When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Saling mencari cara


__ADS_3

Dia bilang apa tadi?!.


Meniduri nya?!.


"Kau..."


Laki-laki itu seketika menganga, dia mencoba memijat-mijat kepalanya.


Bisa-bisa nya gadis kecil itu bilang meniduri nya.


"Berapa usia mu?"


Tanya Taj kemudian.


"20 tahun, sudah matang, aku baru menyelesai kan program D3 ku siap menikah kapan saja"


Jawab Eisha dengan gaya enteng nya.


"Yakkk Aku hanya butuh usia mu, tidak usah yang lainnya"


Laki-laki bicara sambil sedikit meninggi kan suara nya, dia fikir mimpi apa dia semalam bisa bertemu gadis kecil model begini.


"Usia mu belum matang, apa kamu tidak sadar itu? jangan bicara hal seperti itu lagi di hadapan seorang laki-laki dewasa, jika tidak pemikiran mereka sudah mengerayang kemana-mana"


"Apa itu mengerayang?"


Tanya Eisha cepat.


Mendengar pertanyaan gadis itu Taj lagi-lagi memijat kepalanya.


"Lupakan saja"


Saat dia meminta agar gadis itu melupakan ucapan nya, yang terjadi malah Eisha menyambar handphone nya dan mulai mengetik kata.


Mengeranyang di akun google nya.



"Dia bilang meraba, memegang-megang Paman, tapi apa hubungannya dengan kepala?"


Dan seketika sifat Oon nya muncul.


Dia fikir memang tidak ada hubungan nya sama sekali.


"Apa kepala bisa diraba-raba? bukankah yang di rabah-rabah itu tubuh? seperti ini"


Eishe lalu mencoba meraba wajah nya dengan gaya eksotis nya.


"Seperti ini?"


kali ini dia memajukan satu kaki nya kedepan kemudian tangan nya bergerak ala penari yang bergerak nakal menggoda Lawan jenis nya.

__ADS_1


"Begitu?"


Sejenak Taj membeku.


Apa-apaan ini?!.


Otak nya seketika menjadi tidak sinkron, seperti nya dia mulai merasa terkontaminasi saat melihat gadis itu meraba kaki hingga ke arah paha nya sendiri.


Dimana gadis itu hanya menggunakan pakaian tidur pendek sebatas paha.


Menampilkan kulit putih mulus nya yang bisa membuat laki-laki manapun menelan ludahnya saat melihat gerakan gadis tersebut.


"Oh shi..t yakkkkk berhenti melakukan hal yang tidak masuk akal"


Begitu Sadar Taj langsung membentak kesal, dia mencoba menahan kekesalan nya.


Dia fikir bisakah dia membuat gadis ini pergi secepat nya?!.


Mandy benar-benar membuat satu kesialan untuk diri nya.


Seharusnya dia tidak usah mendengar kan hasutan Perempuan 1000 laki-laki itu kemarin.


Dia fikir ini akan berakhir, tiba-tiba ekspresi wajah gadis dihadapannya itu berubah.


Gadis itu seketika mengeluarkan air matanya sambil memiringkan bibirnya kebawah.


Yahhhh oh god.


Seketika gadis itu menangis begitu saja.


"Hei....yak.... hentikan air mata mu"


Seketika laki-laki itu jadi serba salah.


Eishe jelas saja menangis, dirumah tidak pernah ada yang berani membentak nya, bagaimana laki-laki itu tega melakukan semua itu.


"Berhenti menangis, oh god...maaf aku tidak sengaja"


Oh sial...!.


Taj fikir manusia macam apa yang dia hadapi ini.


Dia benar-benar bisa gila di buat nya.


"Berhentilah menangis, aku sudah bilang Maaf..."


Ucapnya lagi sambil meraih tubuh Eisha.


Mendengar ucapan Laki-laki itu seketika gadis itu langsung memeluk laki-laki itu dengan penuh kesenangan.


Dia terkekeh didalam hatinya.

__ADS_1


Ohhhh pelukan nya nyaman sekali.


Gumam gadis itu sambil menahan kekehan nya .


Puk..puk..puk..


Bisa dirasakan laki-laki itu menepuk-nepuk pelan punggung nya.


Ohhhhhh bisakah dia merasakan nya lebih lama lagi?!.


"pergi mandi kemudian aku tunggu kamu di lantai bawah"


Seketika ucapan laki-laki itu membuat dia kembali merengut.


Yahhhh padahal dia berharap sebentar lagi saja.


"Aku tunggu dibawah"


Laki-laki itu melepas kan pelukan nya.


Taj fikir lupakan saja, lebih baik menunggu gadis kecil itu mandi di bawah, Setelah sarapan pagi baru dia memikirkan strategi untuk membawa dia pulang dengan beberapa trik yang baik.


"Tapi..."


Eisha mencoba menyela, gadis itu secepat kilat mencoba mendekati Taj tapi laki-laki itu buru-buru meletakkan jari telunjuk nya ke jidad gadis tersebut.


"Paman jangan biarkan aku pulang, kau tahu paman? aku lebih suka tidak pulang kerumah, dirumah ku ada banyak orang-orang buas, maksud ku aku ini selalu suka di Siksa oleh mereka, aku ini dijadikan Rapunzel, dikurung didalam menara tinggi dan di biarkan menjadi gadis tua"


Oh ya Ampun bisa-bisa nya dia berbohong dengan cara yang tidak elegant?!.


Jika Daddy dan Mommy nya mendengar bisa-bisa dia benar-benar di jadikan putri Rapunzel oleh mereka.


Bisa dibayangkan bagaimana cara Mommy nya memarahi dirinya, wanita tua itu pasti bicara sambil mengeluarkan taring nya.


"Kamu bilang mommy hewan buas? apa Mommy lebih buas dari Macan tutul yang belum diberi makan?"


"Penyiksaan? baik Mommy akan melakukan penyiksaan ala Adolf Hitler di jaman Nazi"


Brrhhhh


Seketika Eisha menggeleng kan kepala, ingatan betapa cerewet dan mengerikan nya Mommy Ailee nya ketika mengoceh dan marah menghantam kepalanya.


Aku benar-benar gila.


Batin nya.


"Mandi...sana mandi...kita akan membicarakan nya nanti"


Laki-laki itu mendorong kepala Eisha ke belakang agar tidak kembali masuk kedalam dekapannya.


Dia benar-benar harus mencari cara untuk mengembalikan gadis kecil itu ketempat asal nya.

__ADS_1


__ADS_2