan menghampiri Eisha serta Uncle dan untie nya kembali, tapi tiba-tiba handphone nya yang berada di atas meja berdering dengan sempurna.


Gadis itu terlihat menghentikan langkah kakinya, berbalik dan berjalan menuju ke arah nakas di mana handphone nya berada.


Dia mengerutkan keningnya sejenak saat melihat nama yang terpampang di balik Handphone tersebut.


"Halo?"


Tanya gadis itu pelan.


"Benarkah?"


dia bertanya pelan kemudian mencoba bergerak mengintip dan menatap lurus kearah depan jendela kaca dimana dia berdiri, kening gadis itu kembali berkerut saat dia tanpa Sengaja melihat sebuah mobil terparkir kan tepat disisi kanan mansion utama milik uncle Abigail nya.


Gadis itu meraih sesuatu di balik laci nakas nya.


Sebuah teropong mendominasi berwarna hitam sudah berada di tangan kirinya, secara perlahan gadis itu mencoba mengintip mobil hitam yang ada di ujung sana.


Seseorang terlihat sedang mengawasi pergerakan orang-orang di mansion mereka.


"Aku bisa melihat nya"


"3 orang"


Ucap gadis itu cepat lantas Bergeser dengan cepat.


"Apa mereka juga ada di kediaman uncle Eden?"


Tanya nya Tiba-tiba sambil melepaskan teropong nya.


Meskipun dia belum paham siapa orang-orang itu, tapi firasat nya berkata sesuatu yang buruk seolah-olah Sedang mengincar salah satu dari mereka.


"Biarkan mata elang mengawasi mereka"

__ADS_1


Ucap nya cepat lantas mematikan panggilan nya.


__ADS_2