
Bayangkan bagaimana perasaan Zeline saat melihat beberapa polisi mencoba membawa suaminya.
Jelas terasa begitu hancur.
Dia fikir apa sebenarnya yang telah Terjadi, ucapan salah satu petugas kepolisian tersebut membuat dia membulat kan bola matanya.
Istri mana yang tidak akan terkejut mendengar kata-kata mengerikan tadi?!.
Pemerkosaan dan penganiayaan.
Kapan kejadian tersebut?!.
Dia Mencoba untuk bersikap setenang mungkin, berusaha bersikap serasional mungkin.
Tidak gegabah dan mempermalukan diri nya sendiri.
Innalilahi wa innailaihi rojiun.
Batin Zeline sambil memejamkan bola matanya.
Al-Baqarah ayat 156 disebutkan:
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Beberapa keluarga lainnya mencoba untuk menenangkan dirinya, takut jika-jika Zeline berteriak atau menangis histeris.
Tapi Mama Zeline terlihat menggenggam erat telapak tangan putrinya tersebut, seolah-olah dia tahu betul bagaimana reaksi putri nya tiap kali tertimpa satu persoalan serius selama ini.
Didepan sana bisa Zeline lihat Daddy Aland jelas langsung berdiri, api kemarahan terlihat dibalik wajah laki-laki tersebut.
"Apa-apaan ini?'
__ADS_1
Laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya.
"Tuduhan tidak berdasar apa yang kalian bicarakan? kau fikir putra ku Seorang bajingan?"
Sembaris pertanyaan tersebut meluncur di balik bibir laki-laki tersebut.
Dia mencoba menghentikan langkah para polisi yang mencoba untuk membawa putra nya, Aland langsung berusaha menahan gerakan para polisi tersebut diikuti oleh Daddy Zeline tuan Futtaim.
"Itu tidak apa-apa dad, Percayalah semua akan baik-baik saja"
Dominic bicara cepat, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Aku akan bicara melalui pengacara ku"
Dan bisa dibayangkan bagaimana perasaan semua orang saat ini, suasana panik yang mencekam Menghantam jadi satu didalam mansion tersebut.
Seolah-olah tidak percaya apa yang baru saja terjadi pada Dominic.
Zeline menatap suaminya dengan bola berkaca-kaca, jelas sekali raut wajah tidak percaya dengan apa yang baru dilihat nya.
Ditengah berita bahagia soal kehamilan nya, dia juga harus menerima berita sedih soal kasus yang menimpa suaminya.
Pemerkosa dan penganiayaan?!.
Perempuan tersebut langsung menggigit bibirnya bawah nya secara perlahan, tidak mengeluarkan kata-kata nya sama sekali.
Zeline berusaha menarik pelan nafasnya.
"Berikan aku waktu 5 menit untuk bicara dengan istri ku"
Sebaris kalimat tersebut di ucapkan oleh Dominic, dia meminta diberikan kesempatan untuk bicara kepada Istri nya.
__ADS_1
Sejenak salah satu polisi terlihat berfikir, hingga akhirnya dia meng iyakan permintaan Dominic.
"Albi?"
Begitu laki-laki itu mendekati istri nya, bisa dia lihat bola mata Zeline terlihat berkaca-kaca.
Dominic langsung menyentuh wajah istrinya, dia kemudian berkata.
"Aku tidak tahu kamu percaya pada ku atau tidak, tapi aku akan membuktikan jika aku bukan pelaku nya, aku bukan orang yang seperti itu dan aku tidak pernah melakukan hal tidak terpuji seperti itu"
Ucap Dominic dengan penuh keyakinan.
Zeline terlihat diam, mencoba menelisik bola mata suami nya tersebut untuk beberapa waktu.
Mencari arti dari tiap Ucapan laki-laki tersebut kepada dirinya.
Sebuah kebohongan atau kah sesuatu yang disebut kejujuran.
"Pengacara Ku dan Reihan akan mengurus semua nya"
Lanjut Dominic lagi.
Kemudian Laki-laki Tersebut Secara perlahan mulai melepaskan tangan nya dari Wajah istrinya.
Dia secara perlahan menyentuh Lembut perut Zeline, kemudian Dominic berkata.
"Jangan melakukan pekerjaan berat yang bisa membuat kalian kelelahan hmmm"
Mendengar ucapan suami nya, Zeline buru-buru mengangguk kan kepala, tiba-tiba buliran air mata terjun bebas ke kedua belah pipinya.
"Anggaplah ini salah satu ujian dari Allah untuk pernikahan kita"
__ADS_1
Dominic terlihat mengembangkan senyuman nya, dia mencium lembut kening istrinya lantas beranjak pergi meninggalkan istri.
Ujian dalam kehidupan adalah suatu cara Allah agar umatnya mendekat pada ‘Nya’. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mengingat-Nya dalam susah maupun senang.