When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Laki-laki yang bergerak tanpa menggunakan tangan nya


__ADS_3

Disisi lainnya lagi.


Brakkkkkkk


Seketika sebuah hantaman keras memekakkan telinga di sebuah rumah besar disalah satu hunian jauh dari pusat kota, bisa dilihat sebuah kursi kayu terlihat hancur berserakan kemana-mana setelah di hantam dengan gerakan kencang oleh Reihan ke arah dinding rumah bercat putih mendominasi tersebut.


Reihan terlihat mencoba mengontrol emosi dan kemarahan nya untuk Beberapa waktu tapi rupanya usaha nya tersebut terlihat sia-sia.


Percayalah Tingkat Kemarahan nya saat ini sudah sampai pada puncak ubun-ubun nya.


Mandy seketika mundur dari posisi nya, cukup terkejut saat laki-laki itu terlihat begitu marah menghadapi dirinya.


Semburan kursi kayu yang hancur berantakan tersebut seketika nyaris mengenai kulit wajah nya, jika dia tidak mengelak ke arah kanan bisa dipastikan wajah mulusnya bakal terluka parah.


Di sisi pintu masuk 2 perempuan dengan pakaian serba hitam terlihat berdiri tegap menatap kemarahan laki-laki dihadapan mereka tersebut.


Reihan kini berjalan mendekati mandy dengan penuh kemarahan.


Kali ini Mandy tidak bisa lagi di toleransi.


Perempuan itu bagi nya semakin lama semakin melunjak, saat Dominic tidak berani untuk membantah kata-kata istri nya untuk melukai Perempuan, Reihan jelas bisa melakukan nya.

__ADS_1


"Apa kau tidak mengerti arti sebuah peringatan?"


Tanya laki-laki itu kemudian.


Dia mengeratkan rahang nya, cukup tidak suka melihat Mandy yang di anggap nya mulai tidak paham dengan peringatan dari nya sejak awal kepulangan perempuan tersebut.


"Kau kenapa begitu membenci ku?"


Tanya mandy kemudian.


Alih-alih menjawab, Reihan malah mencoba menahan kedua pipi Mandy dengan telapak tangan kokoh dan besar nya.


Perempuan itu jelas gemetaran.


Ucap Reihan dengan penuh penekanan.


"Aku sudah kehilangan batas kesabaran ku dalam menghadapi kamu"


Brakkkk


seketika Reihan mendorong kasar tubuh Mandy ke arah belakang.

__ADS_1


"Satu kali lagi!"


Reihan terlihat mengacungkan jari telunjuknya, laki-laki itu kemudian menarik kasar kerah bajunya, dia menarik dasi yang digunakan nya dengan gerakan yang tidak kalah kasar, mengendurkan dasi tersebut cepat.


"kau tahu Dominic tidak pernah menggunakan tangan nya sendiri untuk menghancur kan seseorang? dia menekan kesabaran nya demi istrinya karena memandang mu sebagai sesama perempuan, tapi aku tidak akan menggunakan kesabaran ku sekali lagi pada mu, Mandy"


"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka berdua seperti Amena, aku bersumpah akan menghabisi kamu dengan tangan ku sendiri tanpa basa-basi"


Lagi Reihan menyambar kursi yang ada di sisi kanan nya.


Brakkkkkk


dia kembali menghempaskan kursi tersebut ke samping kiri Mandy, bisa dilihat kursi kayu tersebut hancur berantakan tak bersisa.


laki-laki itu kini bergerak pergi meninggalkan Perempuan itu dengan gerakan cepat.


Dua perempuan tadi ikut menyusul di belakang Raihan.


Bisa dilihat bagaimana ekspresi wajah Mandy, perempuan itu terlihat gemetaran, kaki nya terasa begitu lunglai.


Tidak menyangka jika laki-laki itu bisa semarah itu pada nya, ancaman nya menjadi begitu mengerikan.

__ADS_1


Seketika Perempuan itu terduduk karena rasa rasa shok yang luar biasa.


__ADS_2