When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Laki-laki tua meresahkan


__ADS_3

Zeline agak terkejut ketika seorang laki-laki tua mengetuk pintu mobil mereka dengan cara yang sedikit kasar.


Perempuan itu terlihat mengerutkan keningnya, dia fikir adakah sesuatu yang salah? dia memperhatikan posisi parkiran mereka, Zeline fikir tidak ada yang aneh dengan posisi parkiran mereka saat ini.


"Ada apa pak?"


Zeline bertanya sambil mencoba menatap laki-laki tua tersebut.


Yang ditanya hanya menjawab.


"Open...miss... ada yang ingin aku bicarakan"


Ucap laki-laki itu sambil kembali mengetuk pintu mobil.


"Ini soal anak perempuan dari suami mu"


Zeline sedikit terkejut, ketika laki-laki itu berkata soal apa tiba-tiba handphone nya berdering.


Zeline sama sekali tidak bisa mendengar dengan baik ucapan laki-laki tua tersebut.


"Maaf pak"


Zelin menundukkan kepalanya, mencoba mengalihkan pandangannya dan menjawab panggilan di handphone nya.


Laki-laki tua itu terlihat sedikit marah saat melihat Zeline mengabaikan dirinya.


"Miss open the door"

__ADS_1


Laki-laki itu kembali Bicara sambil berteriak dengan tidak sabaran.


Melihat laki-laki itu mulai meninggikan suaranya, Zeline yang baru saja mengangkat panggilan nya langsung berkata.


"Bisakah menghubungi aku nanti?"


Tanya Zeline di balik handphone nya, dia terlihat gelisah melihat ekspresi laki-laki tua tersebut.


Kemudian Zeline langsung mematikan panggilan nya, selanjutnya dia buru-buru dia mencoba menghubungi sang suami.


Mungkin dia bukan istri yang sempurna, tapi untuk urusan seperti itu apalagi berurusan dengan yang bukan mahram nya meskipun itu laki-laki tua, Zeline fikir sebaiknya dia tidak bergerak gegabah.


"Albi"


Zeline bicara sambil mengencangkan pegangan pada pintu mobil, menatap laki-laki yang sejak tadi terus menerus meminta agar dia membukakan pintu mobil tersebut.


"Bisakah kembali dengan cepat? aku fikir ada sesuatu yang aneh disini, apakah kita parkir ditempat yang salah?"


Bisa Zeline lihat laki-laki tua di depan sana terlihat mengeratkan rahangnya, dia cukup marah ketika Zeline enggan membuka pintu mobilnya.


"Ada apa, pak?"


Di luar mobil sana seorang laki-laki bertanya pada laki-laki tua itu, dia terlihat cukup risih karena melihat laki-laki itu terus memaksa sang empunya mobil agar turun secepat nya.


"Aku perlu bicara dengan perempuan yang ada didalam sana"


Ucap laki-laki tua itu cepat.

__ADS_1


"Aku rasa anda menakuti perempuan itu, dia tidak mengenal Anda, coba lihat ekspresi nya"


Ucap laki-laki itu sedikit memperingatkan.


Dia Fikir apa-apaan laki-laki itu, memukul pintu dengan kasar, berteriak kencang dan memaksa, bukankah gelagatnya Sangat mencurigakan?!.


"Pergilah dari sini, dia keluarga ku, dia putri ku dan enggan mengakui aku sebagai ayah nya"


Ucap laki-laki tua itu lagi.


Mendengar ucapan laki-laki itu seketika dia mengerutkan keningnya.


Bagaimana seorang anak tidak ingin mengakui ayah nya sendiri.


Ketika semua terlihat mulai tidak terkendali, beberapa orang mulai berdatangan dan Bertanya ada apa.


Zeline didalam sana jadi semakin gelisah,dia tetap kukuh pada pendiriannya, tidak akan pernah membuka pintu mobil tersebut sebelum suaminya kembali.


Ketika orang-orang mulai menjadi siru dan heboh dari arah dalam pintu apotik Dominic seketika berlarian dengan perasaan panik, panggilan yang di lakukan istri nya jelas membuat dia menjadi panik.


Dominic terus bergerak menuju kearah mobil nya, bisa dia lihat orang-orang yang bergerombol di samping mobil nya, Laki-laki itu jelas langsung mencoba menyeruak masuk ke antara semua orang.


"Ada apa ini?"


Tanya dia tiba-tiba.


Dikala Dominic menanyakan perihal ada apa pada semua orang seketika bola mata nya membulat saat bertemu pada satu sosok laki-laki yang sudah begitu lama tidak pernah dia jumpai.

__ADS_1


"Kauuu?"


Dominic langsung bicara sambil mencoba menahan sejuta perasaan nya.


__ADS_2