When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Suami yang bucin parah


__ADS_3

Mansion utama Dominic


Weekend


Ketika Dominic baru selesai dengan sesi membersihkan dirinya dengan cepat dia mengganti pakaiannya di mana Zeline minta menyiapkan semua pakaiannya di atas kasur.


dia tidak melihat kehadiran Zeline sejak tadi, Dominic pikir istrinya pasti ada di bawah tengah menyiapkan sarapan untuk mereka.


setelah berganti pakaian dan membenahi rambutnya, laki-laki tersebut langsung melesat keluar dari arah kamarnya menuju ke arah lantai bawah.


seperti dugaannya bisa dilihat sang istrinya tengah fokus membuatkan sarapan untuk mereka.


Dominic secara perlahan berjalan mendekati Zeline, perempuan itu tengah membuatkan teh untuk dirinya.


"tidak mau pergi sarapan di luar sesekali?"


Tanya Dominic sambil memeluk perlahan tubuh istrinya dari arah belakang.


Zeline cukup terkejut mendengar suara Dominic yang tiba-tiba datang dari telinga kanannya.


perempuan itu sejenak menoleh ke arah Domini kemudian mengembangkan senyumannya.


"Kita bisa pergi di weekend berikut nya kalau kamu mau"


dia tidak menolaknya juga tidak berkata iya, lebih suka berkata mencari waktu lain yang lebih tepat di waktu berikutnya.


Itu merupakan jawaban paling bijak untuk sepasang suami istri.


Ketimbang berkata.


"Itu pemborosan"


"Aku terlanjur membuat makanan nya"


"Yah sudah kita pergi sekarang"

__ADS_1


"Bukankah kita Kemarin sudah makan diluar"


"Aku sudah capek membuat nya"


Dan lain sebagainya.


Hal tersebut bisa membuat pasangan terkadang menjadi salah paham, keharmonisan yang tercipta bisa membuat suasana jadi tidak baik.


Maka ada beberapa tata cara penyusunan bahasa terbaik yang bisa diterapkan antara suami dan istri agar bisa mendapatkan kelanggengan dalam satu hubungan.


"Itu ide yang cukup baik"


Ucap Dominic sambil mengembangkan senyuman nya.


Dia masih memeluk hangat sang istrinya, dia meletakkan dagu nya tepat di bahu kanan Zeline.


"Ada apa?"


Laki-laki itu belakangan jadi begitu manja, bahkan terkadang Dominic terlihat Persis seperti anak kecil, terus menempel, memeluk, ngelendot atau ah entahlah.


Yang jelas suaminya terus bersikap manja pada dirinya.


Begitu manja, sedikit cemburuan, tapi begitu patuh pada semua ucapan istri nya itu namun tidak membuat Zeline besar kepala dan merasa menjadi raja.


Bahkan ada hal yang membuat Zeline diam-diam begitu bahagia, terkadang suami nya selalu bertanya...


"Apakah kamu mencintai aku?"


Zeline acapkali tertawa geli mendengar pertanyaan laki-laki tersebut.


"Kenapa bertanya seperti itu?!"


"aku takut perasaan ku bertepuk sebelah tangan"


Jawaban nya terdengar begitu Jujur, Rona wajah nya terlihat sedikit khawatir.

__ADS_1


"Aku tidak pandai mengekspresikan kata-kata cinta secara langsung, tapi kamu bisa melihat bagaimana cara aku mengekspresikan cinta ku dengan cara yang berbeda, perhatian, Suport, waktu, pelukan, ciuman bahkan sedikit kejutan-kejutan kecil yang mungkin tidak begitu mewah dan berarti Albi, begitulah cara aku mengekspresikan perasaan cinta ku pada mu"


Dan percayalah, dia baru tahu betapa bucin nya seorang Dominic ketika jatuh cinta pada seseorang.


Laki-laki tersebut benar-benar jadi luar biasa.


Maka istri mana yang tidak bahagia mendapatkan perlakuan-perlakuan manis dan indah yang dipenuhi banyak cinta.


"Sayang"


Dominic bicara pelan kearah sang istri nya.


"Hmmm?"


"Apakah persiapan pernikahan Eisha dan Taj sudah matang?"


Laki-laki tersebut bertanya sambil melesat kan ciuman nya di pipi Zeline, kemudian dia melepaskan pelukannya lantas bergerak mundur kebelakang.


"Mama bilang hampir 90%, Aku fikir Syahzia harus sedikit kesusahan membantu semua persiapan pernikahan mereka atas permintaan Mommy Ailee bersama Ammar"


Ucap Zeline sambil membawa gelas teh menuju kearah meja makan.


"Seperti nya Mommy sengaja melakukan itu agar mereka menjadi lebih dekat"


Ucap Dominic cepat.


Sejenak dia melirik kearah istri nya itu, seketika kecurigaan menerjang dirinya.


"Jangan bilang kamu merencanakan semuanya Humaira?"


Alih-alih menjawab Zeline malah mengulumkan senyuman nya, dia mengedipkan sebelah matanya kemudian berkata.


"Mereka pantas mendapatkan bonus indah Dar misi yang telah di jalankan dengan sempurna"


Seketika Dominic tertawa kecil.

__ADS_1


"Aku fikir gadis itu akan marah besar"


"Tidak, ketika cinta tumbuh dia tidak akan marah melainkan bersyukur karena banyak orang-orang yang mendukung mereka"


__ADS_2