
Zeline terlihat fokus pada pekerjaan nya menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Dominic.
Kedua tangan nya terlihat begitu cekatan, Dimana satu tangannya sibuk menyiapkan Cappucino sedangkan tangan satu nya sibuk menyiapkan menu makanan pagi.
Dominic yang melihat kesibukan sang istri dengan terburu-buru bergerak mencoba menghentikan gerakan tangan Zeline secepat kilat.
"Biarkan pelayanan rumah yang melakukan nya"
Dia bukan sekedar melarang, bagi nya dia takut tangan sang istri nya itu terluka.
Biasanya bibi pelayan yang akan melakukan nya, jadi cukup membuat dia risih saat Zeline mencoba melakukan semuanya sendiri.
"Tapi...."
"Kamu tidak perlu melakukan nya, duduklah dan biarkan pelayanan yang melakukan nya"
Laki-laki itu menggenggam tangan istrinya dia menggeleng kan cepat kepalanya.
"Atau kita bisa mencari menu makan pagi diluar"
Lanjut nya lagi.
Zeline tampak diam untuk beberapa waktu.
"Tapi aku suka melakukan nya Om"
Jawab Zeline pelan.
"Om tahu?"
Zeline melontarkan kan satu pertanyaan kecil.
"Ini adalah pahala seorang istri"
Ucap nya kemudian.
"Rasulullah SAW bersabda.
"Sekali suami minum air yang disediakan isterinya maka itu lebih baik dari berpuasa setahun” (Hadits Riwayat Muslim)"
“Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah” (Hadits Riwayat Muslim)"
__ADS_1
Mendengar ucapan sang istri membuat laki-laki itu menatap dalam bola mata Zeline.
"Kau tahu?"
Kali ini Dominic menyahut pelan.
"Pada tradisinya di negara kita, banyak anggapan bahwa mencuci dan masak serta menyapu adalah kewajiban istri. Padahal di dalam kacamata Islam tidaklah demikian"
"Sebab seorang istri bukanlah pembantu. Istri adalah wanita yang mulia, dia adalah ratu dalam rumahnya."
Protes Dominic kemudian.
"Mengenai pekerjaan rumah mahzab Syafi'iyah , Hanabilah, dan sebagaian Malikiyah berpendapat bahwa hal itu bukan menjadi kewajiban istri. Hanya saja lebih baik jika istri membantu suami dalam urusan rumah sebagaimana yang telah berlaku di masyarakat."
"Hal tersebut telah dijelaskan dalam al-Mausu'ah al-Fiqhiyah juz 29 yang berbunyi:
ذهب الجمهور (الشافعية والحنابلة وبعض المالكية) الى أن خدمة الزوج لاتجب عليها لكن الأولى لها فعل ما جارت العاجة به
"Artinya: Jumhur Ulama (Syafiiyyah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah) berpendapat bahwa tidak wajib bagi istri membantu suamianya. Tetapi lebih baik jika melakukan seperti apa yang berlaku (membantu)."
"Tak hanya itu, dalam Khasyiyatul Jamal juz 4 juga dikatakan:"
وقع السؤال فى الدرس هل يجب على الرجل اعلام زوجته بأنها لاتجب عليها خدمة مما جرت به العادة من الطبخ والكنس ونحوهما مماجرت به عادتهن أم لا وأوجبنا بأن الظاهر الأول لأنها اذا لم تعلم بعدم وجوب ذلك ظنت أنه واجب وأنها لاتستحق نفقة ولاكسوة إن لم تفعله فصارت كأنهامكرهة على الفعل
Dominic tahu dia bukan seorang ahli ibadah apalagi seorang ahli Agama, tapi Realita nya dia ditempah untuk banyak belajar untuk paham soal hak dan kewajiban seorang suami dan istri sejak dini.
"Kamu tidak mesti melakukan nya"
Mendengar ucapan Dominic seketika Zeline mengemban kan senyuman nya.
Ada jutaan binar kebahagiaan dibalik bola mata gadis itu saat dia mendengar apa yang di ucapkan laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut.
Benar kata Daddy nya, dia tidak akan pernah menyesal menerima pinangan keluarga Faith yildiz, laki-laki itu sosok baik yang paham dengan agamanya, tapi dia hanya tersesat didalam pergaulan nya dan belum tahu kemana arah jalan untuk kembali pulang ke rumah yang benar.
"Aku tahu soal itu"
Jawab Zeline sambil memajukan langkah nya, dia menyentuh lembut dada Dominic lantas menatap dalam bola mata laki-laki tersebut.
"Bukan istri wajib memasak, tetapi yang benar istri wajib melakukannya sebagai pengabdian pada suaminya. Demikianlah (di masa) para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, istri-istri mereka mengabdi pada suaminya. Sampai-sampai Fatimah radhiyallahu ‘anha (puteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengabdi pada suaminya (‘Ali bin Abi Tholib). Ia pun menggiling, menyapu, dan memasak. Karena ini semua termasuk bentuk memberikan pelayanan pada suami dengan cara yang baik. Bahkan asalnya memang seperti ini."
"Dikecualikan di sini jika istri berasal dari lingkungan yang biasa dilayani, bukan melayani orang lain, ini berlaku untuk setiap negara dan setiap waktu. ‘Urf (kebiasaan) mereka yang jadi patokan. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),"
__ADS_1
“Layanilah istri-istri kalian dengan cara yang baik” (QS. An Nisa’: 19)."
"Karenanya, jika istri adalah orang yang biasa dilayani dan bukan kebiasaan masyarakat jika istri mesti beres-beres rumah, maka hendaklah suami mendatangkan pembantu di rumah. Semuanya terserah istri jika ia bersedia ataukah tidak, walhamdulillah."
"Namun jika didapati di suatu negeri, ‘urf yang berlaku itu berbeda dan ini sudah masyhur serta suami pun mengetahuinya, maka ‘urf tersebut yang dipakai. Karena ‘urf ini seperti sesuatu yang sudah disyaratkan. Namun jika istri meninggalkan kebiasaan tersebut dan ingin melayani suami sendiri, maka ia pun telah melakukan suatu yang baik. Jadi boleh saja ia mengikuti kebiasaan masyarakat. Namun asalnya adalah dialah yang melayani suami dalam hal memperhatikan rumah dan pakaian suami.
[Fatawa Nur ‘ala Ad Darb, 21: 113]"
Jelas Zeline sambil terus menatap dalam bola mata suaminya itu.
"Dan kamu biasa di layani"
Ucap Dominic pelan.
"Aku tahu, di dalam Alquran sendiri pun dijelaskan bahwa suami berkewajiban memberikan mahar kawin, nafkah sesuai kemampuan, pakaian, tempat tinggal, menggauli secara baik, menjaga istri, membimbing istri, dan memberikan kasih sayang."
"Sementara itu, memasak adalah bentuk pemberian nafkah dari suami kepada istrinya sehingga bisa dikatakan bahwa suami juga harus memenuhi kebutuhan makanan istri"
"Tapi tahukah kamu Om? ketika seorang istri memasak untuk suami nya itu merupakan bentuk kasih sayang istri kepada suaminya."
"Dalam artian lain, anggaplah sang suami sudah bekerja mencari nafkah sehingga istri ingin memanjakan suaminya dengan masakan yang lezat, maka ini akan menjadi ladang pahala bagi istri."
"Jadi, kesimpulannya adalah memasak itu tugas bersama, istri maupun suami, dalam berumah tangga. Jika istri rida untuk selalu memasak bagi suami dan keluarga, maka pahala melimpah baginya, jika suami tidak lelah maka jangan memaksa untuk melakukan tugas Tersebut, jika suami mampu boleh memberikan seorang pembantu, jika tidak mampu kembali lagi kita bisa melakukan nya secara bersama-sama, jika suami lelah bekerja, istri boleh melakukan nya karena itu ladang pahala untuk mereka"
Setelah berkata begitu Zeline langsung menyentuh lembut wajah Dominic.
"Aku melakukan nya dengan ikhlas, InsyaAllah ini ladang pahala, jangan takut tangan-tangan ini terluka hmmm"
Mendengar ucapan akhir Zeline dan cara gadis itu memperlakukan nya, membuat Dominic kehilangan kata-kata nya.
Satu senyuman bahagia mengembang di balik wajah tampan nya.
Tanpa sadar Secara perlahan membuat dia menyentuh lembut wajah gadis itu dan sepersekian detik kemudian hal di luar kendali nya terjadi.
Laki-laki itu menautkan bibir nya secara gamblang ke bibir Zeline tanpa aba-aba.
Membuat gadis itu membulat kan bola matanya karena terkejut.
*****
Catatan \=
__ADS_1
Informasi berbagai sumber, menurut kajian al'quran dan para ulama, mohon di baca dengan seksama agar tidak melenceng dari pengetahuan soal hak dan kewajiban.
Dan dikaji dan dipahami dengan baik jangan sampai salah mengartikan.