When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Seketika panik menerjang


__ADS_3

Dominic secepat kilat melajukan mobilnya menuju ke arah apartemen nya, tidak dia fikirkan lagi kendaraan lain yang berlalu lalang disekitar nya.


Tujuannya hanya satu, kembali ke apartemen nya, menemui Zeline dan menanyakan apa yang dilakukan oleh mandy.


Ah entahlah, Dominic fikir apa yang di katakan mandy, dia takut jika Perempuan itu bicara sembarangan, dia takut Zeline terpengaruh para ucapan Perempuan tersebut


Dominic takut semua akan kacau balau, liburan bulan madu yang dia rencanakan akan hancur seketika.


Dia bahkan juga takut saat mandy tahu soal surat perjanjian tersebut, maka Perempuan itu akan menekan Zeline dan berucap yang tidak-tidak, merendah kan Zeline dengan mulut getas nya.


Dia tahu semua perihal buruk dimasa lalu akan muncul satu persatu dalam pernikahan nya.


Kemarin tidak pernah dia bayangkan dia tertarik kepada Zeline.


Dia fikir dia tidak akan tertarik pada pernikahan ini, membuat sebuah perjanjian konyol tanpa pernah tahu bagaimana lawan sesungguhnya.


Jika orang-orang dimasa lalu datang maka dia tidak akan memperdulikan nya, sebab dia fikir Zeline tidak akan membuat dunia nya jungkir balik Begitu cepat.


Dia fikir gadis itu pasti sama saja dengan perempuan-perempuan yang pernah bersama nya.


Tapi Realita nya sang istri kecilnya begitu unik dan menentramkan jiwa, membuang pemikiran nya soal jika perempuan itu sama saja.


Begitu tiba di area parkiran apartemen,tanpa berfikir dua tiga kali laki-laki itu langsung melesat naik menuju ke lantai atas, bergerak dengan sedikit tergesa-gesa tanpa peduli dengan orang-orang disekitar nya.


Satu tujuan nya menuju ke arah kamar apartemen nya, menemui gadis itu yang mungkin tengah terluka, menyambut nya dengan jutaan tatapan penuh Kecewa.


Dia yakin Mandy pasti berbuat dan bicara di luar kendali nya, sebab dia tahu betul karakter perempuan itu selama ini.


Karena itu semua orang berusaha menghindari Mandy, tapi tidak dengan Dominic.


Dia membiarkan mandy terus menempel dan bertingkah disampingnya karena dia butuh sebuah kepuasan dari perempuan tersebut.


Begitu tiba di depan apartemen nya, dengan terburu-buru Dominic menekan kode pintu intercom nya, dia bergerak terburu-buru untuk masuk kedalam begitu pintu tersebut terbuka.


"Zeline?.... Zeline???"


Dia terlihat begitu panik, menjelajahi seluruh ruangan didalam apartemen nya satu per satu tapi tidak kunjung dia temui gadis tersebut disana.


Kamar utama, kamar tamu, ruang kerja, perpustakaan khusus, kamar mandi, dapur....!.


Dimana?!.

__ADS_1


Dominic jelas terlihat bingung dan panik, laki-laki itu menyentuh keningnya dengan jutaan rasa bersalah.


fikiran buruk kini menghantam Dirinya.


Bagaimana jika istri nya minggat dari tempat mereka? memilih pulang kerumah orangtua nya? pernikahan yang baru seumuran jagung, belum berlangsung 1 Minggu apakah akan hancur hanya karena seorang perempuan?!.


Bahkan Perempuan yang jelas tidak dia anggap punya nilai berharga dimata nya.


Hanya tempat pelabuhan sementara dimasa kemarin, dimana dia butuh mencari tempat pelampiasan.


Aku mohon jangan lakukan ini pada ku.


Dominic langsung mencoba menghubungi Zeline, menekan tombol angka khusus untuk menyambung kan panggilan pada gadis tersebut.


Cukup lama dia menunggu didalam kekhawatiran hingga samar-samar dia mendengar suara handphone gadis itu dari Arah kamar mereka.


Dominic membeku saat tahu gadis itu meninggal kan handphone nya di atas nakas disamping kasur mereka.


Dia Fikir apakah mungkin gadis itu pergi tanpa membawa handphone nya?!.


Laki-laki itu buru-buru mencoba menghubungi Mommy mertua nya, cukup lama menunggu panggilan nya tersambung hingga akhirnya terdengar suara dibalik sana.


"Assalamualaikum?"


Dominic mencoba menahan jutaan gejolak didalam dirinya, rasa takut jelas menghantam dirinya saat ini.


"Ada apa nak? apa Zeline baik-baik saja?"


Dan ketika pertanyaan itu terdengar dibalik telinga nya, seketika Dominic menyimpulkan sang istri tidak kembali kerumahnya.


Diantara jutaan kegalauan nya, tiba-tiba suara pintu intercom mengeluarkan bunyian nya.


Laki-laki itu secepat kilat menoleh saat terdengar suara lembut muncul di balik pintu apartemen tersebut.


"Assalamualaikum"


Seketika bola mata nya membulat saat melihat sang istri nya tiba-tiba tertawa renyah bersama Mommy Ailee nya.


Dia seketika mematung untuk beberapa waktu, cukup terkejut dengan penglihatan nya.


Sejenak bola mata nya dan Zeline saling bertemu untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Hingga akhirnya suara diseberang sana mengejutkan Dominic.


"Nak?"


"Aku hanya ingin menyapa, Mom"


Jawab Dominic sedikit tersentak dari keadaan.


"Aku akan menghubungi Mommy lagi setelah ini, Assalamualaikum"


"Dom? kamu tidak pergi ke perusahaan?"


Sang Mommy nya cukup terkejut melihat dirinya ada di apartemen tersebut.


Dia fikir putra nya Tengah berada di perpustakaan.


Alih-alih menjawab ucapan Mommy nya lebih dulu, Dominic dengan cepat menatap kearah Zeline, laki-laki itu langsung menghampiri Zeline kemudian langsung menyentuh lembut wajah nya.


"Kenapa tidak membawa handphone saat keluar rumah? apa semua baik-baik saja?"


Mommy Ailee nya agak tidak paham dengan ucapan putra nya, tapi cukup bahagia melihat putranya memperlakukan menantu nya dengan begitu lembut dan manis,tapi dia fikir putra nya jadi mirip suaminya, sedikit overprotektif dan khawatiran jika istri tidak membàwa alat komunikasi.


Dominic fikir mungkin Zeline akan menampilkan ekspresi yang entah bagaimana, tapi tahu-tahu gadis itu mengembang kan senyuman nya.


"Aku lupa membawa handphone ku"


Jawab Zeline cepat.


"Om tahu? Mommy bilang ada soto lezat diseberang sana, jadi Mommy membawa ku ke sana untuk coba membeli nya"


Gadis itu mengangkat kantong kresek berwarna hitam di tangan kanannya.


"Tapi kami hanya beli 2, apa Om mau? kita bisa makan bersama".


Dan sang istri terlihat bersikap begitu biasa, mengembangkan senyuman terbaik nya sambil menampilkan Barisan gigi putih nya.


Dia menatap dalam bola mata Zeline , seolah-olah dia butuh satu jawaban soal Mandy yang mendatangi gadis itu tadi.


Tapi respon yang didapat benar-benar diluar ekspektasi nya, gadis itu terlihat biasa-biasa saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa tadi dengan dirinya.


"Dom, kamu belum menjawab pertanyaan Mommy, kenapa kamu kembali dari perusahaan di jam segini?"

__ADS_1


Mommy nya Kembali bertanya sambil mengerutkan keningnya.


__ADS_2