When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Mata Panda


__ADS_3

Saat jam alarm ⏰ pagi mulai memecah keheningan nya, Zeline terlihat menggeliat pelan di atas kasurnya untuk beberapa waktu


Gadis itu masih enggan membuka bola matanya karena efek rasa lelah di hari kemarin sejak pagi hingga malam melewati prosesi akad nikah masih menghantam dirinya.


Apalagi kemarin sejak subuh dia mulai terjaga dia langsung melakukan banyak sekali aktifitas.


Tapi mengingat tugas dan tanggung jawab baru yang mulai dia Emban membuat gadis itu memaksakan bola mata nya agar terbuka dengan cepat.


Yang utama jelas dia harus membersihkan diri dan melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim dilanjutkan dengan kewajiban nya sebagai seorang istri dan anak.


Secara perlahan gadis itu mencoba membuka bola matanya dan mulai membiasakan diri dari cahaya lampu yang menerpa bola matanya hingga menimbulkan rasa silau yang mendalam.


Dia memicingkan sebelah bola mata nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya Zeline benar-benar membuka bola matanya dan mencoba menatap di sekeliling nya.


Seketika gadis itu terkejut dan membulat kan bola matanya saat dia menyadari soal sesuatu.


Hahhhh....?!.


Gadis itu mundur dengan cepat secara refleks saat dia sadar disampingnya sesosok laki-laki Tengah menatapi wajahnya lekat-lekat.


Brakkkkkk


"Akhhhhh"


Zeline meringis saat dia sadar punggung nya menabrak meja nakas yang ada di belakang dimana dia berbaring dan bergeser mundur.


Dia seolah-olah lupa jika dia baru saja menikah kemarin.


Tapi bukan itu yang membuat dia terkejut, melainkan ekspresi laki-laki itu yang membuat gadis itu terkejut tadi dan kini mencoba menahan tawanya.


"Sakit?"


Dominic bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, dia tadi mencoba menahan gerakan gadis itu tapi gagal.


Alih-alih menjawab gadis itu malah tertawa terkekeh-kekeh untuk beberapa waktu sambil mencoba memegangi perut nya.

__ADS_1


"Kenapa?"


Dan Zeline terus terkekeh sambil menatap dalam bola mata Dominic.


"Om seperti zombie"


Mendengar kata zombie Seketika Dominic mengerut kan keningnya.


"Apa?"


Seketika gadis itu mencoba untuk menghentikan kekehan nya, Zeline Mencoba meletakkan jari telunjuk nya dan menggerakkan jari-jari indah nya di sepanjang lingkaran bola matanya.


"Ada lingkaran yang menghitam disekitar mata Om, apakah Om begadang semalaman? Om terlihat persis seperti zombie"


Ucap gadis itu lagi kemudian sambil berusaha menahan tawanya.


Mendengar celotehan gadis itu seketika Dominic berdiri.


"Memang nya ada apa dengan mata ku?"


Oh god.


Dominic baru sadar terdapat lingkaran hitam disekitar bola matanya kini, persis seperti mata panda ahhh tidak seperti laki-laki yang tidak berdaya karena habis di hajar massa.


"Om begadang semalaman?"


Zeline bertanya sambil beringsut dari posisi tidurnya nya lantas duduk di atas kasur tersebut.


Gadis itu menaikkan kedua tangan nya Lantas mencoba meregangkan otot-otot tubuhnya.


Oh no..jangan memancing ku.


Rutuk Dominic saat tanpa sengaja melihat gerakan Zeline dari kaca cermin.


Otak nya sudah terasa tidak sinkron sejak semalam, tapi tidak tahu kenapa dia merasa gadis itu seolah-olah sengaja mencari celah untuk memancing hasrat nya.

__ADS_1


Bahkan semalaman dia memang benar-benar tidak bisa tidur karena keadaan dimana gadis itu tidur selalu merapatkan tubuh ke arah Dirinya.


"Setahu diriku, Penyebab utama lingkatan hitam di mata muncul adalah karena faktor kelelahan, begadang atau karena proses penuaan"


Ucap Zeline sambil melangkah turun dari atas kasur.


"Ahhhh mungkin ini proses penuaan, Om kan sudah cukup tua? hmmm 32 tahun?"


Ucap Zeline sambil beranjak melangkah dari sisi kasur.


"Yakkkk... aku ini belum tua"


mendengar kata tua tiba-tiba dia merasa sedikit tersinggung, dia Mulai mengoceh dengan perasaan kesal.


"Kamu tahu? aku ini laki-laki matang bukan laki-laki tua"


"Kamu lah yang terlalu kecil hingga tidak bisa mengimbangi ku"


Dia fikir itu kalimat pembelaan yang cukup baik.


Melihat ocehan suaminya Zeline terlihat mengembangkan senyuman nya, dia mendekati Dominic, menyentuh lembut dada laki-laki itu kemudian berkata.


 "Assalamualaikum dan selamat pagi ya suami ku, mari mengawali hari dengan yang baik-baik, mandilah setelah itu kita akan menempati waktu subuh bersama"


Mendengar ucapan Zeline, Dominic seketika diam.


"Mau pergi mandi bersama atau pergi dengan cara masing-masing?"


Saat Zeline menanyakan hal tersebut seketika Dominic menelan salivanya.


"Ya?"


"Ahhh tapi ingat jika bersama-sama, andai Om khilaf jangan lupa setengah dari Faith yildiz adalah milik ku"


Oh shi..t.

__ADS_1


Bayangkan bagaimana hal yang harus menjadi senjata nya kini selalu menjadi senjata gadis itu untuk membuat dia jadi merasa frustasi berat.


__ADS_2