When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Mansion utama Keluarga Eden Al Jaber (Kevin Burja)


Prancis


Dominic terlihat mulai mempersiapkan beberapa oleh-oleh yang akan dia bawa ke kediaman Uncle Abigail mereka.


Hari ini mereka membuat jadwal berkunjung ke kediaman Uncle Abigail nya, dia fikir mereka harus mengejar jadwal, sebab meskipun mereka melewati liburan bulan madu, tapi bukan berarti harus menghabiskan banyak waktu begitu saja.


Dia tahu Meskipun Ayaz bilang mampu menghandle perusahaan milik nya, dia tidak yakin laki-laki itu akan mampu membagi waktu ditengah kesibukan mengelola perusahaan Faith yildiz dan perusahaan laki-laki itu sendiri.


Apalagi kondisi sang istri yang akan melahirkan jelas pasti semakin menyulitkan laki-laki itu bergerak.


Meskipun tidak di pungkiri Daddy mereka bisa membantu, namun di lihat dari sisi usia, sang Daddy jelas tidak mungkin mengelola perusahaan sekuat dulu lagi.


Ada banyak pekerjaan serta karyawan yang harus di awasi.


Seorang atasan tidak patut terlalu lama mengabaikan tugas-tugas mereka.


"Albi"


Tahu-tahu Sang istri mengejutkan dirinya dari arah belakang.


"Hmmm?"


Dominic langsung menoleh ke arah belakang.


"Apa kita harus membawa ini juga?"


Zeline menaikkan sebuah paper bag ke arah Dominic.


"Ya, itu titipan untie Deliyah. Di sini mereka tidak akan menemukan menu jengkol dan dendeng kering, jadi kita harus membawa nya dengan sedikit bersusah payah"


Laki-laki itu bicara sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Cukup lucu mengingat apa yang di titipkan oleh Untie mereka satu itu.


Yah jangan berharap yang aneh-aneh di Prancis, mereka tidak akan menemukan berbagai macam makanan unik dari Indonesia.


Bayangkan bagaimana seseorang sekelas Untie nya begitu tergiur dan tergila-gila pada menu satu itu.


Bahkan jengkol menjadi menu paling dinanti setiap kali para keluarga akan datang berkunjung.


Dan ketika Zeline mendengar suaminya tertawa geli, perempuan itu terlihat ikut mengulumkan senyuman nya.


"Apa ada yang masih tertinggal dom?"


Tiba-tiba Grandpa Eden nya bertanya dari arah belakang.


Mencoba bertanya dan memastikan Jika tidak ada yang tertinggal ketika mereka pergi nanti.


"InsyaAllah tidak ada"


Jawab Laki-laki itu kemudian.


Mansion utama Keluarga Abigail Al Jaber


Prancis


Begitu mereka masuk ke area parkiran mansion utama uncle muda Abigail, Dominic secara perlahan menepikan mobilnya ke sisi kiri bangunan.


Zeline terlihat mulai meraih tas serta beberapa paper bag milik nya, bersiap turun dari mobil jika suami nya sudah benar-benar mematikan mesin mobil mereka.


Begitu mesin mobil dimatikan Dominic langsung turun dari posisinya, lantas berjalan memutar membuka pintu mobil dimana sang istri berada.


Awalnya dia fikir akan langsung turun dengan membawa berbagai macam barang-barang tersebut, tapi siapa sangka tiba-tiba Dominic meraih semua barang-barang yang ada ditangan nya.


Eh?!.

__ADS_1


Seketika Zeline Tampak bingung.


"Biar aku yang membawa Semua nya"


Ucap laki-laki itu sambil mengembang kan senyuman nya.


"Tapi itu cukup banyak"


Zeline fikir mungkin sebaiknya mereka berbagi untuk membàwa barang-barang nya.


Alih-alih peduli ucapan sang istri, Dominic malah langsung bergerak membawa semua paper bag dan beberapa barang lainnya secara bersamaan.


Sejenak Perempuan itu mengulum senyuman nya, menatap punggung laki-laki itu yang mulai bergerak ke arah sisi depan.


Dia ikut beranjak mengikuti langkah Dominic dan bisa dia lihat sepasang sosok suami istri Tampak menunggu kedatangan mereka.


Seorang pelayan terlihat Langsung menerima barang yang dibawakan oleh Dominic, kemudian mereka terlihat saling membagi pelukan hangat.


Zeline menyalami laki-laki tua dihadapan nya tersebut kemudian dia memeluk wanita tua dihadapan nya itu.


Awalnya terdengar canda tawa di antara mereka, dimana mereka bergerak masuk kedalam mansion tersebut.


Tapi tiba-tiba bola mata Dominic cukup membulat saat dia menyadari soal sesuatu.


"Hahhhhh...."


Seorang gadis yang tengah berdiri mengunyah sesuatu di tengah-tengah bangunan tersebut terlihat terkejut menatap kehadiran mereka.


"Eisha...?"


"Ommo...kak?"


Gadis itu seketika membeku.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan disini?"


__ADS_2