
Kembali ke pagi tadi
Beberapa waktu kemudian
Setelah Dominic pergi ke perusahaan
Zeline terlihat mengerut kan keningnya saat dia mendengar kode pintu intercom di tekan oleh seseorang.
Dua kali tapi sepertinya gagal.
Dia fikir apakah itu Dominic?!.
Hingga akhirnya gadis itu dengan cepat bergerak menuju ke arah depan, membukakan pintu depan secara perlahan.
Sejenak dia menatap wajah seseorang yang berdiri tepat dihadapan nya, gadis dengan tubuh yang cukup tinggi dan Porposional, tapi....
Dandanan menor, pakaian minim, sepatu boot tinggi,bisa dia lihat bola mata sang empunya menatap tajam dan tidak suka ke arah dirinya.
Pandangan awal jika seseorang melihat perempuan dihadapan nya pasti tidak begitu baik.
Namun “wallahu a'lam” yang bermakna “hanya Allah yang mengetahui" bagaimana sebenarnya kehidupan dibalik penampilan tersebut.
Zeline jelas tidak pernah suka berburuk sangka dengan seseorang tapi Zeline bisa menebak siapa perempuan dihadapan nya ini.
"Dimana Dominic?"
Saat nama suaminya disebut, dia jelas menaikkan ujung alisnya.
"Apa ada yang bisa saya bantu?"
Tanya Zeline sambil menatap wajah gadis dihadapannya itu.
"Aku kekasih nya, apa dia ada di dalam? kamu siapa?"
Mendengar ucapan tiba-tiba perempuan itu membuat Zeline sedikit terkejut.
Tapi Apakah kata kekasih akan menjadi bom waktu untuk dirinya?!.
Tidak.
"Apa kamu seorang muslim?"
Alih-alih menjawab pertanyaan perempuan itu, Zeline lebih suka balik bertanya pada perempuan tersebut.
"Ya?"
Perempuan itu jelas mengerut kan keningnya.
"Kau ini bicara apa huh?"
"Kamu Muslim atau bukan?"
Lagi Zeline menanyakan pertanyaan yang sama.
"Tentu saja, memang nya kenapa?"
Perempuan itu berusaha untuk menyeruak masuk kedalam.
__ADS_1
"Alangkah baiknya ucapkan salam saat bertamu ke rumah seseorang, itu adalah adab seorang muslim meskipun belum baik pendidikan agamanya sekalipun"
Setelah berkata begitu Zeline menaikkan ujung Alisnya, menunggu Perempuan itu mengucapkan salam kepada dirinya.
"Apa?"
Perempuan itu jelas ingin mengumpat tapi di urungkan oleh nya.
"Oh god, dimana Dominic? aku sudah biasa hilir mudik kemari, jadi kenapa kamu harus pusing soal salam yang mau atau tidak aku ucapkan?"
Tanya nya dengan perasaan tidak suka.
Perempuan itu kemudian menatap Zeline dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
"Aku Mandy, kau bisa memanggilku mandy, kau siapa?"
Zeline hanya bisa mengembangkan senyuman nya saat melihat sikap congkak Perempuan dihadapan nya itu.
"Suami ku sedang tidak ada di rumah, apa ada pesan yang bisa aku sampaikan kepada beliau saat kembali nanti?"
Gadis itu bertanya sambil menatap dalam bola mata Mandy.
Dia fikir Perempuan itu cukup cantik, tapi sayang penampilan nya membuat perempuan itu kehilangan daya kecantikan asli nya.
"Suami? ahhh kau istri nya?"
Mandy bertanya sambil menatap ke arah gadis berhijab yang ada di hadapannya dengan pandangan sedikit mengejek.
Dia fikir gadis itu memang cantik tanpa polesan, tapi bagaimana bisa seorang Dominic, yang suka berpetualang bahkan bermain perempuan sekelas diri nya bisa menikah dengan gadis kecil dihadapan nya itu.
Dia tahu betul bagaimana selera laki-laki itu.
Bahkan laki-laki itu suka bermain-main di atas tubuh indah perempuan sekelas dirinya.
Saat melihat gadis dihadapannya nya?!.
Oh god, bukan kah dia masih anak-anak? belum matang? tanpa polesan? bahkan kecil dan pendek.
Awalnya dia fikir Dominic menikah dengan level perempuan sekelas dirinya, membuat dia harus merasa cemburu dan marah.
Dia fikir Perempuan itu akan menjadi saingan terberat nya.
Tapi jika ingat dengan Surat perjanjian konyol yang dia baca pagi ini, jelas membuat dia ingin tertawa terbahak-bahak saat ini juga.
Apalagi saat dia melihat gadis kecil dan muda yang jelas bukan selera Dominic.
"Ya, aku istri nya"
Jawab Zeline pelan.
Mandy terlihat terkekeh.
"Lebih persis seperti istri kontrak huh?"
Tanya mandy kemudian.
Mendengar kata istri kontrak, membuat Zeline mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Dengan Surat perjanjian? isi nya membuat ku ingin tertawa, poin yang tidak disangka-sangka, Tidak ada hubungan suami istri?"
Mandy seketika tertawa senang, menatap gadis dihadapannya nya dengan pandangan benar-benar mengejek.
"Aku dan dia melewati waktu bersama begitu lama, hubungan seperti itu Hampir menjadi kegiatan sehari-hari"
Ucap Mandy sambil memajukan wajahnya, dia sedikit menunduk, menatap gadis itu dengan jutaan kesenangan, dia berusaha menekan perasaan gadis itu agar menangis dan nengiba.
Zeline sejenak diam, dia sama sekali tidak memundurkan langkahnya.
"Kau tahu kenapa dia tidak tertarik dengan pernikahan dan tidak mau tidur dengan mu? karena dia lebih mencintai ku, dia lebih suka hidup bersama ku dan melewati banyak malam panas bersama ku"
Tiba-tiba Perempuan itu bicara sambil sedikit menekan tiap kalimat nya.
"Bahkan dia memberikan ku banyak hal untuk memanjakan ku, Seharusnya kamu tahu soal itu"
Ucap nya lagi sambil menaikkan ujung bibirnya.
Sejenak Zeline terus menatap dalam bola mata Mandy.
membiarkan mandy terus berkata.
"Kenapa? apa kamu benci melihat ku? benci saat tahu aku adalah kekasih dari suami mu sejak dulu?"
Tanya nya kemudian.
Dia tersenyum puas menatap gadis dihadapannya itu yang terlihat kehilangan kata-kata nya.
Tapi siapa sangka tiba-tiba Zeline berkata.
"Jika kamu berpikir aku membencimu, itu salah. Aku justru kasihan pada mu karena kamu terlalu cepat memutuskan untuk menyerahkan diri pada pria yang jelas-jelas tidak setia dan tidak juga mencintai kamu"
Mendengar ucapan gadis dihadapannya itu seketika membuat Mandy membulatkan bola matanya.
"Apa?"
"Meskipun kami memiliki satu surat perjanjian pernikahan, jangan lupa ada perbedaan mencolok Antara diri ku dan dirimu"
Zeline memajukan langkah nya, mencoba terus menatap bola mata perempuan dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Saat meminang ku, Suami ku memberikan mahar yang mulia untuk menghargai ku atas dasar ikatan suci pernikahan, tapi saat bersama mu dia membayar mu dengan harga yang begitu rendah karena dia melakukan nya untuk membayar jasa mu, bukan menghargai mu sebagai seorang perempuan sesungguhnya"
Ucap Zeline kemudian.
"Kau..."
Mandy terlihat begitu marah tapi dia jelas kehilangan kata-kata nya, ucapan gadis itu seolah-olah menjadi tamparan keras untuk dirinya.
"Kasar nya Dominic menyenangkan mu dengan uang nya karena dia mencoba membayar jasa mu atas kepuasan nya, dia tidak pernah mencintai kamu"
Mendengar ucapan akhir Zeline membuat seluruh tubuh Mandy seketika Bergetar, dia memundurkan langkahnya secara perlahan.
"Jika tidak seharusnya hari ini kamu yang menyandang status Nyonya Dominic Faith yildiz, bukan nya aku"
Setelah berkata begitu, Zeline kembali mengembangkan senyuman nya, dia mencoba membuat pilihan pada perempuan dihadapan nya itu.
Masuk ke dalam dengan mengucapkan salam atau keluar pamit untuk pulang
__ADS_1
.